Khalisha

Khalisha
Larisaa.......



Hendra langsung ambruk setelah selesai mencapai puncaknya dan terlentang di samping Khalisa yang sedang mengatur nafasnya, Hendra langsung menyamping mengelus pipi Khalisa.


Senyum terus tersungging di bibir Hendra karena dia mendapatkan Khalisa seutuhnya tanpa paksaan dan dengan ijin dari Khalisa.


''Terimakasih Sayang...... ''


ucap Hendra dan membuat Khalisa melirik ke arah suaminya.


''Sama sama Mas...... ''


jawab Khalisa sambil tersenyum membalas senyuman suaminya.


''Kamu lagi apa Mas di ruang pakaian?? sampai ngacak ngacak gantungan pakaian segala. ''


ucap Khalisa dan membuat Hendra langsung menepuk jidatnya.


''Mas lagi ambil gantungan pakaian buat gantung pakaian kering dan mau di masukan kedalam mesin setrika uap. ''


jawab Hendra sambil mencium kening Khalisa dan beranjak dari ranjang untuk melanjutkan pekerjaannya.


''Mandi dulu ajah Mas jangan langsung melanjutkan nyuci pakaiannya. ''


teriak Khalisa namun Hendra menggelengkan kepalanya sambil memakai handuk menuju ruang pakaiannya.


''Terserah laah. ''


ucap Khalisa kembali saat suaminya masuk kedalam ruangan pakaian.


Khalisa beranjak dari ranjang nya menuju kamar mandi untuk memnersihkan tubuhnya kembali, Khalisa merasa lelah dan mengantuk saat ini.


Setelah selesai dengan urusan kamar mandinya, Khalisa menggunakan kaos milik Hendra dan langsung tidur tanpa menunggu Hendra atau pun membantu Hendra.


Di ruangan mencuci saat ini.......


Hendra selesai menyetrika semua pakaian Khalisa dan langsung membawanya menuju ruang pakaian, Hendra tersenyum saat melihat istrinya sudah tertidur menggunakan kaos miliknya.


Hendra merapihkan pakaian Khalisa kedalam lemari dan setelahnya Hendra langsung menuju kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya, Hendra tersenyum di sela sela guyuran air yang menetes di tubuhnya, Hendra membayangkan saat penyatuan tadi dengan Khalisa.


''Buah kesabaranku akhirnya berhasil dan aku akan menjaga nya hingga akhir nanti. ''


gumam Hendra dalam hatinya sambil menyelesaikan ritual mandinya.


Hendra keluar kamar mandi dengan handuk yang ada di pinggangnya, Hendra menatap jam di dinding kamarnya ternyata menunjukan pukul sepuluh malam.


''Aku harus menghubungi Mama dan meminta satu pelayan ke apartemen, biar Khalisa ada yang menemani dan tidak membersihkan apartemen nya sendiri. ''


ucap Hendra sambil berjalan menuju ruangan pakaian dan mengirim pesan pada Mamanya.


Ternyata tidak menunggu lama Mamanya langsung menelphone Hendra, Hendra meyelesaikan memakai pakaiannya dan langsung mengangkat panggilan dari sang Mama.


Dalam panggilan saat ini......


''Hendra..... maksud kamu minta satu pelayan buat di apartemen apaan?? kamu tinggal di apartemen lagi dan pisah dengan Khalisaa?? ''


''Amit amit deh Mama, jangan buruk sangka dulu dan Hendra juga belum kasih keterangan jelasnya kan. ''


''Habisnya kamu yang minta pelayan buat di rumah kamu, memangnya ada apa sih?? ''


''Hendra dan Khalisa sekarang menginap di apartemen, Kakek Permana sama Mama Lara pergi ke kota sebelah mengurus bisnisnya, makanya Hendra minta pelayan buat bersihkan rumah karena Hendra gak mau Khalisa membersihkan rumah. ''


''Oalah..... Mama kira kenapa?? yasudah besok Mama yang akan antarkan pelayannya dan Mama mau bertemu Khalisa sekalian. ''


''Baik Maa..... maaf karena Hendra gak membawa Khalisa menginap di rumah, Mama ngerti kan kenapa alasanannya?? ''


''Baik Maa.... yaudah Hendra mau istirahat dulu, selamat malam Mama.... ''


''Selamat malam Hendra..... ''


Panggilan berakhir.....


