Love After Divorce

Love After Divorce
Empat Puluh



Ini hari pertama Viona berdiam diri dirumah,setelah merampungkan sarapan nya seorang diri,Viona pun kembali kedalam kamarnya.


Namun baru saja akan menutup pintu kamar itu tiba tiba seseorang menahan nya dari arah luar hingga Viona mengurungkan niatnya untuk menutup pintu kamarnya.


"Pak Dokter?ada apa?"tanya Viona saat melihat si pelaku yang menahan pintu itu agar tidak tertutup.


"Kapan kamu akan melakukan pemeriksaan kandungan?bagaimana perkembangan nya saat ini?apa sudah berbentuk?"cecar William membuat Viona mengerutkan dahinya.


Benar juga,sejak dinyatakan hamil Viona terlalu sibuk menata hati dan juga mengurusi urusan kehidupan nya hingga dia lupa untuk melihat kondisi calon anaknya itu.


Viona menggeleng pelan tanpa bersuara.Jujur,Viona sampai melupakan kondisi sang jabang bayi yang ada dirahimnya karena begitu peliknya permasalahan yang dia alami saat ini.


Mengalami kehamilan simpatik membuat Viona lupa jika dirinya tengah hamil,semua acara ngidam berpindah semua pada si ayah calon bayi nya.


Mulai dari morning sickness,menginginkan makanan yang aneh aneh,hingga nafsu makan yang meningkat semua William lah yang mengalaminya.


Terbukti,sudah beberapa hari Viona mendengar pria itu sering muntah muntah dipagi hari namun setelah beranjak siang tampak seperti tidak terjadi apa apa padanya.


Bahkan William selalu berangkat bekerja seperti biasanya walau pagi harinya muntah muntah hingga badan nya lemas.


Viona juga sering memergoki pria itu tengah makan dimalam hari dan membawa makanan yang aneh aneh saat pulang dari bekerja.


"Jangan bilang kamu belum pernah memeriksakannya?"


Seketika William menghela nafas panjang saat Viona menjawab dengan anggukan kepala lalu setelahnya menunduk.


Sungguh,Viona benar benar lupa untuk memeriksakan kehamilannnya padahal saat ini janin itu sudah berusia 4 bulan.


"Ya ampun Vi,kamu ini,kenapa ceroboh sekali sih.Periksa kandungan itu penting Vi,agar kita tahu perkembangan tentang pertumbuhan nya.Kenapa kamu bisa lalai begini sih?"


"Maaf,saya lupa Dok,"


"Mentang mentang tidak ngidam kamu lupa kalau kamu hamil?kalau terjadi apa apa sama anak itu bagaimana?"


"Iya maaf,saya benar benar lupa Dok."


"Dak Dok Dak Dok,bikin kesel aja dari kemarin manggilnya Dokter terus,"


"La_lalu saya harus manggi apa?"


Tetiba dua pasutri yang tengah berdebat kecil itu pun dibuat kaget dengan suara Bi Sari yang ternyata sedari tadi menjadi penonton perdebatan pasutri baru yang begitu terlihat menggemaskan.


Yang satu gengsi nya gede banget,pengen dipanggil 'Mas' saja harus pake drama yang panjang dan berliku.


Dan yang satu polosnya kebangetan,sampai sampai nggak tahu harus manggil apa pada suami sendiri.


Sungguh pasangan yang aneh.Di usia mereka yang sudah lebih dari 25 tahun.keduanya tampak kaku satu sama lain padahal sudah terikat pernikahan lebih dari satu bulan lamanya.


"Memang harus panggil Mas ya Bi,kalau ke suami?"tanya Viona kelewat polosnya itu anak.


Isi otaknya benar benar hanya di isi materi pelajaran,pasien dan obat obatan saj tampaknya.Sampai sampai tidak tahu harus memanggil apa pada suaminya.


"Ya banyak Non,banyak pilihan.Ada sayang,baby,hooney,suamiku,hubby,Abang dan salah satunya Mas Non,mangga mau pilih yang mana?"lanjut Bi Sari mengabsen nama panggilan untuk Viona pakai.


"Oh begitu ya?Hubby,kayanya Hubby cukup lucu ya Bi?"tanya Viona dengan wajah berbinar membuat wajah pria didepan nya merona dan salah tingkah.


"Eheemmm,"


William berdehem dan memalingkan wajahnya demi menutupi rasa gugup dan entah rasa apa itu.Yang pasti sesuatu yang dia rasakan didalam hati itu membuat bibirnya ingin terus mengembangkan senyuman.


Sementara Viona sendiri dan Bi Sari masih asik membahas nama panggilan untuk sseorang suami yang akan Viona sematkan pada William.


"Bagus Non,lucu dan romantis.Panggil itu saja,"dukung Bi Sari penuh semangat.


"Tapi,apa Den Will tidak keberatan jika Non Vio panggil Aden dengan sebutan Hubby?"tanya Bi Sari membuat Viona tersadar mungkin saja William tidak menyukainya dan kembali marah.


Seketika Viona pun menatap penuh dengan rasa cemas pada William yang terlihat sibuk menutupi rasa gugup dan bahagianya.


"Te_terserah saja.Segera siap siap,kita kedokter sekarang."jawab William yang langsung pergi meninggalkan Viona dan Bi Sari yang masih menatap punggung pria itu hingga menghilang di ujung tangga.


"Bukalah hatimu untuk calon ibu dari anak mu ini Den,Bibi yakin,jika Non Vio jauh lebih baik dari Non Kanaya yang selalu mementingkan dirinya sendiri tanpa mau memikirkan keadaan dan keinginan Den Will." gumam Bi Sari dalam hatinya.


...****************...


...Jangan lupa tinggalkan jejak ya,like,komen dan subscribe...Biar Othor lebih semangat lagi,terima kasih 🥰🥰🥰 love sekebon untuk kalian ♥️♥️♥️*...