Khalisha

Khalisha
Kepergian Hendra.....



Setelah derama haru, tangisan dan ucapan maaf yang terus di lontarkan Kakek Permana, Kakek Permana langsung meminta Khalisa duduk di sampingnya, sedangkan Larisa langsung pamit untuk membersihkan tubuhnya karena terasa lengket.


''Kakek senang karena kamu beneran cucu Kakek, saat pertama bertemu kamu di rumah Wili. Kakek merasakan firasat berbeda, makanya Kakek langsung pulang dan menolak makan malam dari Wili. ''


ucap Kakek Permana dan Khalisa hanya tersenyum.


Khalisa memperhatikan sekitar rumahnya Kakek Permana yang begitu mewah, bahkan terlihat seperti di negeri dongeng.


''Apakah semua ini mimpi?? terasa sekali seperti bohong tapi ini nyata ada dihadapanku ya allah.. .. ''


gumam Khalisa dalam hatinya.


Kakek Permana langsung mengelus pipi Khalisa dan langsung membuyarkan lamunan Khalisa, Khalisa kembali tersenyum menatap Kakek Permana.


''Kenapa Khalisa?? kamu masih marah sama Kakek?? dari tadi diam dan melamun. ''


ucap Kakek Permana kembali setelah membuyarkan lamunan Khalisa.


''Khalisa hanya merasa seperti mimpi ajah, masih memiliki Mama dan Kakek, Khalisa gak menyangka Kakek. ''


ucap Khalisa dan Kakek Permana langsung menatap sendu ke arah Khalisa.


''Kakek gak akan ungkit masa lalu lagi, takut kamu jadi benci sama Kakek, mulai sekarang Kakek akan menjaga kamu Khalisa, Kakek akan membalas semua kesalahan lima belas tahun lalu yang Kakek lakukan, maukan kamu memberikan Kakek kesempatan?? ''


ucap Kakek Permana.


''Khalisa sangat bahagia Kakek dan gak akan melarang Kakek atau Mama melakukan apapun demi kebaikan Khalisa. ''


jawab Khalisa dan membuat Kakek Permana tersenyum.


''Kemarin Kakek mendengar cerita kamu yang di bodohi Danu, kamu gak di apa apakan sama Danu?? dia masih saudara kita Sayang, walaupun saudara jauh tapi tetap ada ikatan. ''


ucap Kakek Permana yang teringat dengan cerita Omah Maya kemarin.


''Danu gak macam macam kok sama Khalisa dan Mama juga bilang besok mau datang ke rumah keluarga Prayoga, untuk memberitahukan kesalahfahaman ini dan biar Danu gak ngejar Khalisa lagi kakek. ''


ucap Khalisa dan Kakek Permana langsung mengiyakannya.


''Tinggal di rumah ini yah Sayang, Kakek akan sangat bahagia kalau kamu mau tinggal di rumah ini bersama Kakek dan Mama kamu. ''


''Khalisa mau Kakek tapi Khalisa harus pulang dulu untuk mengambil berkas berkas penting sama pakaian Khalisa juga. ''


ucap Khalisa yang akhirnya menerima permintaan Kakek permana.


''Oke Sayang, Kakek akan antarkan kamu untuk mengambilnya dan bawa pakaian yang menurut kamu butuh ajah, Kakek akan siapkan semua kebutuhan kamu di rumah ini. ''


ucap Kakek Permana dengan nada bahagianya.


''Asik sekali mengobrolnya. ''


ucap Larisa yang menghampiri dan langsung duduk di samping Khalisa.


''Lara.... siapkan kebutuhan Khalisa yah, Khalisa mulai hari ini tinggal bersama kita di rumah ini. ''


ucap Kakek Permana dan larisa langsung menatap putrinya.


''Benarkah Sayang?? kamu sudah setuju tinggal sama Mama dan Kakek di rumah ini?? ''


ucap Larisa meyakinkan kembali dan Khalisa mengangguk membenarkannya.


''Benar Mama, Khalisa mau tinggal sama Mama dan Kakek. ''


ucap Khalisa dan Larisa langsung memeluk putrinya sambil tersenyum bahagia.


''Mama akan siapkan semua kebutuhan kamu, barang barang kamu nanti saja di ambilnya yah jangan sekarang. ''


ucap Larisa dan Khalisa mengiyakannya.


