Love After Divorce

Love After Divorce
Enam Puluh Tujuh



1 Bulan Kemudian...


"Selamat datang dokter William,mohon maaf jika disini kondisinya seperti ini.Tidak seperti rumah sakit dikota yang serba bersih dengan fasilitaas komplit.Semoga betah selama bakti sosial disini."ucap salah dokter jaga yang saat itu tengah bertugas menyambut para relawan yang baru saja datang untuk membantu para waraaga yang membutuhkna tenaga medis disana.


Sudah satu bulan terakhir ini William melepaskan tugasnya dirumah sakit dan memilih menjadi relawan.Sudah ada beberapa kota dan tempat yang William datangi untuk membantu para warga yang membutuhkan jasanya.


Selain untuk membantu orang yang tengah membutuhkan.William juga memiliki misi yaitu untuk mencari istri dan calon anak nya.


Namu sampai detik ini William masih belum menemukan keduanya.Namun William tidak pernah menyerah untuk terus mencari keberadaan Viona dan juga calon anaknya.


"Terima kasih sambutan nya,bagi saya pasien lebih penting dari pada tempat itu sendiri.Selama saya bisa membantu,maka saya tidak akan mempermasalahkan tempatnya."jawab William menjabat tangan wanita paruh baya yang disinyalir sudah mengabdi disana selama belasan tahun.


"Baiklah jika begitu,mari kita lihat kondisi para pasien yang dtang hari ini."ajak dokter yang bername tag dokter Yuni itu.


William pun mulai disibukan dengan par pasien yang datang silih berganti.Keadaan disana benar benar membukakan mata William jika saat ini hidupnya jauh lebih baik dari pada orang orang disana.


Hidup dipinggiran kota dengan segala keterbatasan nya namun diwajah mereka sama sekali tidak ada beban.


Senyum penuh ketulusan selalu William saksikan dan kehangatan kekeluarga pun begitu William rasakan meski orang orang disana semua merupakan orang asing baginya.


Namun sambutan dan penerimaan orang disana membuat WIlliam merasa memiliki keluarga baru.Dan tidak terasa tiga hari sudah William berada disana.


"Kasihan ya,padahal orang nya cantik banget.Tapi melahirkan tanpa didampingi suami,"begitulah kasak kusuk yang terdengar oleh indra pendengar WIlliam saat melintasi poli obgyn.


"Iya,kasihan banget.Bahkan anaknya belum di adzani karena bingung mau minta tolong sama siapa.Dia bahkan datang kesini sendirian,"sambung yang satunya lagi.


"Ada apa suster?"tanya Willian saat mendengar perbincangan dua suster itu.


"Eh dokter William,begini dok.Tadi malam ada pasien yang melahirkan,tapi sudah setengah jam anak nya keluar tapi belum diadzani padahal dari keterangan nya pasien ini muslim.Kasihan banget."jelas suster.


"Memang nya suaminya kemana?"tanya William lagi.


"Boleh,dimana bayi itu sekarang?"


"Sudah ada diruangan perawatan bayi dok,mari saya antar kesana."


Kedua suster itu pun membawa William menuju keruangan perawatan bayi.Salah satu suster langsung beranjak menuju ke sebuah box bayi dimana seorang abyi perempuan tertidur lelap disana.


"Bayinya laki laki apa perempuan sus,"tanya William saat suster yang lain mengambil bayi itu.


"perempuan dok,dokter mau masuk atau menunggu disini saja?"tanya suster yang lain nya.


"Menunggu disini saja,saya tidak bisa lama soalnya masih banyak pasien."


"Baiklah kalau begitu,maaf sudah mengganggu waktu dokter."


"TIdak masalah,"


William pun memilih meneunggu didepan pintu ruangan bayi itu dana sesekali melirik beberapa box bayi yang telah terisi oleh bayi bayi yang baru saja dilahirkan.


Sejenak William pun kembali ingat pada istrinya yang diperkirakan bulan ini akan melahirkan anak pertama mereka.


"Ini dok bayi nya,"ucap suster tadi membangunkan WIlliam dari lamunan nya tentang sang istri dan anaknya.


Deg...


Jantung William tiba tiba saja berdebar saat melihat wajah bayi mungil itu.Ada perasaan aneh yang ada didalam hatinya saat menatap wajah mungil itu.


Dengan tangan bergetar William pun mengambil alih tubuh mungil yang terbungkus kain bedong itu lalu mulai mengadzani nya.