
Satu bulan berlalu......
Kondisi Khalisa masih sama tetap belum sadar dan masih berkelana di alam bawah sadarnya, sudah satu bulan pasca operasi nya.
Haris dan Danu sudah pulih bahkan sudah di pindahkan ke rumah sakit di tanah air, saat ini kedua keluarga sedang fokus dengan pemulihan Khalisa.
Haris dan Danu hanya dua minggu lebih tiga hari koma nya, namun Khalisa sampai satu bulan dan tidak ada perkembangan.
Keluarga saat ini sedang menanti kepulangan Babby kembarnya Khalisa karena, kedua Babby Khalisa sudah stabil dan organ tubuhnya sudah normal berfungsi setelah di lakukan berbagai pengecekan.
Omah Maya dan Larisa yang akan membawa kedua cucunya pulang, kedua Babby Khalisa akan di bawa ke kediaman Permana.
''Maaf kalau Hendra gak bisa ikut menjemput Kedua anak Hendra, Hendra memilih diam dengan Khalisa di ruangan rawat Khalisa. ''
ucap Hendra saat Omah Maya mengajaknya untuk melihat kedua anak Hendra.
''Baiklah kalau memang itu keputusan kamu, Mama dan Mama mertua kamu akan langsung membawa kedua Babby nya pulang ke rumah Kakek Permana, semoga Khalisa cepat sadar dan kamu harus optimis Hendra. ''
ucap Omah Maya dan Hendra mengangguk.
''Terimakasih Mama dan bilang sama Papa, Hendra menyerahkan nama kedua anak Hendra pada Papa sama Kakek, terserah mau di berinama siapa. ''
ucap Hendra kembali dan Omah Maya mengiyakannya.
Omah Maya mencium kening Khalisa dan segera keluar dari ruangan untuk bergabung dengan keluarga lainnya yang menunggu kedua Babby nya yang sedang di siapkan oleh para suster.
''Hendra tetap gak mau ikut Permana dan dia malah menyerahkan nama untuk kedua anaknya sama kamu dan sama Mas Willi. ''
ucap Omah Maya saat sampai di ruang tunggu.
''Sudahlah jangan paksa anak itu, Hendra sedikit berbeda waraknya dan mungkin dia tidak mau melihat kedua anaknya sebelum Khalisa sadarkan diri. ''
ucap Ooah Willi dan di setujui keduanya.
Beberapa menit menunggu akhirnya pintu ruangan terbuka, ada tiga suster yang keluar satu suster membawa peralatan milik kedua Babby selama di rawat, sedangkan dua perawat membawa masing masing Babby nya Khalisa.
Laris menerima Babby boy sedangkan Omah Maya menerima Babby girl, keduanya sangat mirip dengan Hendra dan tidak ada bagian yang mirip dengan Khalisa.
''Tampan sekali cucuku, mirip Hendra banget. ''
ucap Larisa dan di setujui semuanya.
''Babby Girl nya juga cantik banget dan Mirip Hendra banget. ''
ucap omah Maya setelah menggendong cucunya.
''Kita pulang sekarang karena udara rumah sakit gak baik untuk kedua Babby nya. ''
ucap Kakek Permana dan semua langsung berjalan meninggalkan ruangan Bayi di rumah sakit.
Sebenarnya semuanya merasa berat keluar dari rumah sakit, karena Khalisa tidak ikut pulang. Khalisa belum sadarkan diri.
Di ruangan Khalisa saat ini Hendra sedang mengerjakan pekerjaannya, Hendra memilih ruangan vvip yang memiliki konsep seperti kamar hotel mewah, karena ruangan Khalisa menjadi rumah kedua baginya.
Hendra mendapatkan pesan gambar dari Papannya ternyata mengirimkan dua foto anaknya yang sedang di gendong neneknya.
''Kalian mirip sekali dengan Ayah, pasti Bunda kalian akan iri melihatnya nanti. ''
ucap Hendra sambil mengusap layar handphone nya.
.
.
