Khalisha

Khalisha
Data Suamiku......



Saat ini Khalisa sudah berada di kamarnya, setelah bersih bersih Khalisa memilih selonjoran di ranjangnya dan menunggu suaminya yang masih membersihkan tubuhnya di dalam kamar mandinya.


''Mandinya lama banget kaya putri ajah. ''


gumam Khalisa saat menunggu suaminya yang masih betah di dalam kamar mandi.


Khalisa menunggu suaminya untuk meminta nomer Om Om yang menyukai Mamanya dan Khalisa akan mencari tahu semua tentang dia.


Pintu kamar mandi terbuka ternyata Hendra keluar dengan handuk di tangannya untuk mengeringkan rambutnya, Khalisa terus memperhatikan setiap gerak gerik suaminya.


''Kamu sengaja yaah melambatkan aktifitas kamu Mas Hendra. ''


ucap Khalisa saat suaminya terlihat lambat membereskan aktifitasnya.


''Seperti biasa deh kayanya, ada apa memangnya?? ''


ucap Hendra sambil berjalan menyimpan handuk basahnya.


Khalisa tidak menjawab dan menunggu suaminya menghampirinya, setelah Hendra menghampirinya barulah Khalisa duduk bersandar kembali.


''Ada apa sayang?? kamu menginginkan sesuatu?? ''


ucap Hendra dan Khalisa menganggukan kepalanya.


''Minta nomer Om Om yang suka ke mama dong?? ''


ucap Khalisa dan berhasil membuat suaminya melototlkan matanya.


''Buat apa?? jangan bilang kamu naksir sama dia dan mau menghubunginya?? ''


tuduh Hendra dan membuat Khalisa memanyunkan bibirnya.


''Kamu menuduhnya sangat keterlaluan Mas, lihat perut aku buncit gini mana ada yang mau. ''


kesal Khalisa yang mendengar tuduhan suaminya.


''Buat apa coba?? jangan macam macam Sayang karena kamu yang akan rugi. ''


ucap Hendra dan membuat Khalisa memukul lengan suaminya.


''Aku gak selera sama Om Om yaa, aku cuma mau mencari tahu tentang dia ajah kalau baik aku akan buat Mama bersanding sama dia, karena aku merasakan klau di cintai itu sangat bahagia. ''


ucap Khalisa dan Hendra langsung terdiam.


''Kamu melakukan pelanggaran kau sampai meretas data pribadinya loh Sayang. ''


ucap Hendra dan Khalisa hanya mengangkat bahunya.


''Ayo Mas minta nomernya dong. ''


ucap Khalisa sambil mengulurkan tangannya pad suaminya.


''Besok saja kamu mencaritahunya dan sekarang waktunya tidur, ibu hamil gak baik bergadang sampai malam. ''


jawab Hendra sambil menarik tangan Khalisa untuk merebahkan tubuhnya.


Khalisa akhirnya setuju dan langsung merebahkan tubuhnya di samping suaminya, Khalisa menatap Hendra yang memejamkan matanya tapi tangannya mengusap rambut Khalisa.


''Mas Hendra udah tidur belum?? ''


ucap Khalisa sambil menusuk nusuk pipi Hendra.


''Hemmmm..... ''


jawab Hendra dan membuat Khalisa menggeram kesal. dengan jawaban suaminya.


''Ayolah jangan tidur dulu kalau belum ngantuk Mas, aku tau kamu menghindar kan. ''


ucap Khalisa dan Hendra tetap menutup matanya karena memang saat ini dia sangat mengantuk juga lelah tubuhnya.


Khalisa terdiam dan menunggu suaminya pulas, setelah beberapa menit menunggu akhirnya Hendra tertidur pulas karena terdengar dengkuran halus dari nafasnya dan usapan di rambut Khalisa sudah berhenti.


Khalisa melepaskan dekapan tangan Hendra dan langsung turun dari ranjang setelah melihat suaminya terlelap, Khalisa merasa aneh dengan rumah Mamanya karena tidak pernah mendapati guling di mana mana dan Khalisa merasa aneh.


''Padahal kalau ada gulingkan bisa menggantikan dekapan Mas Hendra biar tetap tidak terbangun. ''


ucap Khalisa sambil turun dari ranjang menuju meja dimana leptopnya berada.


Khalisa keluar dari kamar sambil membawa leptopnya, waktu menunjukan pukul sembilan malam dan rumah sudah terlihat sepi, mungkin efek acara tadi siang membuat penghuni rumah kelelahan.


''Mama kenapa belum tidur?? ''


ucap Khalisa saat duduk di samping Mamanya.


