Love After Divorce

Love After Divorce
Dua Puluh Empat



Sepanjang perjalanan pulang,baik Viona mau pun William sama sama terdiam.Mereka sibuk dengan pikiran mereka masing masing.


Setelah tadi menjawab dan mengiyakan jika William adalah suaminya,Anjar pun mau tidak mau akhirnya melepaskan Viona untuk pulang bersama dengan suaminya.


Ting....


Sebuah notif pesan masuk ke ponsel Viona memecah keheningan diantara dirinya dan juga William.


["Jika terjadi sesuatu,jangan lupa menghubungiku,ingat harus aku."] ~ Bestyku


Seketika senyum Viona terlihat begitu manis saat menatap layar ponsel miliknya.Entah apa dan siapa yang mengirimkan pesan itu hingga Viona yang tadinya berwajah muram durja pun kini menjadi cerah secerah mentari pagi.


"Ehhemmm."


Viona pun tersadar dari lamunan nya oleh suara deheman seseorang yang saat ini tengah memegang kemudi mobil yang dia rumpangi.Viona pun segera memasukkan ponsel miliknya kedalam tas slempang yang dia bawa saat ini.


Keheningan kembali terjadi saat Viona dan juga William memutuskan untuk sama sama terdiam.Sampai waktu satu jam perjalanan pun mereka habiskan dengan kesunyian.


Hingga Viona lah yang lebih dulu membuka suara nya saat mobil yang William bawa memasuki sebuah halaman rumah minimalis yang begitu asri dengan dipenuhi bunga bunga hias yang begitu Viona sukai.


"Ini rumah siapa Dok?kenapa kita kesini?"tanya Viona saat mobil William berhenti didepan garasi mobil rumah itu.


"Turunlah,biar aku yang bawa koper milik mu."jawab William langsung turun tanpa memberi tahu kan pada Viona rumah siapa yang saat ini mereka datangi.


Viona menurut,dengan wajah masam nya Viona turun dari mobil dan mengikuti langkah William yang sudah lebih dulu masuk kedalam rumah.


"Eh Den Will,pulang kesini Den."sapa wanita paruh baya yang datng untuk membukakan pintu saat William menekan bel rumah itu.


"Iya Bi.Tolong siapkan kamar tamu ya Bi,mulai sekarang akan ada yang menempatinya"titah William saat sudah masuk kedalam rumah.


Mengabaikan Viona yang tampak kebingungan,seperti anak hilang yang tengah mencari ibunya.


"Den tamu nya kenapa ditinggal?"seru wanita paruh baya itu saat melihat seseorang mengikuti langkah William dengan rat wajah yang tampak kebingungan.


"Dia bukan tamu Bi,dia akan tinggal disini mulai sekarang."jawab William dengan setengah teriak tanpa menoleh sedikit pun an terus berjalan menuju ke arah kamarnya dilantai dua.


meninggalkan Viona dan juga bibi art yang sama sama kebingungan.


"Maaf Bi,perkenalkan,saya Viona,"ucap Viona pada akhirnya memperkenalkan diri setelah sekian menit hanya diam pnuh dengan kebingungan nya.


"Mmm,saya,mmm,saya___"


"Dia istri saya Bi."potong William saat melihat betapa kebingungan nya Viona menjawab prihal siapa dirinya yang sebenarnya.


Pasalnya Viona masih sangat ingat dengan jelas jika William tidak menginginkan pernikahan nya diketahui oleh orang lain selain orang orang yang memang hadir di acara pernikahan mereka.


Jawaban yang diberikan oleh William membuat BI Sari kaget,pasalnya selama ini setahu Bi Sari William memang tengah berpacaran namun bukan dengan wanita yang kini ada didepan matanya.


Ini pertama kalinya Bi Sari bertemu dengan wanita yang baru saja di akui oleh majikan nya sebagai istrinya.


"Tolong siap kan kamar yang ada dilantai bawah untuk dia tempati Bi,saya harus berangkat kerumah sakit.Kamu bisa meminta bantuan Bi Sari jika ada yang kamu butuhkan,saya pergi."


William langsung kembali melesat pergi meninggalkan dua wanita yang tampak sama sama kebingungn itu.


"Non benar benar istrinya Den William?"tanya Bi Sari untuk lebih meyakinkan lagi apa yang baru saja majikan ya katakan.


"Untuk saat ini sih iya Bi,kami baru kemarin menikah."jawab Viona yang memang meragukan kelanjutan hubungan pernikahan di antara mereka.


"Tapi,kalau kalian memang sudah menikah,kenapa tidak tidur dikamar Den William saja?kenapa pisah kamar?"tanya Bi Sari lagi.


"Panjang ceritanya Bi,dan lagi,kami menikah juga karena terpaksa.Lebih baik sekarang bibi tunjukin deh kamar yang akan aku tempati,aku sedikit lelah dan pengen istirahat Bi."


"Woalah,sampe lupa.Maaf,maaf Non.Ayo mari ikut saya."


Bi Sari pun membawa Viona menuju kamar yang akan dia gunakan dirumah barunya kini.Meski awalnya ingin protes dan akan memilih hidup masing masing dengan kembali menempati apartemen nya.


Namun ingatan nya kembali mengingat Bundanya yaitu Bunda Ana.Wanita yang begitu menyayanginya dengan sepenuh hati hingga kini rela dimusuhi oleh Mamah Ratih karena bersiker agar William mau menikahi Viona jika tidak mau masuk pernjara.


Dan Viona yakin jika Bunda Ana tahu kondisi pernikahan nya tidak baik baik saja maka Bunda Ana lah orang pertama yang akan kembali hancur.


Hingga Viona pun akhirnya mengikuti kemana pun William akan membawanya,karena saat ini hidup Viona sudah menjadi tanggung jawab Dokter itu.


...****************...


...Jangan lupa tinggalkan jejak ya,like,komen dan subscribe...Biar Othor lebih semangat lagi,terima kasih 🥰🥰🥰 love sekebon untuk kalian ♥️♥️♥️*...