Larisa mempercayakan kedua cucunya pada pengasuh yang sidah di seleksi dengan ketat oleh Kakek Permana dan Opah Willi.
''Sayang sekali Khalisa belum bisa pulang bersama kedua anaknya. ''
ucap Omah Maya dan semua keluarga hanya terdiam karena memang yang di ucapkan Omah Maya itu benar adanya.
''Kita doakan saja Khalisa cepat sadar dan kembali di tengah tengah kita. ''
ucap Kakek Permana dan di aminkan semua keluarganya.
.
.
Di rumah sakit saat ini....
Kakek Permana ternyata datang kembali ke rumah sakit untuk melihat keadaan cucunya, hampir setiap hari Kakek Permana datang ke rumah sakit bahkan pernah seharian menunggu Khalisa karena Hendra ada pekerjaan dadakan yang tidak bisa di gantikan orang lain.
Hendra sekarang sudah normal kembali dalam bekerja, namun senyumnya tidak pernah terlihat semenjak Khalisa tidak sadarkan diri, itu tidak masalah bagi keluarganya karena dengan Hendra sudah kembali normal bekerja pun itu sudah kemajuan yang sangat pesat.
''Kamu gak mau melihat kedua anak kamu?? mereka mirip sekali dengan kamu Hendra. ''
ucap Kakek Permana saat Hendra menyodorkan teh hangat untuk Kakek Permana.
''Hendra sudah bertemu saat kedua anak Hendra kejang, bahkan tangan Hendra yang pertama kali mengelus kepalanya, Hendra akan bertemu kedua anak Hendra nya nanti saat Khalisa sadarkan diri, Hendra percaya kalau Khalisa akan sadar tapi entah kapan Kakek. ''
jawab Hendra dan membuat Kakek Permana hanya bisa menghembuskan napasnya.
''Semua terserah kamu saja Hendra, yang terpenting kamu bisa menjaga diri kamu dan tetap menjaga asupan makanannya biar selalu fit. ''
''Itu sudah menjadi prioritas Hendra, karena Hendra yang akan menjaga Khalisa sampai dia sadar nanti. ''
''Kata Mama kamu tadi memberitahukan ke Kakek, Kamu menyerahkan nama kedua anak kamu pada kita?? emangnya nanti Khalisa gak akan keberatan?? ''
''Gak akan Kakek, Hendra percaya nama yang di pilihkan Kakek dan Papa pasti akan sangat indah, karena nama kan sebuah doa berjangka panjang seumur hidup kedua anak Hendra, Hendra yakin Khalisa juga akan sepemikiran dengan Hendra. ''
ucap Hendra dan Kakek Permana langsung menyetujuinya.
Kakek Permana menemani Hendra hingga malam dan Kakek Permana langsung pamit pulang karena Larisa terus menghubungi nya meminta pulang.
''Kakek pulang dulu dan beri kabar kalau terjadi apapun pada Khalisa. ''
ucap Kakek Permana saat pamit keluar dari ruang rawat Khalisa dan Hendra mengiyakannya.
Hendra menghela nafasnya dan berbalik kembali masuk kedalam ruangan Khalisa setelah melihat Kakek Permana memasuki lift.
Hendra menatap wajah Khalisa yang terlihat begitu cantik walaupun tidak pernah memakai make up selama di rumah sakit, Hendra yang membersihkan tubuh Khalisa setiap pagi dan Sore, bahkan memakaikan minyak kayu putih agar tubuh Khalisa lebih segar dan hangat setelah di waslap.
''Segeralah sadar sayang, kedua anak kita sudah menunggu di rumah loh, kamu akan iri sama Mas karena kedua anak kita sangat mirip dengan Mas, bangunlah Khalisa mas rindu suara kamu, rindu perhatian kamu dan rindu manja nya kamu. ''
bisik Hendra tepat di telinga Khalisa karena dokter yang menyarankannya agar Khalisa menerima rangsangan suara dari orang terkasihnya.
Hendra mencium setiap inci wajah Khalisa dan terakhir mengecup kening Khalisa begitu lama dengan penuh kasih sayang.
.
.
.
Bersambung......