
Hari senin pagi......
Hendra langsung menuju perusahaan sahabatnya untuk menanyakan tentang Khalisa yang bekerja di perusahaan milik Ardi namun Hendra tidak mengetahuinya.
''Perasaan hari datang ke kantor Ardi, tapi kenapa gak pernah menemukan Khalisa dan anehnya Khalisa asisten kedua Ardi. ''
geram Hendra sambil berjalan menuju ruangan dimana Ardi bekerja.
Hendra langsung masuk kedalam ruangan tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu dan membuat Ardi langsung berdiri dari duduknya.
''Kamu kesambet hutan mana?? Datang datang bukan nya ucap salam ini malah buka pintu tanpa mengetuk dulu. ''
sindir Ardi sambil menghampiri sahabatnya dan duduk di samping nya.
''Kamu salah kata, bukan hutan tapi hantu. ''
ucap Hendra dan Ardi langsung tersenyum.
''Ada apa sih?? Kamu sedang datang bulan?? ''
ucap Ardi kembali karena tidak mendapatkan jawaban dari pertanyaan pertamanya.
''Kamu punya asisten kedua di perusahaan ini?? Sejak kapan?? ''
ucap Hendra dan membuat Ardi mengerutkan keningnya.
''Kenapa kamu baru nanya?? Sejak perusahaan mulai kembali stabil dan dia adalah hacker baru perusahaan ini, dia lebih jago dari si licik. ''
ucap Ardi dan Hendra langsung terdiam karena tidak menyangka kalau gadis yang di sukainya seorang hacker.
''Kamu mau kenalan dengan hacker nya?? Aku bisa panggil dia keruangan ini karena ada file yang tersumbat di komputerku. ''
ucap Ardi kembali dan Hendra mengiyakannya.
Ardi langsung menghubungi Khalisa dan meminta ke ruannya saat ini juga, Khalisa mengiyakannya dan membuat Hendra bersorak bahagia dalam hatinya.
''Tau darimana kalau aku punya asisten kedua?? ''
ucap Ardi yang merasa heran dengan sahabatnya kali ini.
''Dari Danu dan aku salah besar karena mengijinkan Danu mengambil alih sebagai wakil perusahaan aku yang mengurus kerjasama dengan kamu. ''
jawab Hendra dengan sedikit nada kesal.
''Aku juga merasa aneh kenapa Danu jadi semangat mengenai perusahaan, ternyata dia mendekati Khalisa dengan dalih kerjasama dan Khalisa mengetahui semuanya. ''
ucap Ardi yang mengiyakan ucapan sahabatnya.
''Aku sudah pindahkan Danu ke perusahaan inti dan semua kerjasama dengan kamu di atas kendaliku kembali, Danu hanya mempermainkan pekerjaan saja. ''
ucap Hendra dan Ardi kembali menyetujui ucapan sahabatnya.
Pintu ruangan di ketuk dan Khalisa lah yang masuk, Hendra tersenyum senang menatap Khalisa ada di hadapannya sedangkan Khalisa dan Ardi sama sama terheran pada Hendra.
''Pak Ardi ada keperluan apa yaa memanggil saya?? ''
ucap Khalisa saat masuk kedalam ruangan dan tidak memperdulikan Hendra yang sedang menatapnya.
''Ada yang mau kenalan sama kamu. ''
sindir Ardi dan membuat lamunan Hendra buyar.
''Siapa pak?? ''
jawab Khalisa dan Ardi langsung menunjuk Hendra.
''Ini sahabat saya Hendra, ingin kenalan sama kamu katanya. ''
ucap Ardi dan membuat Khalisa menghela nafasnya.
''Pak saya sudah kenal dengan Om Hendra, kemarin sabtu kami berkenalan dan untuk apa kenalan lagi, Pak Ardi malah membuat kerjaan saya tertunda. ''
kesal Khalisa karena memang pekerjaannya sedang sibuk di tinggalkan karena panggilan atasannya.
''Oalah.....kalian sudah kenal ternyata, maaf membuat kerjaan kamu jadi terhambat, saya memang butuh bantuan kamu sekarang, komputer saya mandet di file nya. ''
Khalisa langsung menghampiri meja atasannya dan memeriksa file nya dan memang ternyata benar file nya terkunci, Khalisa membuka nya hanya dalam hitungan detik dan menghapus semua virus yang ada di komputer milik atasannya.