Khalisa langsung senang melihat kamar pribadinya yang begitu indah dan luas, Khalisa ingin merasakan kasih sayang seorang Ibu walaupun kasih sayang Ayah tidak pernah dia rasakan tapi Kakek Permana seperti menggantikan sosok Ayahnya saat ini.


''Kamar ini khusus untuk kamu Sayang, terimakasih Khalisa karena kamu bersedia tinggal bersama kami, Mama dan Kakek akan menjaga juga melindungi kamu, berbahagialah sayang dan nikmati hidup kamu saat ini, itu yang Mama harapkan. ''


ucap Larisa dan Khalisa langsung tersenyum mengangguk.


''Pakaian kamu belum semua tersedia jadi Mama bawakan pakaian Mama yang masih baru, Mama janji besok lemarinya akan di penuhi pakaian dan perlengkapan kamu. ''


ucap Larisa saat pelayan membawakan beberapa pakaian masuk kedalam kamar Khalisa.


''Makasih Mama... ''


jawab Khalisa dan Larisa tersenyum sambil meminta pelayan menyimpan pakaian yang di bawanya ke area ruang ganti pakaian.


''Yasudah kamu istirahat dan bersihkan tubuh kamu, nanti turun untuk makan malam ajah yah, jangan banyak melamun dan kamu harus fokus. ''


ucap Larisa dan Khalisa mengangguk.


Setelah Larisa dan pelayan keluar dari kamar, Khalisa langsung menjatuhkan tubuhnya di ranjang dan merasakan nyaman sekali kasurnya.


Di kediaman Prayoga saat ini.....


Hendra sedang terdiam di depan jendela kamarnya, dia sedang kesal dengan Sang mama yang meminta kembali untuk berkencan dengan wanita pilihannya, Hendra langsung menolak dan langsung begitu sajah meninggalkan Mamanya yang terus memanggilnya.


''Yang aku mau hanya Khalisa saat ini, bukan wanita manapun. ''


gumam Hendra dalam hatinya sambil merenung memikirkan kejadian malam dengan Khalisa.


Hendra berbalik dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, Hendra memutuskan untuk tinggal di Apartemen nya yang sudah rampung di renovasi dan malam ini Hendra akan menempatinya karena sudah pusing dengan permintaan Mamanya.


Hendra sudah selesai membersihkan tubuhnya dan langsung menyambar tas kerjanya lalu segera menuju lantai satu untuk begabung dengan keluarga lainnya.


''Kamu mau kemana Hendra?? malam malam mau bekerja?? ''


ucap Haris saat melihat sang adik membawa tas kerja dengan style santai nya.


''Hendra mau pindah ke apartemen kak, malam ini makan malam terakhir di rumah ini. ''


jawab Hendra sambil berjalan menuju meja makan.


''Kamu benar benar mengecewakan Mama yah Hendra, semua Mama lakukan untuk kebaikan dan masa depan kamu, kenapa kamu malah mau pergi dari rumah ini?? ''


ucap Omah Maya yang mendengar obrolan kedua putranya.


''Hendra pusing Mama di rumah ini, sudah berapa kali Hendra bilang kan. Kalau Hendra memiliki pilihan wanita sendiri jadi Hendra mohon jangan maksa dan jodohin Hendra, maaf Hendra sepertinya mau menempati apartemen pribadi milik Hendra yang sudah selesai di renovasinya. ''


ucap Hendra sambil duduk dan mulai memakan makanannya.


Saat Omah Maya akan menjawab ucapan putranya, Opah Wili langsung mencegahnya dan memberikan isyarat untuk melanjutkan makannya.


''Papa harap ini keputusan terbaik untuk kamu Hendra dan Papa dukung semua yang kamu lakukan, asal jangan mempermalukan keluarga kita. ''


ucap opah Wili dan saat Omah Maya akan protes dengan keputusan suaminya, Opah Wili memberikan isyarat untuk diam.


Makan malam keluarga Prayoga pun berlasung dengan kesunyian setelah perdebatan Hendra dan Omah Maya, bahkan Danu pun hanya diam tanpa ikut berbicara yang biasanya membela Hendra.


Hendra langsung pamit setelah makan malam selesai dan langsung menuju mobilnya untuk segera menuju apartemen nya.


.


.


Bersambung.