
Danu dan khalisa langsung memakan makanannya, bahkan Khalisa tidak menyadari kalau saat ini dia dan Danu semakin dekat, Danu pun tak segan meminta di suapi makan yang di makan oleh Khalisa.
''Kamu mau membicarkan apa sama aku Sayang?? ''
Ucap Danu sambil memakan makannya.
''Aku cuma mengingatkan ajah yah, setelah kamu ulang tahun kita tidak ada hubungan lagi dan aku gak mau ada pemaksaan atau pun sentuhan fisik dari kamu yah Danu. ''
ucap Khalisa dan Danu langsung setuju.
''Tapi jangan halangi semua perhatian yang aku kasih ke kamu Khalisa, termasuk panggilan sayang untuk kamu, jangan di larang. ''
Ucap Danu dan Khalisa menyetujui nya karena baginya tidak ada sentuhan fisik itu sudah cukup.
Danu dan Khalisa melanjutkan kembali makannya hingga beberapa menit kemudian mereka berdua selesai dengan makan siangnya.
''Aku langsung ke kantor yah sayang dan maaf kalau nanti sore gak bisa jemput kamu, kerjaan di kantor sedang menumpuk semenjak Papa sama opah kembali dari luar kota. ''
Ucap Danu dan Khalisa mengiyakannya.
Danu langsung pamit menuju perusahaan dan Khalisa langsung menuju kamar mandi untuk melaksanakan sholat dzuhur.
.
.
.
Sore menjelang.....
Pekerjaan Khalisa telah selesai sebelum sholat asar tiba, hingga saat ini Khalisa hanya membuka aplikasi belanja online karena dia ingin membeli beberapa pakaian formal untuk bekerja.
''Ternyatabelanja online lebih hema di bandingkan belanja langsung ke toko, aku kirimkan ke alamat perusahaan ajah deh. ''
Ucap Khalisa saat mencantumkan alamat pengiriman pada pesanan online nya.
Khalisa asik dengan belanja online nya dan tidak menyadari kalau saat ini sudah lebih dari jam pulang kantornya, Khalisa langsung terkejut saat pintunya di ketuk dan ternyata Hanum yang masuk.
''Ada apa Hanum?? ''
Ucap Khalisa saat Hanum menghampirinya.
''Mba Khalisa masih ada pekerjaan?? Kala masih ada saya boleh pulang duluan gak?? ''
Ucap Hanum dan Khalisa langsung melihat jam di pergelangan tangannya ternyata menunjukan pukul lima empat puluh sore.
''Ya allah saya sampai lupa waktu, kamu boleh duluan pulang Hanum, saya mau merapihkan meja dulu dan makasih sudah mengingatkan. ''
Ucap Khalisa dan Hanum tersenyum sambil pamit keluar dari ruangan Khalisa.
Khalisa langsung merapikan semua berkas nya dan di simpan di lemari khusus milknya dan setelahnya langsung bersiap untuk pulang.
Saat Khalisa membuka pintu ruangannya ternyata bertepatan dengan ruangan Ardi terbuka ternyata Ardi dan Hendra keluar dari ruangan.
''Loh....kamu belum pulang Khalisa?? Memangnya ada kerjaan yang belum selesai?? ''
ucap Ardi yang keheranan melihat Khalisa tidak seperti biasanya.
Khalisa langsung tersenyum dan menghampiri atasannya setelah pintunya tertutup rapat. ''Saya keasikan dengan handphone Pak Ardi, makanya sampai lupa waktu dan Hanum yang mengingatkan kalau gak ada Hanum mungkin saya menginap di kantor ini. '' jawab Khalisa dan Ardi menggelengkan kepalanya.
''Mau ikut kamu makan malam di luar gak?? Istri saya sedang launching restoran barunya, kamu mau yah ikut?? Pasti istri saya senang kalau kamu juga ikut datang, sekalian temani Hendra. ''
ucap Ardi dan membuat Khalisa langsung mengangguk karena merasa sungkan menolaknya.
''Hendra kalian barengan ajah yah, aku duluan dan restorannya kan sudah aku kasih alamat nya. ''
ucap Ardi sambil menyenggil lengan Hendra yang hanya diam memperhatikan Khalisa berbicara.
''Oke sip. ''
jawab Hendra singkat dan membuat Ardi tersenyum lalu meninggalkan Khalisa dan Hendra.
