Love After Divorce

Love After Divorce
Lima Puluh Dua



Sepanjang perjalanan menuju kembali kerumah,keduanya kini sama sama memilih untuk diam.


Keduanya sama sama sibuk dengan pikiran mereka masing masing.Jika dipikir ulang,mereka memang tidak pernah melakukan hal itu lagi setelah malam naas itu.


Malam itu adalah pengalaman pertama mereka dan sejak saat itu,keduanya yang kerap bertikai disetiap pertemuan mereka tentu saja tidak pernah memikirkan hal itu lagi.


Sama sama bagian dari tenaga medis,membuat keduanya sama sama sedikit lebih tahu baik buruknya berhubungan intim bersama dengan pasangan.


Dan sejak malam panas yang mereka lewati dulu,keduanya tidak pernah melakukan hal itu lagi meski keduanya sudah resmi menikah.


Hal itu pun tidak luput dari pikiran Viona.Viona sadar betul jika dirinya belum memberikan hak dan kewajiban yang harus dia berikan pada William sebagai seorang istri pada suaminya.


Namun untuk memulainya terlebih dahulu pun rasanya terlalu malu dan takut.Penolakan William dihari pernikahan nya terus saja membayangi nya.


Meski sudah banyak yang berubah pada diri William,namun tetap saja.Hati Viona selalu dibayang bayangi penolakan William dan juga kata perpisahan yang digaungkan oleh William setelah anak mereka lahir juga tidak bisa Viona hilangkan dari benaknya.


Sibuk dengan pikiran masing masing membuat perjalanan mereka menjadi terasa singkat.Hingga tak terasa,mereka sudah tiba dihalaman rumah saja.


Keduanya tampak kompak keluar dari mobil secara bersamaan.Tiba tiba saja keduanya merasa canggung kembali setelah mendengar penjelasan dari Dokter Widi.


"Loh,Bibi mau kemana?"tanya Viona saat tiba didepan rumah,Bi Sari sudah menunggu dengan tas berukuran sedang ada disamping nya.


"Maaf Non,Den.Bibi harus pulang,Bibi dapat kabar jika Novi anak Bibi sakit dan sekarang diraaat dirumah sakit,"jawab Bi Sari dengan wajah yang begitu panik.


"Innalillahi,iya Bi sebaiknya Bibi pulang saja dulu.Semoga anak Bibi segera sembuh ya Bi,"ujar Viona langsung mengiya kan saat artnya ijin untuk pulang.


"Bibi pulang dengan siapa?"tanya William yang kini mulai bersuara.


"Sama keponakan yang sengaja datang untuk menjemput,sebentar lagi juga datang Den,"


"Baiklah,ini titip buat berobat anak Bibi.Temani saja dulu anak Bibi sampai sembuh,setelah kondisi nya membaik Bibi baru kembali."lanjut William sembari menyerahkan uang yang ada didalam dompetnya.


"Iya Den,terima kasih.Maaf sudah merepotkan."


"Tidak Bi,semoga anak Bibi lekas sembuh ya."


"Iya Den,terima kasih.Bibi pamit ya Non,Den itu Yang jemput sudah didepan."pamit Bi Sari oada keduanya.


"Baik Non,terima kasih."


William dan Viona pun Menatap punggung Bi Sari hingga menghilang dibalik pintu gerbang.Lalu keduanya pun mulai beranjak memasuki rumah mereka yang kini berisika hanya mereka berdua saja.


William dan Viona masih sama sama memilih untuk diam setelah apa yang tadi mereka dengar dari dokter Widi.


Sama sama menginginkan namun sama sama bingung harus memulai dari mana membuat kecanggungan di antara keduanya.


"Ada yang ingin aku bicarakan Vi?apa kamu ada waktu?"tanya William usai kedunya merampungkan makan siang mereka.


"Bicara apa By?memang ada apa?"jawab Viona dengan berbalik bertanya.


Tanpa menjawab lagi,William pun segera bangkit dari duduknya lalu menarik lembut tangan Viona hingga keduanya masuk kembali kedalam kamar mereka.


Viona menatap bingung saat William hanya diam tanpa mengeluarkan satu patah kata pun,padahal keduanya sudah cukup lama duduk dipinggir ranjang itu.


"By,katanya tadi mau bicara?kok malah diam?ada apa?"tanya Viona yang akhirnya membuka suaranya karena William masih saja bungkam.


"Vi,aku tidak tahu harus mulai dari mana untuk meminta maaf padamu.Namun saat ini,aku benar benar minta maaf atas apa yang sudah aku lakukan selama ini padamu,"lirih William akhirnya membuka suaranya.


Dengan mata yang sudah mulai berkaca kaca dan dengan suara yang bergetar,William pun akhirnya meminta maad atas perbuatan nya selama ini oada Viona.


William merasa begitu bersalah atas apa yang sudah terjadi di antara mereka.Namun,kata maaf itu baru bisa terucap setelah beberapa bulan mereka menikah.


Deg...


Jantung Viona berdebar kencang saat William meminta maaf pada dirinya dengan suara bergetar karena menahan tangisnya.


...****************...


"*Berhubung antusias reader begitu bagus banget,nih Othor bonusin satu bab ya...dan yang nunggu part unboxing nya Viona,mohon bersabar ya,semoga besok William berhasil membuat membujuk Viona agar dirinya bisa nengokin dede bayi mereka 😁😁😁."


...****************...


...Jangan lupa tinggalkan jejak ya,like,komen dan subscribe...Biar Othor lebih semangat lagi,terima kasih 🥰🥰🥰 love sekebon untuk kalian ♥️♥️♥️...