
Ke esokan harinya Khalisa bangun dengan lunglai karena dia tidak bisa menutup matanya, bahkan berkasnya pun tidak ada yang di kerjakan satupun, Khalisa akan langsung mengerjakannya di kantor dan Khalisa berharap pekerjaannya akan selesai di kerjakan di kantor.
Khalisa sudah melakukan tes kehamilan kembali pagi tadi sebelum melakukan ritual mandinya dan hasilya tetap sama, dua garis merah.
Khalisa menuruni tangga menuju meja makan dan Pagi ini Khalisa hanya memakan roti selai dan susu soya yang baru di minta Khalisa selama seminggu dan kepala pelayan pun menyediakan nya.
''Kenapa Nona Khalisa jadi pendiam sedari kemarin?? apa ada masalah dengan kerjaannya?? ''
gumam kepala pelayan saat melihat Khalisa berbeda dari semalam.
Khalisa selesai dengan sarapannya dan langsung berpamitan untuk kerja, hari ini Khalisa meminta di antarkan sopir karena dia sedang malas mengemudikan mobilnya sendiri.
Selama perjalanan Khalisa hanya melamun menatap jalanan di sampingnya, sang sopir pun hanya melirik dari kaca dan kembali fokus.
Di kediaman Permana saat ini, kepala pelayan langsung melaporkan perubahan nona mudanya kepada Kakek permana sesuai permintaan kakek permana, kepala pelayan di minta mengabulkan apapun yang di minta Khalisa.
Di tempat kakek Permana saat ini....
''Lara.... semua sudah selesai kan?? kerjaannya. ''
ucap Kakek permana saat melihat sang putri sedang duduk dan memangku leptop nya.
''Selesai tujuh puluh persen Ayah, palingan tiga hari lagi baru rampung, kenapa memangnya?? ''
jawab Larisa dan Kakek Permana langsung terdiam.
''Serahkan semua ke asisten kamu Lara, kita kembali ke kota sekarang karena cucuku sedang dalam kondisi tidak baik saat ini. ''
ucap Kakek Permana dan membuat Larisa melototkan matanya.
''Maksud Ayah apa sih?? Khalisa sakit?? atau kecelakaan?? ''
ucap Larisa dan Kakek permana menggelengkan kepalanya.
''Khalisa menjadi aneh selama seminggu ini, dia gak mau makan nasi dan makanannya pun selalu minta yang berkuah pedas, bahkan semalam sampai tadi pagi saat sarapan pun, Khalisa melamun terus. ''
jelas Kakek Permana dan membuat Larisa langsung terdiam.
''Ada apa dengan Khalisa, kemarin cuma merengek kesepian ajah ke Lara dan minta segera pulang, yasudah Lara akan mengurus kepulangan kita yah Ayah. ''
ucap Larisa dan Kakek Permana menyetujui nya.
Siang menjelang.......
Khalisa sedang diam dan memakan cemilan yang di sediakannya di lemari pendingin di dalam ruangannya, Khalisa juga hanya meminum susu soya sebagai pelengkap cemilannya.
Saat sedang melamun memikirkan nasibnya, pintu ruangan di ketuk dan saat terbuka ternyata Pak Ardi yang masuk juga Omah maya dan Tente Melin mengikutinya, Khalisa langsung tersenyum dan beranjak menghampiri nya.
''Omah ternyata, gimana kabar Omah sekarang?? ''
ucap Khalisa sambil merangkul Omah Maya dan membawanya duduk.
Khalisa mencium tangan omah Maya dan Tante Melin, Ardi tersenyum melihatnya, Tante Melin langsung menyiapkan makan siangnya sedangkan Ardi pamit ke ruangannya kembali.
''Omah baik Sayang, gak tau kenapa Omah pengen ketemu sama kamu. ''
ucap Omah Maya dan Khalisa langsung terdiam tak lama meraba perutnya yang masih rata.
''Omah harusnya bilang kalau mau bertemu Khalisa, biar Khalisa yang menghampiri Omah dan gak usah Omah yang datang. ''
ucap Khalisa sambil pandangannya melihat Tante Melin yang membawa tiga piring.
''Tante membuat makanan berkuah tanpa nasi, kita makan siang dulu yah dan Khalisa gak keberatan kan kalau makan siangnya tanpa nasi?? ''
ucap Melin dan Khalisa menggelengkan kepalanya tanda tidak keberatan.
Khalisa langsung membantu Melin menyiapkan makanannya, setelah siap Khalisa langsung memakannya setelah Omah mempersilahkannya.
ucap Khalisa antusias dan Omah Maya langsung senang mendengarnya.
