
Pagi hari menjelang.....
Pagi di kediaman Khalisa sedikit ramai karena Meli juga kedua anaknya mengunjungi rumah Khalisa, Larisa pagi sekali sudah berbelanja bahan makanan untuk memasak makanan kesukaan Khalisa dan Meli bersedia membantunya menemaninya berbelanja di pasar tradisional.
Sedangkan Khalisa saat ini masih terlelap di kamarnya, entah karena efek malam kemarin tidak tidur nyaman, entah karena memang Khalisa masih betah dengan matanya.
''Ternyata Mba Larisa dan Khalisa sangat mirip yaa, Khalisa hanya lebih bulat wajahnya dari Mba Larisa, saya bahagia karena Khalisa memiliki keluarga dan tidak sebatang kara. ''
ucap Meli dan membuat Larisa sedih mendengarnya.
''Terimakasih Mba Meli sudah menemani Khalisa di saat saat sulitnya. ''
ucap tulus Larisa dan Meli mengangguk tersenyum.
Larisaa sibuk menyiapkan makanan untuk Khalisa dan Meli hanya membantu memotong bahan masakannya, kedua anak Meli sedang makan puding yang di buat Larisa.
''Sepertinya bayi besarku harus di bangunkan deh Mba Meli, masakan keburu dingin kalau nunggu Khalisa bangun. ''
ucap Larisa dan Meli hanya tersenyum mendengar panggilan Larisa untuk Khalisa.
Larisa langsung pamit menuju kamar Khalisa dan Meli menata makanan di meja makan, Larisa tersenyum saat melihat putrinya masih bergelung dengan selimbut.
''Entah mimpi apa kamu saat ini sayang, wajah kamu begitu tenang sekarang. ''
ucap Larisa sambil mengelus pipi putrinya.
Larisa membuka gorden kamar lalu membuka jendela kamar agar udara nya lebih segar, Khalisa mengerjapkan matanya dan langsung duduk mencari cahaya yang menyilaukan matanya.
''Bangun Sayang.....udah siang loh, ayo bersihkan tubuh kamu, Mama sudah masak makanan kesukaan kamu. ''
ucap Larisaa saat Khalisa tersenyum menatap ke arahnya.
Khalisa langsung turun dari ranjang dan langsung keluar dari kamarnya menuju kamar mandi di belakang dekat dapur, Khalisa hanya tersenyum menatap Meli yang sibuk menata makanan di meja makan.
Larisa langsung merapihkan kasur yang berantakan dan menggelengkan kepalanya karena putrinya begitu semangat untuk mandi pagi.
Meli langsung pamit saat Larisa menghampirinya ke meja makan karena anak pertamanya harus bersiap sekolah dan Larisa memberikan dua piring makanan yang sudah di pisahkan untuk di bawa meli, Meli menerimanya dan langsung pamit pulang.
''Maaf Khalisa telat bangunnya Mama. ''
ucap Khalisa saat menghampiri Mamanya setelah segar.
''Gak apa apa, malah Mama senang loh sayang dan lebih baik kita makan yah. ''
jawab Larisa dan Khalisa langsung antusias untuk makan yang sudah di siapkan mamanya.
''Begini ternyata rasanya memiliki Mama, di bangunkan saat tidur dan di masakkan makanan enak. ''
gumam Khalisa dalam hatinya sambil memakan makanannya.
.
.
Siang menjelang.......
Larisa saat ini sedang bersiap siap untuk kembali ke kota karena pekerjaannya sudah menunggu dan Ayahnya pun sudah menelphone terus meminta Larisa pulang.
''Kamu bisa mengemudikan mobil gak sayang?? ''
Ucap Larisa saat Khalisa memakai sepatunya.
''Boro boro mobil, sepedah ajah gak bisa menggunakannya. ''
Ucap Khalisa dan Mamanya langsung mengelus pipi khalisa.
''Nanti Mama daftarkan kamu di kursus mengemudi mobil yah, ayo kalau sudah siap kita berangkat sebelum kemalaman sampai di kota. ''
Ajak Larisa saat melihat jam sudah menunjukan lewat tengah hari.
Khalisa seperti biasa menitipkan rumah pada Mba Meli dan Larisa pun memberikan sedikit uang untuk Meli yang lagi lagi gak bisa menolak karena Larisa memaksanya.
''Pokonya kalau ada apa apa Mba Meli langsung hubungi Khalisa yaa, Khalisa titp rumah dan di dapur ada makanan masih utuh di makan ajah yah, sama bahan makanan yang Mama beli juga banyak banget nanti Mba Meli ambil ajah. ''
Ucap Khalisa dan Meli mengagguk.
''Makasih sebelumnya Khalisa dan hati hai yaa di jalannya. ''
''Kita berangkat ya sayang, kamu siap kan?? ''
Ucap Laris saat Khalisa sudah duduk nyaman di sampingnya dan Khalisa menganggukan kepalanya.