Hendra menyimpan handphone nya di samping handphone Khalisa dan langsung beegabung tidur di samping Khalisa yang sudah terlelap.


Hendra memeluk Khalisa dan tak lama diapun terlelap menyusul Khalisa ke alam mimpi.


Berbeda dengan Khalisa dan Hendra, saat ini di kota sebelah Larisa dan Kakek Permana masih mengerjakan berkas yang belum selesai.


''Sepertinya Presdirnya tertarik sama kamu deh Lara, makanya berbelit sekali dia itu permintaannya. ''


ucap Kakek Permana tiba tiba dan membuat Larisa memanyunkan bibirnya.


''Ayah stop jangan bicara di luar alur pekerjaan, saat ini Lara sedang enjoy dengan kehidupan Lara dan perjalanan Lara. ''


ucap Larisa dan sang Ayah hanya tersenyum.


''Kamu juga harus memikirkan masa depan kamu loh Lara, usia kamu juga belum renta dan sudah saat nya kamu memikirkan masa depan kembali, Khalisa sudah menikah sekarang dan Hendra pemuda yang tepat, saat nya kamu membuka hati kembali, Ayah yakin kalau ilham pasti setuju dengan yang Ayah fikirkan, kamu butuh bahu untuk bersandar, kenanglah ilham di hati kamu tapi kamu juga jangan terlena dengan masa lalu kalian, ilham sudah tenang di alamnya. ''


''Semua gak semudah yang di bicarakan Ayah, Lara masih mencintai Mas ilham dan sulit melupakannya, Lara masih teringat dengan kenangan terakhirnya dan sulit untuk lupa untuk saat ini Ayah. ''


''Maafkan semua kesalahan Ayahmu ini Lara, kalau dulu Ayah tidak egois dan tidak menuruti semua inginnya Ibu kamu, pasti sekarang kamu masih bersama ilham. ''


''Sudahlah Ayah, Lara sudah melupakan semua nya dan Lara yakin semua akan ada hikmahnya, Lara sekarang masih menata hati dan pikiran Lara, Lara masih belum terima kalau Mas ilham sudah tiada. ''


''Kamu ini ngawur, ikhlaskan semuanya Lara dan Ayah yakin kalau ilham sudah tenang sekarang. ''


ucap Kakek Permana dan Larisa hanya diam tanpa mau menjawab ucapan sang ayah.


Saat ini Larisa merasa kesal karena Presdir pemilik perusahaan yang kerjasama dengannya begitu berbelit meminta persyaratan nya, bahkan Larisa sampai bingung di buatnya.


Larisa langsung meminta sang Ayah yang melanjutkan kerjasama nya dan dia akan fokua dengan perusahaan di kota ini, Larisa tidak akan kembali ke pusat kota sebelum selesai dengan Presdirnya.


Benar yang di katakan Sang Ayah, Presdirnya menaruh hati pada Larisa karena terang terangan meminta Larisa menerima ajakan untuk lebih dekat dan Larisa langsung menolak dengan alasan ini menyangkut perusahaan dan bukan pribadi.


Larisa yang pusing memikirkannya langsung meminta Kakek Permana yang mengurusnya karena presdirnya enggan menandatangani kontrak kerjasamanya.


''Ayah istirahat duluan yah dan kamu jangan larut tidurnya, Khalisa menginap di apartemen nya Hendra jadi kamu bisa tenang. ''


ucap Kakek Permana yang membuyarkan lamunan Larisa.


''Baik ayah..... ''


jawab singkat Larisa.


Kakek Permana langsung menuju kamarnya dan membiarkan putrinya mah mikirkan ucapannya karena Kakek Permana bisa menebak kalau presdirnya menyukai Larisa.


''Semoga kamu mendapatkan jawaban untuk hati kamu Lara, sudah saatnya kamu bahagia karena Khalisa saat ini sudah bahagia di pelukan pemuda yang tepat. ''


gumam Kakek Permana dalam hatinya sambil melangkah menuju kamarnya.


.


.


.


Bersambung.......