''Ayo Khalisa biar saya yang akan antarkan kamu, sekalian kita beli bunga buat istrinya Ardi. ''
ucap Hendra dan Khalisa mengangguk lalu berjalan beriringan menuju lift.
Sepanjang perjalanan menuju restoran hanya keheningan yang terjadi, setelah Hendra membeli sebuket bunga untuk istrinya Ardi, mobil langsung hening karena Khalisa sibuk dengan menatap jalanan di sampingnya.
''Kamu sibuk banget yah pekerjaannya hari ini?? ''
''Setiap hari juga sibuk Om Hendra, kenapa emangnya nanyain sibuk atau gak?? ''
ucap Khalisa dan Hendra menggelengkan kepalanya.
Handphone Khalisa berdering ternyata ada pesan masuk dari danu.
💬 Sayang......sudah pulang dari kantor belum??
💬 Belum Danu, lagi di perjalanan mau ke launching restoran istrinya Pak Ardi.
💬 Sumpah demi apa Sayang?? Kamu beneran mau menghadiri nya??
💬 Kenapa mesti bersumpah, emang aku lagi di jalan sama Om Hendra yang antar nya.
💬 What?? Kamu sama Om Hendra?? Jangan macam macam yaa sayang, aku akan menyusul kesana sekarang biar aku nemenin kamu, keluargaku juga datang soalnya.
💬 Terserah kamu ajah Danu.
Khalisa langsung menyimpan handphone nya dan kembali fokus ke samping mobil melihat pemandangan malam hari.
''Om....memangnya benar kalau keluarga Om datang semua ke acara sekarang?? ''
ucap Khalisa dan Hendra mengiyakannya.
''Betul banget, Mama sama Kak Melin ajah sih karena Papa dan Kak Haris trus Danu masih sibuk di perusahaan. ''
jawab Hendra dan Khalisa menghembuskan nafasnya.
''Kenapa kamu menanyakan keluarga saya?? ''
ucap Hendra kembali karena merasa penasaran dengan pertanyaan Khalisa.
''Gak kenapa kenapa, cuma nanya ajah karena Danu bilang dia mau menyusul kesana terus dia juga bilang keluarganya datang, aku cuma memperjelas ajah bener atau gak yang di katakan Danu. ''
ucap Khalisa dan membuat Hendra langsung tersenyum kecut karena keponakannya selalu mengganggu.
Perjalanan beberapa menit ternyata langsung sampai di sebuah restoran yang lumayan mewah, banyak mobil berjejer di parkiran, Khalisa langsung keluar dari mobil setelah Hendra memarkirkan mobilnya.
Khalisa langsung mengikuti Hendra masuk menuju restoran dan mengisi daftar tamu hadir, Khalisa hanya diam karena Hendra yang mengisi daftar nya.
''Istrinya Ardi itu masih saudara sama aku, dia anaknya adik Papa. ''
ucap Hendra dan Khalisa menganggukan kepalanya.
''Ohh gitu yah, tapi Om sama Pak Ardi emang sahabatan atau karena saudaraan?? ''
ucap Khalisa saat mengikuti langkah Hendra.
''Sahabat sejak jaman sekolah dan aku yang menjodohkan Ardi dengan Imelda. ''
ucap Hendra dan Khalisa mengangguk.
''Khalisa kamu datang juga ternyata, ayo gabung dengan keluarga Tante yah. ''
ucap Melin saat berpapasan dengan Khalisa.
Khalisa mengiyakannya dan langsung mengikuti Melin menuju meja dimana keluarga besarnya berkumpul dab Hendra mengikutinya dari belakang.
Khalisa langsung mencium tangan Omah Maya dan duduk di sampingnya karena Omah Maya yang memintanya.
''Kamu baru sampai Khalisa?? Ardi bilang kamu barengan Hendra datangnya?? Di kira Omah kamu barengan sama Danu. ''
ucap Omah Maya dan Khalisa tersenyum.
''Danu sedang di perjalanan Omah dan Khalisa tadi gak sengaja bertemu di kantor sama Om Hendra. ''
ucap Khalisa dan omah Maya mengangguk.
Acaranya begitu mewah dan di hadiri tamu undangan juga beberapa keluarga juga kerabat keluarga Prayoga, Hendra hanya diam dan terus memperhatikan Khalisa yang enjoy berbaur dengan keluarga lainnya.
.
.
.
Tbc.......