''Mama belum ngantuk dan ada sedikit kerjaan, kamu sendiri kenapa belum tidur?? ''


ucap Larisa sambil melepaskan kacamatanya dan menatap putrinya.


''Khalisa belum ngantuk Mama dan di kamar juga bosan gak ada teman bicara, Mas Hendra udah pulas tidurnya. ''


ucap Khalisa dan Mamanya tersenyum.


''Mau Mama buatkan minuman hangat gak?? biar santai duduknya. ''


ucap Larisa dan Khalisa mengangguk.


''Yasudah tunggu disini dan Mama buatkan coklat hangat, kebetulan Mama juga mau. ''


ucap Kembali Larisa saat Khalisa menyetujui minuman yang akan di buatnya.


Khalisa menghidupkan leptopnya dan langsung membuka file file yang ada di dalam leptop, Leptop nya sebenar nya milik perusahaan namun Ardi memberikannya untuk Khalisa.


''Gimana kalau mulai dari Mas Hendra?? gak dosa kan kalau mengorek tentang dia. ''


gumam Khalisa dalam hatinya sambil mulai melancarkan aksinya.


Khalisa begitu serius menatap layar di depannya, mencari data seseorang bukan hal sulit hanya dalam beberapa menit dia dapat meretas semua akses milik yang di carinya.


Di dapur saat ini Larisa baru selesai membuat minuman hangat dan membawa air mineral untuk minumnya juga, Larisa menatap Khalisa yang sedang fokus dengan layar monitornya.


''Mirip sekali dengan Mas ilham kalau sedang serius seperti ini, jadi rindu kembali dengan Mas ilham. ''


gumam Larisa dalam hatinya dan berhenti sejenak menatap putrinya.


Larisa menormalkan kembali keterkejutannya dan langsung berjalan menghampiri putrinya, Khalisa tersenyum saat Mamanya menyajikan dua cangkir coklat hangat dan dua botol air mineral.


''Kamu sedang meretas data siapa?? awas kalau sampai di ganggu aktifitasnya. ''


ucap Larisa saat melihat Khalisa begitu fokus.


''Khalisa cuma mengawali dari suaminya Khalisa, gak dosa kan Mama kalau Khalisa mencari tahu semua nya, untuk meyakinkan saja sih. ''


ucap Khalisa dan Mamanya hanya menggelengkan kepalanya sambil mengacungkan jempolnya.


Khalisa kembali fokus dengan informasi yang di dapatnya, Khalisa langsung takjub dengan kekayaan yang dimiliki suaminya bahkan itu tidak ada kaitan nya dengan keluarga Prayoga.


''Gak nyangka Mas Hendra bisnisnya di mana mana dan semua gak ada sangkut pautnya dengan keluarga Prayoga loh Mama. ''


ucap Khalisa dan Mamanya langsung ikut menatap layar monitor.


''Hendra memang mandiri dan gigih sejak remaja, otaknya sangat encer dalam dunia bisnis dan itu di turunkan dari Om Willi selaku ayahnya, bedar juga sayaap perusahaannya. ''


ucap Larisa dan Khalisa mengangguk.


''Lihat ada kejutan untuk Mama dan kita sama sama akan takjub. ''


ucap Khalisa saat menekan enter untuk membuka file rahasia keuangan suaminya.


Menunggu dua menita dan keluarlah semua data data keuangan dan semua data Bank di tanah air memiliki dana atas nama suaminya.


''Kamu hebat sayang bisa dapatkan laki laki yang memiliki bebet, bibit dan bobot yang mempuni, menurut Mama sih kamu harus memanfaatkan nya dengan baik. ''


ucap Larisa saat melihat data keuangan yang di buka Khalisa.


''Pantas saja dia pede dan berani bicara sama Kakek, ternyata suami Khalisa memang masuk kriteria Kakek kan Mama. ''


''Benar Sayang, Kakek gak akan mengijinkan cucu kesayangannya di miliki laki laki yang tidak bertanggung jawab, baik materi ataupun kasih sayang dan Hendra masuk kriteria Kakek, jadinya dia mengijinkan Hendra menikahi kamu, secara finansial sih Kakek kamu mampu membiayai tujuh turunannya tapi Kakek beralasan kasih sayang seorang ayah yang di butuhkan calon anak yang ada dalam kandungan kamu. ''


Khalisa kembali fokus dengan layar monitornya setelang menutup kembali data sang suami, Khalisa langsung meminum coklat hangatnya sebelum meminta nomer laki laki yang menyukai Sang Mama.


.


.


.


Bersambung.......