Love After Divorce

Love After Divorce
Enam Puluh Enam



"Sungguh,aku tidak pernah lagi bertemu dengan nya.Kami hanya tidak sengaja bertemu di swalayan saat itu saja,selebihnya kami hanya berkomunikasi lewat ponsel."jelas ANjar yang membuat William semakin kalut.


"Lalu kemana aku harus mencarinya?"lirih William terlihat putus asa.


"Dia pernah bilang,setelah kalian berpisah nanti dia akan pergi dan mengambil pekerjaan dipelosok negri,dia ingin membantu para warga yang kurang mampu dan jauh dari jangkauan tenaga medis.Apa mungkin dia pergi kesana?"ujar Anjar saat mengingat pembicaaran nya tempo dulu bersama dengan Viona.


"Pelosok negri?tapi yang mana?"tanya WIlliam karena memang di negri ini masih banyak tempat yang krisis tenaga medis.


"Itulah yang harus kita cari tahu saat ini,apa kamu sudah menanyakan pada Bunda Ana?"


"Bunda sama Ayah sudah lama menetap di china,mungkin nanti akan aku coba hubungi beliau demi memastikan kalau Viona ada disana atau tidak."


"Baiklah,aku akan membatu mencari informasi tentang Viona.Pulanglah,kamu terlihat begitu kacau."


"Baiklah,tolong kabari aku jika sudah ada informasi tentang VIo."


"Pastinya,semoga kalian segera dipertemukan kembali."


William pun kembali lagi kerumah dengan tangan kosong karena lagi lagi dia tidak menemukan Viona ditempat tempat yang saat ini hanya tempat itu yang terpikirkan oleh William.


Sementara yang dicari,kini tengah duduk disebuah bandara.Tengah menunggu pesawat yang akan dia gunakan ssiap untuk berangkat.


"Semoga pilihan Ibu ini menjadi jalan yang terbaik ya Nak.Kita pasti bisa dan kita pasti kuat meski tanpa Ayah bersama dengan kita,"lirih nya sembari mengusap lembut perut buncitnya.


"Selamat tinggal By,suatu saat nanti aku pasti kembali untuk mempertemukan kalian berdua."lirih Viona sebelum beranjak dan pergi meninggalkan kota yang sudah memberikan nya sejuta kenangan itu.


...*****...


"Sudah bangun?"tanya dokter Widi yang saat itu masih sibuk dengan para pasien nya.


"Dimana William?"tanya Kanaya yang langsung bangun begitu menyadari jika dirinya masih diklinik.


"Berhentilah mengejarnya,itu akan membuatmu semakin terluka.Dan perlu kamu tahu Naya,kamu sudah kehilangan cinta nya sejak kamu menolak lamarannya satu setengah tahun yang lalu,setelah kamu lagi lagi menolaknya,William hidup bagaikan mayat hidup.


Namun ajaibnya,William seolah kembali hidup saat dia terjerat dengan pernikahan bersama dengan Viona.Hidupnya kembali bersemangat dan wajahnya kembali dihiasi senyuman dan itu semua berkat adanya Viona,bukan kamu Naya.


Aku hanya memberimu saran,agar kamu tidak semakin terluka karena William akan semakin membencimu setelah ini."jelas dokter Widi saat melihat bagaimana sorot mata William saat menatap Kanaya.


Tanpa menjawab,Kanaya pun berlalu begitu saja meninggalkan ruangan itu dan mencoba kembali mencari keberadaan William.


"Maaf Nona tapi anda tidak boleh masuk."ucap salah satu satpam yang saat itu diberi tugas oleh William untuk menjaga pintu gerbang dan memberi perintah agar tidak mengijinkan Kanaya masuk kedalam rumah nya lagi.


"Tapi aku harus bertemu dengannya,"kekeh Kanaya yang ingin menerobos masuk namun lagi lagi gagal karena dua orang security itu menghadang nya bahkan tidak segan mendorong tubuhnya agar menjauh dari sana.


Sakit dan juga hancur yang saat ini dirasakann oleh Kanaya saat dirinya ditolek dengan begitu kasarnya.Kini Kanaya sudah benar benar kehilangan seorang William Anderson,pria yang selma ini dia cintai karean ego nya yang terlalu tinggi.


Kanaya pun pergi dengan membawa rasa hancur yang teramat sangat,bahkan sepanjang perjalanana nya pulang.TIdak henti hentinya Kanaya mengeluarkan air matanya.


Sementara William sendiri kini tengah mengurung diri dikamar yang selama ini dia tempati bersama dengan Viona.


"Kamu dimana sayang?kembalilah,aku mohon Vio,aku sangat merindukan mu dan aku sangat mencintai kamu dan anak kita."lirih William yang kini sudah tidak bisa lagi menahan air matanya.