
William dibuat keget saat kembali dari menidurkan Wilona dikamar,dia mendapati Viona tengah menitikan air mata sambil menatapa kesekeliling ruangan apartemen itu.
"Sayang,kamu kenapa?"tanya William menghampiri Viona lalu memeluknya dengan begitu erat tidak lupa juga William membenam beberapa ciuman dipucuk kepala sang istri demi memberi ketenangan untuknya.
"Kenapa menangis lagi,hhmm?apa aku melakukan kesalahan?apa aku menyakiti mu?"tanya William dengan nada bicara yang begitu lembut,sungguh menenangkan hati Viona saat ini.
"Tidak,"
"Lalu,kenapa menangis,"
"Aku hanya terharu dan ini adalah tangis bahagia,"
"Begitukah?yakin kamu baik baik saja?"
"Tentu saja sayang,ini air mata bahagia,"
"A_apa kamu bilang tadi?coba ulangi?"
"Apa?yang mana?kan banyak yang aku katakan tadi?"
"Yang panggilan,coba ulangi dong,aku mau dengar lagi kamu memanggilku seperti itu,"
"Apa sih ah,udah ah aku mau mandi gerah."jawab Viona mencoba menghindar lalu berlari ke arah kamar yang akan dia tempati bersama dengan William mulai malam ini.
"Eh kok lari sih?curang ah,ayo bilang dulu yang tadi.Aku mendengarnya lagi sayang,"ucap William berlari mengejar Viona masuk ke dalam kamar.
Sesampainya dikamar William langsung mengunci pintu kamar itu lalu menarik tangan Viona yang hampir saja masuk kedalam kamar mandi.
Viona kembali berbalik arah saat William menarik tangan nya lalu menghempaskan tubuh Viona ke atas ranjang dan mengungkung tubuh mungil itu.
"By,,,"lirih Viona saat dirinya sudah ada dalam kungkungan suaminya William.
"Apa,hhmm?"
"A_aku mau mandi,"jawab nya terbata karena tiba tiba merasa gugup saat melihat raut wajah William yang mulai berubah aneh.
"Nanti saja,sekarang,lebih baik kita lakukan hal yang lebih seru dari mandi,"ucap William menatap penuh minat pada Viona.
"Ta_tapi aku ger___eemmfffttt,"
Ucapan Viona terpotong saat mulutnya langsung dibungkam oleh bibir William yang ******* dan menghisap bibir Viona penuh dengan minat.
Viona sendiri hanya bisa pasrah menerima serangan dari William,serangan yang begitu memabukan hingga membuat Viona terbuai dengan setiap sentuhan yang diberikan oleh suaminya itu.
William semakin liar mencumbu setiap inci tubuh Viona,saking terbuai nya Viona dengan permainan lidah dari William,Viona sampai tidak menyadari jika kemeja yang dia kenakan saat ini sudah mulai terbuka dan menampilkan tubuh mulusnya.
(Selanjut di Skip ya,,,lupa kalau lagi puasa ðŸ¤)
...*****...
William tersenyum bahagia saat menatap wajah cantik istrinya yang saat ini sudah terlelap dalam pelukkan nya setelah pergulatan panjang yang mereka lakukan beberapa saat yang lalu.
William menarik selimut sampai keleher untuk menutupi tubuh polos mereka lalu meninggalkan jejak sayang dikening sang istri.
"Terima kasih sayang,aku mencintaimu,"bisik William sebelum terlelap.
Dan setelah tubuh mereka tertutupi selimut,William pun mengikuti jejak Viona yang sudah lebih memasuki alam mimpi.
Keduanya sama sama terjaga disaat pagi menyapa.Perlahan tapi pasti,dua pasang mata itu mulai terbuka dan hal pertama yang mereka lihat adalah wajah bantal masing masing.
William tersenyum saat melihat wajah bantal sang istri namun terlihat masih begitu cantik.Belum lagi rambut Viona yang berantakan semakin menambah tampilan seksi dari wanita itu.
Dan hal itu membuat William gemas dan kembali menyerang tubuh Viona.Serangan fajar pun tidak bisa dihindari lagi oleh Viona.Dia pun hanya bisa pasrah menerima dan ikut menikmati permainan sang suami.
Sementara diluar kamar,tampak seorang wanita paruh baya tengah sibuk menyiapkan sarapan untuk anak,cucu dan menantunya.
"Oma,kenapa Ayah dan Ibu belum juga bangun?"tanya gadis kecil yang saat ini tengah duduk dipangkuan Opa nya.
Sementara sang Oma masih sibuk berkutat didepan kompor tengah menyiapkan beberapa porsi nasi goreng yang akan menjadi menu sarapan mereka pagi ini.
"Biarkan saja,Ayah dan Ibu mungkin kelelahan setelah seharian bekerja lalu harus menjaga dan merawatmu sayang.Lagi pula ini weekend,Wilo sama Opa sama Oma saja dulu ya.Biarkan Ayah dan Ibu istirahat,"jawab sang Opa yang begitu mengerti apa yang tengah terjadi didalam kamar putranya itu.