Love After Divorce

Love After Divorce
Lima Puluh Tiga



Jantung VIona kian berdetak kencang saat William beranjak dari duduknya lalu berpindah tempat.


Kini William duduk bersimpuh didepan Viona,matanya mulai berkaca kaca saat manatap wajah cantik sang istri yang kini sudah tambah berisi seiring bertambahnya usia kandungan gadis itu dari bawah sana.


Rasa bersalahnya kian besar saat menatap wajah teduh yang mendamaikan hatinya itu.Wajah yang tidak pernah menampakan kemarahan meski kerap dia sakiti hati dan perasaan nya,juga fisiknya.


Bahkan saat William melupakan malam panas itu,tidak sekali pun Viona mengganggunya.Bahkan Viona tetap memendam sendiri rasa sakit yang dia rasakan akibat perbuatan William pada dirinya.


William mengenggam erat kedua tangan Viona yang kini terasa begitu dingin.Bukan hanya kaget,namun Viona juga begitu gugup saat William duduk bersimpuh didepan nya.


"Aku benar benar minta maaf Vi.Aku tahu,semua yang terjadi pada kita semuanya murni karena kesalahan ku,namun aku terlalu pengecut untuk mengakuinya dan malah melemparkan semua amarah ku padamu.Aku mohon maafkan aku,"lirih William dengan suara bergetar.


"Aku sudah memaafkanmu By,jika aku belum melakukan itu,mana mungkin aku mau tidur satu kamar bahkan satu ranjang denganmu,"


"Benarkah?terima kasih Vi,terima kasih.Apa kamu bersedia memberi aku kesempatan untuk menjadi suami dan juga ayah yang baik untuk anak kita ini?"


"Bukan kah sudah aku lakukan?"


Perlahan Viona mulai melepaskan tangan nya dari genggaman tangan william,lalu mengulurkan tangan nya menyentuh wajah tampan yang kini mulai basah dengan air mata.


Dengan lembut Viona mengusap air mata William lalu tersenyum lembut,sungguh mendamaikan hati William yang saat ini begitu bergemuruh penuh dengan penyesalan.


"Lihat Dek,Ayahmu kaya anak kecil.Masa dia nangis didepan Ibu,coba kalau sudah lahir,pasti kamu akan tertawa saat lihat wajah sembab Ayah,"lanjut Viona sembari mengusap lembut perut buncitnya.


Seketika senyum itu kembali hadir diwajah tampan William saat Viona mengadukan dirinya pada sang anak yang masih didalam kandungan.


William langsung bangkit dan memeluk erat tubuh wanita yang kini tengah mengandung darah daging nya dan juga buah hati mereka.


"Terima kasih sayang,terima kasih."lirih William saat mendekap erat tubuh Viona.


Viona sendiri hanya bisa menganggukkan kepalanya lalu membalas pelukan William.Keduanya pun terhanyut dalam romansa perdamaian yang indah.


William mengurai pelukannya lalu mendaratkan satu kecupan lembut dikening sang istri.Viona kembali memeluk tubuh William dan menyembunyikan wajahnya didada bidang William.


Keduanya pun kembali saling memeluk,meluapkan semua rasa yang selama ini terpendam dihati masing masing.


Bohong jika saat ini William tidak memiliki perasaan yang khusus oada wanita yang sudah resmi dia nikahi itu.


Perlakuan lembut dan perhatian dari gadis itu mampu mengalihkan dunia William yang tadinya begitu sepi dan dingin kini terasa menghangat kembali.


Bahkan William sampai lupa jika didalam hidupnya masih ada nama Kanaya yang masih berharap mereka bisa menikah.


Tidak henti hentinya Kanaya menghubungi sang kekasih,namun kini ketika keduanya dipisahkan jarak dan waktu,William sama sekali tidak pernah menggubrisnya.


Ratusan panggilan tak terjawab dan juga ribuan pesan William abaikan begitu saja.Jangankan untuk membalasnya,membuka untuk sekedar membaca isi pesan itu saja tidak pernah lagi William lakukan.


Semua isi pikiran dan hatinya sudah tergantikan oleh nama Viona seorang.Jika gadis itu yang menghubunginya,tidak perlu menunggu lama William akan cepat merespon.


Seperti sore ini,meski masih disibukkan dengan salah satu pasiennya William masih menyempatkan waktu untuk mengangkat telpon dari sang istri.


"Halo sayang,ada apa,hhmm?tumben telpon?biasanya juga cuma kirim chat,"tanya William saat sambungan telpon itu tersambung.


"Kapan pulang By?"tanya Viona balik dengan suara manja nya.


Entah mengapa,hari ini dirinya begitu merindukan suaminya itu.Bahkan sejak pagi rasanya begitu berat melepaskana William saat William pamit untuk bekerja.


"Sebentar lagi sayang,kenapa?kangen ya?"


"Mmm,"


"Baiklah,Aku pulang sekarang ya.Tunggu aku dirumah,"


"Baiklah,usahakn secepatnya."


"Iya sayang,aku tutup telpon nya ya,biar bisa cepat pulang?"


"Iya By,"


William pun tidak henti hentinya menebarkan senyum bahagianya sesaat setelah menutup sambungan telpon itu.


Lalu beranjak meninggalkan rumah sakit setelah menyeselaikan tugasnya.Dengan hati yang begitu bahagia William melajukan mobil miliknya kembali kerumah yang sudah menjadi tempat ternyaman nya kini.


...****************...


...Jangan lupa tinggalkan jejak ya,like,komen dan subscribe...Biar Othor lebih semangat lagi,terima kasih 🥰🥰🥰 love sekebon untuk kalian ♥️♥️♥️*...