Khalisha

Khalisha
undangan makan malam.....



Khalisa sedang sibuk dengan berkasnya dan tidak memperhatikan waktu yang sudah menunjukan waktu jam makan siang.


Khalisa di sadarkan oleh dering handphone nya dan Khalisa langsung melihat handphone nya ternyata pesan dari tetangganya yang ada di kota lama nya.


💬 Khalisa ada yang datang ke rumah tadi pagi menanyakan nenek kamu, dia mengaku kalau dia anaknya nenek kamu.


Khalisa langsung terdiam saat membaca pesannya dan langsung teringat kepada nenek nya, Khalisa tidak pernah mau tau siapa yang datang ke rumahnya karena baginya tidak penting.


''Siapapun yang datang aku gak perduli, karena saat ini yang penting adalah hidup tenang. ''


gumam Khalisa sambil menyimpan handphone nya tanpa menjawab pesan dari tetangganya.


''Ya allah ternyata sudah lewat jam makan siang, sampe gak sadar deh. ''


gumam khalisa kembali saat melihat jam di meja kerjanya menunjukan pukul satu siang.


Khalisa langsung beranjak menuju kamar mandi di dalam ruangannya, Khalisa mengambil air wudhu untuk segera melaksanakan sholat dzuhur.


Khalisa begitu khusyu saat melaksanakan sholat dan kurang dari sepuluh menit Khalisa selesai Sholat di akhiri dengan doanya.


Handphone Khalisa kembali berdering dan ternyata Pak Ardi yang menghubunginya, Dalam panggilan.....


''Hallo Khalisa......''


''Hallo Pak, ada apa yaa?? ''


''Kamu sudah kerjakan berkas yang tadi pagi saya berikan?? ''


''Sudah selesai Pak, memangnya mau saya antarkan sekarang ke ruangan Pak Ardi?? ''


''Boleh deh Khalisa, kamu bawakan berkasnya dan sekalian ada yang mau berkenalan sama kamu. ''


''Baik Pak saya siapkan berkasnya dan langsung saya antarkan ke ruangan Pak Ardi. ''


Panggilam berakhir.......


Khalisa langsung merapihkan alat sholatnya dan langsung menuju meja kerjanya untuk menyiapkan berkas yanh sudah di print out olehnya.


Khalisa langsung segera menuju ruangan atasannya, setelah mengetuk pintu nya Khalisa langsung masuk dan sedikit membungkuk saat melihat seorang wanita dan juga anak kecil di ruangan atasannya.


''Ini berkasnya Pak sudah saya selesaikan. ''


ucap Khalisa sambil memberikan berkas dan Ardi menerimanya.


''Kamu mengerjakan semuanya dalam waktu setengah hari?? ''


ucap Ardi yang syok dengan pekerjaan Khalisa dan Khalisa hanya mengangguk.


''Iya Pak Ardi semua sudah selesai saya kerjakan dan sudah di print out juga. ''


ucap Khalisa dan membuat Ardi menggelengkan kepalanya.


''Kamu tau gak Khalisa ini pekerjaan untuk satu minggu, kalau semua selesai setengah hari nanti kerjaan kamu setelah ini apa coba?? ''


ucap Ardi sambil menggelengkan kepalanya yang tidak percaya dengan pekerjaan yang di kerjakan oleh Khalisa.


Khalisa hanya menyengir dan langsung terdiam menunggu atasannya selesai memeriksa berkas utama, Ardi sangat heran dengan pekerjaan Khalisa karena kalau Rafi yang mengerjakan butuh waktu satu minggu seperti biasa.


''Kamu kenalan sana sama istri dan anak saya ajah yah, setelah itu terserah kamu mau kerja apaan sampai beberapa hari kedepan. ''


ucap Ardi dan Khalisa mengangguk.


Khalisa langsung berkenalan dengan istri dan juga anak atasannya, setelahnya Khalisa pamit kembali ke ruangannya untuk menyantap makan siang yang sudah terlewat dan kembali membuat Ardi menggelengkan kepalanya.


Khalisa sampai di ruangannya dan langsung duduk di sofa ruangannya untuk menyantap makan siangnya, Khalisa memakan nya sambil memainkan handohone nya dan mengecek file file perusahaannya juga keamanan berkasnya.


Handphone Khalisa berdering dan ternyata Mama nya Danu yang menghubungi, Khalisa menghela nafasnya sebelum mengangkat panggilan telphone nya.