''Sudah saya buka dan saya juga sudah hapus virusnya, file nya terkunci karena banyak virus di komputernya, saya sudah pasangkan anti virus nya, saya permisi kembali ke ruangan. ''
ucap Khalisa dan membuat Hendra langsung menyikut lengan sahabatnya dan reflek Ardi memanggil kembali Khalisa.
''Khalisa mau makan siang bersama gak?? Hendra mengundang makan siang hari ini. ''
ucap Ardi dan membuat Hendra menggeram kesal.
''Maaf Pak Ardi, saya bekal makan siang jadi gak bisa ikut dan terimakasih undangannya. ''
tolak Khalisa secara halus dan Ardi mengangguk.
Khalisa langsung menuju ruangannya kembali karena pekerjaan sangat banyak hari ini, semua dampak dari Rafi yang sedang di tugaskan ke perusahaan lama tempat Khalisa bekerja sebelumnya.
''Kemarin ibu dan anak yang mengacau, sekarang Om nya yang terlihat aneh. ''
gumam Khalisa dalam hatinya sambil berdecak kesal dengan.
Di kediaman Prayoga saat ini.....
Danu tidak seperti biasanya yang selalu semangat pergi ke perusahaan, namun hari ini Danu sedang kesal karena Om nya menugaskan ke perusahaan intinya.
''Maa....pliis bantu Danu sekali ajah. ''
desak Danu untuk kesekian kalinya kepada Sang mama.
''Ada apa sih Melin?? ''
ucap Sang Oma saat melihat cucunya merengek seperti anak kecil.
''Cucu Mama meminta Melin mengundang Khalisa makan malam nanti malam, Melin gak mau lah karena terlihat sekali kalau Khalisa gak nyaman sama Danu. ''
ucap Melin dan membuat Sang mertua mengerutkan keningnya.
''Maksud kamu, Danu di tolak seorang gadis?? Waah dia gadis tulus tuh dan harus di perjuangkan. ''
ucap semangat sang Oma dan membuat cucunya senang.
''Pliis Mama.....jangan ikutan kemauan Danu karena Khalisa menolak langsung Danu, kita gak bisa memaksakan kehendak kita. ''
ucap Melin yang tidak setuju dengan usul sang mertua.
''Mama ini emang gak dukung Danu, Omah pliis.....bantu Danu yah biar Khalisa menerima cinta Danu dan Danu janji bakalan menuruti apapun kemauan Omah. ''
ucap Danu dan membuat sang nenek sumringah karena Danu bisa di kendalikan namun Melin malah menghela nafasnya karena gak setuju dengan keinginan Danu.
''Baiklah.....Omah akan bantu kamu Danu dan janji yaa kamu harus menuruti keinginan Omah. ''
ucap sang nenek dan Danu langsung mengangguk.
''Terserah kalian saja dan kalau ada apa apa, Melin gak ikut bertanggung jawab. ''
ucap Melin sambil beranjak meninggalkan ruangan keluarga dan memilih menuju halaman belakang.
Sepeninggalan Melin, Nenek dan cucu itu langsung memikirkan cara agar Khalisa mau menerima cinta Danu yang masih menggantung selama satu bulan tanpa jawaban pasti, padahal Khalisa sudah menolak Danu secara halis namun Danu tidak menerimanya dan tetap mengejar Khalisa.
Melin tidak setuju kalau Danu memaksakan kehendaknya agar Khalisa menerimanya, Melin takut terjadi sesuatu kepada Putranya karena terlalu mencintai seorang wanita, Melin percaya kalau Khalisa bukan gadis matre karena terlihat dari penolakannya pada Danu, padahal wanita lain akan mengejar Danu karena ketampanan dan juga kekayaan yang dimilikinya.
''Bukan Mama gak mendukung kamu Danu tapi Mama takut kamu terluka karena penolakan dari Khalisa, Khalisa gadis yang tulus dan tidak memandang dari rupa dan kekayaan. ''
gumam Melin dalam hatinya sambil bertukar pesan dengan sang suami yang sedang di luar kota menemani papa mertuanya bertugas.
.
.
.
Tbc......