''Ini kan pangsit kesukaan Omah dan Hendra, Omah sengaja meminta Melin membuatkannya dan di bawa kesini buat makan bersama kamu, ternyata kamu suka juga yah dan Omah senang jadinya, ayo habiskan sayang pangsitnya. ''
ucap Omah Maya dan Khalisa langsung mengacungkan jempolnya.
Melin hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Khalisa dan untungnya Omah Maya tidak ngeuh dengan ucapan Khalisa mengenai koki, Melin mengetahui kalau Khalisa sudah tinggal di kediaman Permana saat ini.
Setelah makan siang selesai Khalisa langsung merapihkan mangkuk kotor dan meminta Tante Melin untuk duduk saja, Khalisa juga menyajikan minuman dingin kemasan botol untuk Omah Maya dan Tante Melin.
''Ruangan kamu nyaman sekali Khalisa, tersedia dapur mini dan ada lemari pendingin juga, kemarin Danu juga katanya ngikutin kamu, minta di ruangannya di sediakan lemari pendingin, Papanya sampai pusing karena dengar ocehan Danu. ''
ucap Tante Melin dan Khalisa langsung tersenyum.
''Danu sempat makan siang barengan aku di ruangan ini Tante dan dia juga bilang mau ngikutin aku isi ruangannya karena sangat berguna katanya. ''
ucap Khalisa dan Melin tersenyum mengangguk.
''Kapan kamu mau main ke rumah Omah?? sudah mau tiga minggu kamu gak ke rumah dan yang terakhir saat ada Permana saja kamu ke rumah nya. ''
ucap Omah Maya dan Khalisa langsung terdiam.
''Khalisa sungguh sibuk sekali Omah, Pak Ardi kan memenangkan thender baru dan Khalisa yang mengurus di kantor selama Pak Ardi sibuk di luar kantor. ''
ucap Khalisa dan Omah Maya pun mengerti.
Setelah cukup mengobrol nya, Omah Maya langsung pamit karena takut mengganggu pekerjaan Khalisa dan Khalisa langsung ikut keluar dari ruangan untuk mengantar Omah Maya.
Saat pintu terbuka ternyata Hendra keluar dari ruangan Ardi dan membuat Omah Maya menghembuskan nafasnya karena Hendra langsung menghampirinya.
''Masih ingat sama Mama kamu?? udah bikin sakit dan kamu juga susah untuk pulang, mau apa kamu di gedung perusahaan Ardi?? ''
ucap Omah Maya saat Hendra mencium tangannya.
''Mama jangan ungkit masalah pribadi, Hendra juga kan jadi malu nantinya di sangka gak sayang orang tua, Hendra baru selesai menandatangani berkas dengan Ardi, Mama sendiri kenapa keluar dari ruangan Khalisa?? sama Kak Melin lagi. ''
ucap Hendra saat melihat Khalisa dan Melin hanya diam di belakang Mamanya.
''Mama sama Kakak kamu baru selesai makan siang bersama Khalisa, yasudah Mama mau pulang sekarang dan kamu Mama tunggu di rumah jangan selalu Mama yang nelphone nyuruh pulang, inisiatif sendiri. ''
ucap Omah Maya sambil mengajak Melin mengikutinya.
Hendra tersenyum saat bertatapan dengan Khalisa dan ternyata Khalisa juga membalas senyumnya, Khalisa langsung mengikuti Omah Maya mengantarkannya sampai depan pintu lift dan langsung berbalik ke ruangannya setelah lift tertutup.
Hendra masih berdiri di depan pintu ruangan Khalisa dan membuat Khalisa mengerutkan keningnya sambil berjalan menghampiri Hendra.
''Kamu baik baik ajah kan?? kantung mata panda kamu sangat kontras, semalam kamu bergadang?? ''
ucap Hendra sambil menatap wajah Khalisa menunggu jawabannya.
''Makasih sudah perhatian Om, Aku baik baik ajah dan semalam memang kurang tidur pekerjaan sedang banyak, aku permisi ke ruangan yah Om, kerjaan sedang numpuk. ''
ucap Khalisa sambil membuka pintunya dan memberi kode kalau Khalisa tidak menerima tamu masuk.
Hendra menatap pintu ruangan Khalisa yang tertutup dengan pandangan sayu, entah kenapa Hendra ingin memeluk Khalisa, namun semua mustahil karena Khalisa akan sangat marah nantinya.
.
.
.
Bersambung....