Dalam panggilan saat ini.....


''Selamat siang Khalisa.....''


''Selamat siang juga Tante Melin....''


''Tante ganggu kerjaan kamu gak?? ''


''Gak sama sekali Tante, ada apa yaa?? ''


''Kapan Tante memangnya?? ''


''Hari ini. Apa kamu bisa?? ''


''Insyaallah Khalisa bisa Tante, jam berapa kira kira Khalisa harus sampai di rumah Tante?? ''


''Jam tujuh malam ajah karena makan malam nya jam delapan, Tante tunggu yah dan makasih karena kamu mau menerima undangan makan malam nya. ''


''Sama sama Tante dan Khalisa akan tepat waktu datangnya. ''


''Baik Khalisa, selamat bekerja kembali yaa.....''


''Terimakasih Tante.....''


Panggilan berakhir.......


Khalisa hanya menghela nafasnya setelah menutup panggilannya dan kembali memakan makan siangnya yang masih tersisa sedikit.


''Sebenarnya malas kembali ke rumah itu tapi kalau aku menolak nya pasti akan ada pemaksaan dan akan ada derama mungkin nantinya, sudah sangat tertebak bagaimana karakter keluarga itu. ''


Gumam Khalisa dalam hatinya sambil merapihkan kotak bekal makannya kembali.


Khalisa langsung beranjak menuju jendela ruangannya yang menampilkan pemandangan dari lantai teratas gedung perusahaannya, Khalisa masih belum menyangka dengan pekerjaannya saat ini, padahal pendidikan Khalisa hanya sebatas SMA dan tidak pernah merasakan bangku perkuliahan.


Di kediaman Prayoga.....


Melin langsung memberitahukan Mama mertuanya kalau Khalisa menerima undangan makan malam, Mama mertuanya Melin langsung bahagia mendengarnya dan langsung meminta koki rumahnya menyiapkan makan malam spesial.


''Ingat Melin, jangan memberitahukan ke Danu dan yang lainnya kalau Mama mengundang Khalisa, kita lihat reaksi keluarga saat kedatangan Khalisa karena Mama sangat penasarang denga wajah Khalisa. ''


ucap Mama Maya mama mertua Melin dan Mama Melin hanya mengangguk.


''Melin ke kamar dulu ya Mama. ''


ucap Melin dan Mama Maya mengiyakannya.


''Sangat gak sabar sekali bertemu Khalisa, gadis yang menolak Danu dan pasti dia bukan gadis sembarangan, dia bekerja di kantor Ardi sebagai asisten kedua Ardi, sangat sangat membuat penasaran. ''


ucap Mama Maya saat Melin meninggalkan nya di ruang keluarga.


.


.


Malam hari tiba......


Malam ini terasa ramai di kediaman Prayoga, karena Tuan Wili dan Haris ayah dari Danu telah kembali dari perjalanan bisnisnya, semua keluarga belum mengetahui kalau malam ini akan ada tamu yang datang.


Bahkan Hendra masih betah di kamarnya dan akan ikut berkumpul saat makan malam tiba, Omah Maya sedang berharap harap cemas dengan kedatangan Khalisa dan di sadari oleh putra sulungnya.


''Mama ini kenapa sih lihatin terus pintu utama?? Ada yang Mama tunggu?? ''


ucap Haris dan membuat Omah Maya melototkan matanya.


''Lebih baik kamu fokus bermain sama daren saja jangan perdulikan Mama. ''


ucap Omah Maya dan membuat putranya mengerutkan keningnya karena tidak biasanya Mama nya bersikap aneh.


''Sudahlah Haris kamu jangan ganggu Mama kamu dan biarkan saja Mama kamu dengan kesibukannya, lebih baik kamu tanyakan sama Melin, makan malam nya sudah siap belum?? ''


ucap Sang Papa dan membuat Haris langsung beranjak lalu meninggalkan putranya yang sedang bermain dengan mainannya.


Omah Maya langsung beranjak menuju pintu saat mendengar suara bel berbunyi, suaminya sampai menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang istri.


''Tamu siapa yang di tunggu Mama sebenarnya?? Sampai di tunggu dengan kecemasan seperti itu, ada ada ajah. ''


gumam Sang suami saat melihat istrinya berjalan ceoat menuju pintu utama.


.


.


.


Tbc......