
Kakek Permana dan Larisa tak habis fikir dengan apa yang di ucapkan Khalisa, dia enggan menikah dan meminta pertanggung jawaban pada pria yang menodainya.
''Kenapa kamu gak mau meminta pertanggung jawaban Sayang?? apa yang sudah di lakukan nya sama kamu, dia harus bertanggung jawab Khalisa dan negara kita negara hukum, setiap tindakan harus bertanggung jawab, bayi dalam kandungan kamu berhak menerima semuanya, Kakek sanggup kalau hanya memberikan materi sampai anak kamu lahir nanti dan membesarkan nya, tapi bagaimana kedepannya kalau anak kamu menanyakan ayahnya, satu hal yang harus kamu tahu Khalisa, anak butuh identitas untuk menjalankan hidupnya dan juga masa depannya, apa kata orang nanti kalau anak kamu gak memiliki seorang ayah. ''
ucap Kakek Permana dan Khalisa hanya diam sambil sesegukan sisa tangisannya.
''Benar yang di bilang Kakek, siapa laki laki yang menodai kamu sayang?? Mama janji akan ada untuk kamu dan Mama akan selalu mendamping kamu. Beritahu kami yah. ''
ucap Larisa yang menyetujui ucapan kakek permana.
''Khalisa di perkosa Mama, makanya Khalisa gak mau meminta pertanggung jawaban pada dia, dia juga selalu datang menanyakan apa Khalisa hamil?? tapi Khalisa menolaknya dan Khalisa fikir hanya satu kali manamungkin bisa hamil, tapi tuhan berkata lain dan saat ini Khalisa malah hamil, Khalisa baru mengetahuinya dua hari lalu Mama. ''
ucap Khalisa dan Larisa langsung membelai wajah sang putri.
''Siapa laki laki itu Khalisa?? ''
ucap Kakek Permana untuk kesekian kalinya karena Khalisa tidak memberitahukannya.
''Om Hendra.....''
ucap Khalisa dan membuat Kakek Permana juga Larisa mengerutkan keningnya.
''Om Hendra?? maksud kamu Hendra Prayoga anaknya Wili?? ''
ucap Kakek Permana dan Khalisa menganggukan kepalanya.
''Astagfirullah..... Hendra ternyata, bagaimana bisa Sayang?? ceritakan kejadiannya. ''
ucap Larisa sambil menggenggam tangan sang putri.
''Saat pesta ulang tahun Danu, satu hari sebelum Khalisa bertemu dengan Mama, Om Hendra memperkosa Khalisa dengan paksa. hikss... hiks... ''
ucap Khalisa dan tangis pun kembali terdengar.
''Sudah jangan menangis yah, ada Kakek dan ada Mama kamu yang akan menjaga kamu. ''
ucap Kakek Permana sambil mengusap kembali rambut Khalisa dan langsung berjalan keluar dari kamar tamu yang di tempati Khalisa.
''Kamu istirahat yah sayang, kondisi kamu sekarang sangat lemah, Mama akan menghubungi dokter spesialis kandungan untuk menjadwal pemerikasaan kamu. ''
ucap Larisa dan Khalisa mengangguk sambil merebahkan tubuhnya di ranjang.
Larisa menyelimuti Khalisa dan langsung keluar dari kamar untuk menyusul sang Ayah, karena Larisa khawatir kalau Ayahnya akan berbuat macam macam.
''Ayah mau berbuat apa kepada Hendra?? walau bagaimanapun Hendra adalah ayah dari janin yang di kandung Khalisa, jangan berbuat nekad dan bicarakan baik baik, kalau mau bertanggung jawab kita terima dengan senang hati tapi kalau tidak mau bertanggung jawab, lebih baik jangan memaksa dan Lara akan membawa Khalisa pergi dari tanah air untuk melindunginya. ''
ucap Larisa dan Kakek Permana menyetujui nya.
''Ayah akan meminta Wili untuk menghubungi Hendra agar tetap di rumah, Ayah hanya ingin memberi pelajaran sekali saja karena bocah itu telah berani memperkosa cucu satu satunya Lara. ''
ucap Kakek Permana dan Larisa hanya bisa mengehela nafasnya.
''Yasudah terserah Ayah ajah dan Lara akan mendukung semua nya, Lara gak akan menemani Ayah ke kediaman Om Wili, Lara mau menunggu Khalisa dan Lara juga mau membawa Khalisa ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungannya. ''
ucap Larisa dan Sang Ayah menyetujuinya.
