
Waktu berjalan dengan cepat,tak terasa satu bulan sudah Viona bekerja dibawah bimbingan William.
Keduanya nampak menjalankan tugasnya masing masing dengan profesional,hanya pembahasan tentang kondisi pasien yang mengisi perbincangan mereka.
Namun diluar pekerjaan,keduanya bahkan tidak pernah bertegur sapa sama sekali.Karena Viona benar benar menjaga jarak dengan pria itu.
Bahkan Viona rela memutar jalan demi tidak searah atau tidak berpapasan dengan William.Saat bekerja pun Viona akan selalu meminta ditemani oleh salah satu teman nya saat harus berinteraksi dengan William secara langsung.
Seperti saat ini,Viona begitu memaksa Alex agar menemani dirinya saat harus menangani pasien darurat mendampingi William.
"Ayolah Lex,please...Nanti aku traktir deh,apapun yang kamu mau akan aku belikan."bujuk Viona pada Alex yang sore itu hendak pulang karena jam tugasnya sudah selesai.
"Tapi aku lelah Vio,lagian kenapa juga sih pake ditemani segala.Dia nggak makan orang,kenapa juga harus takut."jawab Alex terlihat santai.
Tanpa Alex ketahui jika Viona menyimpan ketakutan nya sendiri pada pria bertubuh kekar itu.Sejak kejadian malam itu,tak satu hari pun Viona lewatkan dengan rasa takut dihatinya saat berhadapan dengan William.
Bahkan untuk bernafas pun rasanya terlalu sesak jika Viona harus berduaan dengan pria itu.Tapi sialnya,William sampai detik ini sepetinya belum mengingat jika wanita yang dia gagahi malam itu adalah Viona.
Karena William masih nampak santai dan hubungan nya dengan Kanaya pun terlihat baik baik saja.
"Ya sudah,ayo deh kalau gitu.Tapi janji ya,beliin apapun yang aku mau,"jawab Alex yang akhirnya mengalah.
"Ok,thank's ya besty."ujar Viona tersenyum bahagia saat Alex menyanggupi untuk menemaninya.
...***...
William mengerutkan kedua dahinya saat Viona datang bersama dengan Alex yang setahu William sudah tidak bertugas karena jam tugasnya sudah selesai.
Namun saat ini William malah melihat anak itu datang beriringan dengan Viona.Dan berjalan masuk layaknya Dokter yang masih bertugas,bahkan jas putih kebanggan nya masih melekat ditubuh kekarnya.
"Kamu,ngapain disini?bukannya jam tugas kamu sudah selesai?"tanya William menatap tajam pada Alex.
"Alex akan menemani saya karena kami ada janji dengan keluarga dan kami harus pulang bersama Dok."potong Viona saat Alex akan membuka mulutnya untuk menjawab pertanyaan dari Dokter pembimbing nya itu.
Melihat kegusaran diwajah cantik Viona,Alex pun mengangguk dan mengiyakan apa yang barusan diucapkan oleh Vionan.Meski belum tahu ada masalah apa di antara Viona dan Dokter pembimbing nya itu,namun Alex tahu jika ada yang tidak beres di antara keduanya.
"Ok,sekarang bantu aku membersihkan luka pasien karena akan aku jahit."titah William sembari memakai handscoonnya.
Merasakan respon tubuhnya yang tidak biasanya membuat Viona refleks menutup mulutnya dengan kedua tangan,kakinya juga tiba tiba terasa lemas tak bertenaga,keringat dingin pun mulai keluar dari tubuhnya dan detik kemudian semua menggelap.
Braaakkkk
"Vio..."
"Hey,kamu kenapa?"
Ucap William dan juga Alex secara bersamaan,Alex pun segera berhambur mendekati tubuh Viona yang terkulai tak sadarkan diri dilantai.
Dengan sigap pria jangkung itu mengangkat tubuh Viona lalu membaringkan nya di atas brangkar tepat disamping pasien yang akan dia tangani bersama dengan William.
"Kenapa dia?apa dia sakit?"tanya William pada Alex.
"Saya tidak tahu Dok,siang ini saat bertugas dia tampak baik baik saja.Tapi memang sedikit aneh sih,selama satu minggu ini selera makannya meningkat,dia jadi lebih sensitif dan sering nangis yang entah kami pun tidak tahu dia nangis kenapa.Dan ini pertama kalinya dia pingsan setelah melihat darah,biasanya dia tidak pernah seperti ini."jelas Alex.
"Ya sudah biarkan dia istirahat,kamu bantu saya tangani pasien."
"Baik Dok."
Akhirnya William pun melakukan tugasnya dengan dibantu oleh Alex dan membiarkan Viona istirahat dibrangkar disamping nya.
Setelah beberapa saat tugas Alex pun selesai dan William membiarkan ALex pergi meski pria itu menolak karena ingin menemani Viona namun William tidak membiarkan nya dan William lah yang akan menemani gadis itu hingga siuman.
"Dokter Widi bisa bantu saya?"tanya William saat melihat rekan kerja nya itu melintas.
"Iya Dok,ada apa ya?"tanya Dokter wanita itu.
"Bisa minta tolong bantu periksakan kondisi anak didik saya.Tadi dia pingsan dan sampai saat ini dia belum sadarkan diri."ujar William meminta bantuan rekan kerjanya yang seorang Dokter obgyn.
"loh kok?kan anda juga Dokter?"tanya Dokter Widi kebingungan.
"Saya hanya ingin memastikan tentang diagnosa saya,apa benar atau saya yang keliru."jawab William lagi yang semakin membuat Dokter Widi kebingungan.
"Baiklah,mari,saya lihat dulu kondisinya seperti apa."akhirnya Dokter Widi pun mengalah dan mengikuti William masuk kedalam ruangan dimana Viona.