Selama perjalanan hanya sesekali Khalisa mengobrol karena dia sibuk membalas email dari Ardi yang menanyakan keberadaannya, Khalisa pun menjelaskan dimana dia sekarang dan Ardi pun merasa lega mendengar dimana Khalisa berada.
''Kamu beneran punya rumah di kota?? Gak bohongkan sama Mama. ''
Ucap Lrisa untuk kesekian kalinya karena takut Khalisa berbohong.
''Beneran Mama dan Khalisa membelinya dari hasil pesangon sama tabungan selama bekerja. ''
Ucap Khalisa dan Larisa mengangguk percaya.
''Pikirkan matang matang sama kamu, pintu rumah Mama terbuka lebar kalau kamu berubah pikiran untuk tinggal bersama Mama dan Kakek kamu pasti akan sangat senang kalau kamu mau tinggal bersama kami. ''
Ucap Larisa dan Khalisa mengiyakannya.
''Khalisa minta waktu sebentar ajah yaah, Khalisa janji gak akan mengecewakan Mama. ''
ucap Khalisa dan Larisa langsung tersenyum senang.
Perjalanan empat jam akhirnya sampai di rumah Khalisa dan Larisa pun ikut masuk kedalam rumah karena dia ingin istirahat, selaa perjalana tidak sempat untuk istirahat dan hanya istirahat saat mengantri mengisi bahan bakar.
''Rumah kamu minimalis, elegan tapi sangat nyaman sekali sayang. ''
ucap Larisa saat putrimya menyajikan minuman untuknya.
''Khalisa sangat bahagia Mama karena membeli rumah ini dengan uang hasil kerja keras Khalisa sendiri, rumah ini juga belinya cash bukan credit. ''
ucap Khalisa dan Mamanya tersenyum senang mendengarnya.
''Pokonya kamu berkabar ajah yah sama Mama dan besok Mama akan menjemput kamu untuk mengikuti kursus mengemudi, hati hati di rumah yah. ''
ucap Larisa sambil beranjak pamit pulang dan Khalisa mengantarkannya menuju mobil.
''Mama juga hati hati mengemudikan mobilnya, kabarin Khalisa kalau sampai di rumah. ''
ucap Khalisa dan Mamanya mengacungkan jempolnya sambil masuk kedalam mobil.
Khalisa terus melambaikan tangannya hingga mobil yang di kemudikan Mamanya keluar dari gerbang utama komplek rumah nya.
''Besok berarti aku gak masuk kerja lagi, lagian kerjaan aku kan aman sampai seminggu ke depan, makanya Pak Ardi gak mempersalahkan aku pergi. ''
gumam Khalisa sambil menutup pintu rumahnya lalu menguncinya.
Khalisa langsung menuju kamar untuk membersihkan tubuhnya karena terasa sangat lengket dan Khalisa akan tidur lebih awal karena tubuhnya pun sedikit lelah.
Di perjalanan Larisa saat ini.....
Larisa sampai di kediamannya setelah melalui perjalanan tiga puluh menit dari kediaman Khalisa, Larisa langsung menghampiri Ayahnya karena memanggilnya saat mengetahui Larisa sudah sampai di pintu utama rumahnya.
''Ayah tahu kalau kamu pergi mencari keberadaan suami juga anak kamu, bagaimana hasilnya?? ''
ucap Sang ayah saat Larisa duduk bersandar di sofa.
''Mas Ilham sudah meninggal Ayah, tak lama kepergian Lara dari rumah kami, entah apa yang menyebabkan Mas Ilham sampai meninggal dunia, Putri Lara pun di asuh oleh Mendiang Ibunya Mas Ilham, tapi ibu pun meninggal empat tahun yang lalu, Putri Lara hidup sebatang kara selama lima tahun dan bekerja keras dengan keahliannya untuk mendapatkan uang, dia tumbuh jadi gadis yang cantik sekali Ayah dan sangat dewasa, tapi sayangnya Putri Lara gak mau ikut saat Lara mengajaknya pulang ke rumah ini, dia masih memikirkan nya katanya. ''
ucap Larisa dan Ayahnya langsung murung mendengarnya.
''Maafkan Ayah Lara, kalau dulu Ayah tidak membawa kamu pergi mungkin semua tidak akan seperti ini jadinya, terus kalau saat Ayah menjemput kamu di rumah dan ada Putri kamu pasti Ayah akan membawanya, maafkan Ayah Lara. ''
ucap Ayah Permana dan Larisa hanya mengembuskan nafasnya.
Larisa langsung pamit ke kamarnya karena tubuhnya terasa lelah dan juga ingin mengabari putrinya kalau dia sudah sampai di rumahnya.
.
.
.
tbc......