''Ayah pergi sekarang karena Wili memberitahukan kalau Hendra akan makan siang di rumah hari ini, kamu bawa Khalisa ke rumah sakit ajah dan nanti kabarin Ayah. ''
ucap Kakek Permana dan Larisa mengangguk.
''Hati hati Ayah....... ''
ucap Larisa sambil mengikuti sang Ayah menuju pintu utama untuk masuk kedalam mobilnya yang sudah di siapkan oleh supir.
Larisa menghela nafasnya melihat kepergian Ayahnya untuk menghampiri Hendra, Larisa yakin kalau Hendra laki laki baik dan melakukan salah karena memang dia menaruh hati pada putrinya.
Di perjalanan Kakek Permana saat ini....
Perjalanan tiga puluh menit akhirnya sampai di kediaman Prayoga, sudah tidak asing bagi kakek Permana dengan rumah keluarga sahabatnya itu.
Kakek Prayoga langsung masuk dan menyapa Opah Wili yang memang sedang menunggu kedatanggannya, bahkan Omah Maya langsung meminta koki memasak masakan banyak karena Kakek Permana akan gabung makan siang.
''Tumbenan sekali kamu datang siang siang dan meminta Hendra hadir, tapi kebetulan sih Hendra memang mau makan siang di rumah. ''
ucap Opah Willi dan Kakek Permana hanya mengangguk.
''Aku cuma ingin bertemu dengan Hendra sih sebenarnya, ada hal penting yang mau di bicarakan juga dengan Hendra. ''
ucap Kakek Permana dan Opah Wili mengiyakannya.
''Katanya Lara mau datang dengan anaknya juga, tapi mana gak ada ternyata. ''
ucap Omah Maya.
''Saat aku mau membawa Lara datang kesini kan gak jadi karena kamu sakit, pas kamu sembuh aku yang gak bisa karena harus ke luar kota untuk memperkenalkan Lara sebagai pemimpin baru di perusahaan. ''
jelas Kakek Permana.
''Iya juga sih, tapi kenapa sekarang Lara gak kamu Bawa?? ''
ucap Opaah Wili dan kakek permana hanya menggelengkan kepalanya.
''Putrinya sakit dan Lara sedang menunggunya, kalau aku memang ada keperluan dengan Hendra, makanya minta ke Wili suruh Hendra datang ke rumah. ''
ucap Kakek Permana dan saat akan menjawab ucapannya ternyata Hendra datang dan membuat Kakek Permana langsung beranjak.
Kakek Permana langsung beranjak dan mendekat ke arah Hendra, Kakek permana melayangkan satu pukulan ke wajah Hendra dan membuat semua keluarga Prayoga langsung tersentak karena Hendra langsung terjatu.
''Satu pukulan gak ada bandingannya saat kamu memperkosa cucuku Hendra. ''
ucap Lantang Kakek Permana dan membuat Hendra langsunh tersentak.
''Maksud kamu apa Permana?? Hendra kenapa kamu pukul secara tiba tiba?? apa kesalahannya?? ''
ucap Opah Willi sambil membantu membangunkan Hendra.
''Anak kamu emang kurang ajar Wili, dia telah tega memperkosa seorang gadis, tanpa belas kasihan dan memikirkan masa depan gadis itu, yang Hendra perkosa adalah cucuku Wili, cucu tunggalku. ''
ucap Kakek Permana dengan nada kesalnya dan membuat Hendra langsung terdiam dan mencerna ucapan Kakek Permana.
''Hendra jawab pertanyaan Papa, apa yang di ucapkan Om Permana itu benar?? ''
ucap Opah Wili dan Hendra masih diam.
''Maksud Om cucunya Om itu Khalisa?? ''
ucap Hendra dan kakek Permana menganggukan kepalanya membuat Hendra melototkan matanya.
''Maksud kalian apa sih?? aku gak ngerti sama sekali. ''
ucap Omah Maya.
''Khalisa adalah cucuku dan Khalisa adalah putri dari Larisa dan mendiang suaminya, Hendra dengan teganya memperkosa Khalisa dan tidak memikirkan bagaimana nasib masa depan Khalisa kedepannya, walaupun Khalisa bukan cucuku juga tetap kan prilaku Hendra sangat mengecewakan. ''
ucap Kakek Permana dan membuat Opah Wili langsung menampar wajah Hendra.
.
.
.
Bersambung.......