
Dengan sigap Bi Sari pun segera memasukan baju baju yang biasa digunakan majikan nya kedalam koper berukuran sedang.
Tidak lupa juga dengan barang barang lain nya yang dia masukan kedalam kardus besar agar bisa sekali bawa.
Satu persatu barang yang sudah dikemas itu diturunkan kelantai bawah dan disimpat tepat disamping pintu kamar Viona.
Bi Sari masih belum berani masuk karena mengira Viona masih tertidur.Hingga Bi Sari pun menunggu hingga Viona terbangun.
Namun baru saja menaruh kardus berisi barang barang milik William disana,pintu kamar itu sudah terbuka.
"Eh Non Vio sudah bangun?"
"Iya Bi,ini barang barang siapa?dan mau dibawa kemana Bi,kok dikemas?"
"Ini semua barang barang Den William.Berhubung Non Vio sudah bnagun,maka saya ijin masuk ya,buat membereskan barang barang ini didalam,"
"Hah,didalam?ke_kenapa dibereskan dikamar saya Bi?itukan barang barang milik Pak Dokter."
"Ralat Non,bukan Pak Dokter,tapi Mas.Biasakan panggil beliau begitu,Den Will kan sekarang suami Non bukan dokter nya non.Dan satu lagi,saya diperintahkan oleh Den Will untuk membereskan pakaian nya didalam kamar Non Vio,"
"Loh,kenapa begitu Bi?"
"Non,Bibi rasa Den Will saat ini ingin berubah dan memperbaiki diri,tolong beri dia kesempatan,maafkan semua yang sudah dia lakukan pada Non meski itu menyakitkan.Beri dia kesempatan untuk menjadi suami dan ayah yang baik dan bertanggung jawab.Bibi yakin,jika saat ini apa yang dia lakukan murni dan tulus dari hati tanpa paksaan."
"Tapi bukan kah ini juga ke inginannya Bi,dia tidak mau kami satu kamar,bahkan dia mengatakan pernikahan kami akan berakhir begitu anak ini lahir, tepat beberapa jam setelah dia mengucapkan ijab kabul atas namaku."
"Non,semua manusia itu pasti pernah melakukan kesalahan dan khilaf.Meski Bibi tidak tahu kisah kalian seperti apa,tapi jujur,Bibi lebih mendukung Non Vio untuk bersama dengan Den Will dari pada kekasihnya itu.Dia terlalu egois untuk dijadikan seorang istri,maka dari itu,cobalah beri kesempatan untuk Den Will untuk berubah dan memperbaiki semua kesalahan nya."
Viona terdiam dan mencoba memikirkan semuanya.Bi Sari benar,semua orang pasti pernah melakukan kesalahan dan disaat orang itu mau berubah,tidak ada salah nya jika dia memberikan kesempatan itu.
"Bagaimana Non,apa Bibi sudah boleh masuk untuk membereskan semua pakaian ini dan barang barang ini?"
"Iya Bi,silahkan,lakukan tugas Bibi."
"Baik Non,terima kasih.Oh iya,non mau makan apa?biar Bibi siap kan dulu,"
"Baiklah kalau begitu,saya ijin masuk ya Non."
"Iya Bi,silahkan."
Setelah Bi Sari masuk kedalam kamarnya,Viona pun langsung beranjak menuju ke arah dapur.Merasakan perutnya lapar,Viona pun berinisiatif untuk mencari makanan untuk mengisi perutnya.
Ternyata makanan sudah tersedia,namun sudah dingin.Tampaknya itu dimasak sudah agak lama,dengan cekatan Viona pun tampak menghangatkan semua makanan yang sudah tersedia diatas meja makan.
"Apa yang kamu lakukan?"
Seketika Viona dibuat kaget oleh suara bariton dari seseorang hingga Viona terlonjak kaget.
"Astaghfirullah,ya ampun,bikin kaget saja."
"Apa yang kamu lakukan?"tanya William lagi saat melihat Viona memegang spatula ditangannya.
"Aku mau menghangatkan makanan ini,memang nya kenapa?"tanya Viona balik.
Viona mengerutkan dahinya saat melihat William seperti orang yang baru pertama kali melihat orang memasak saja.
"Memang nya kamu bisa?"tanya nya lagi,meragukan.
"Masak?tentu saja bisa,memang nya dokter pikir aku itu perempuan manja yang nggak bisa apa apa?begitu?"
"Bu_bukan begitu,tapi apa kamu tidak takut terkena cipratan minyak panas?itu akan membekas dan sakit loh,"
"Ck,itu sudah biasa kami alami bagi kami yang memang sudah terbiasa dengan isi dapur dan peralatan nya.Lagi pula terkena cipratan minyak nggak akan membuat orang langsung meninggal,jadi kenapa harus takut?"
Seketika William terpaku saat mendengar jawaban dari Viona.Seketika,William pun merasa kagum pada gadis muda namun tidak manja dan tidak pernah bergantung pada orang lain.
...****************...
...Jangan lupa tinggalkan jejak ya,like,komen dan subscribe...Biar Othor lebih semangat lagi,terima kasih 🥰🥰🥰 love sekebon untuk kalian ♥️♥️♥️*...