Khalisha

Khalisha
Hari pertama



Hai kakak kakak semuanya......


terimakasih sudah mendukung ceritanya KHALISA, yuuk dukung ceritanya karena di ending ceritanya akan ada hadiahnya, kategori penilaiannya masih rahasia yaa, pokonya dukung saja ceritanya dulu dan berikan like, komentar, voute, hadiahnya jgn lupa yaa.....


makasih.......


...****************...


Pagi pertama sebagai seorang istri untuk Khalisa, namun Hendra tetap terbangun pertama dan langsung menuju halaman belakang rumah untuk joging pagi.


Hendra membiarkan Khalisa yang masih tidur nyenyak dan gak berani membangunkannya.


Di kamar saat ini.....


Khalisa membuka matanya dan tidak mendapati suaminya yang tertidur di sampingnya, Khalisa beranjak dan meminum air yang ada di meja samping ranjang nya.


''Om Hendra kemana yah?? masa baru menikah sudah kerja lagi. ''


ucap Khalisa sambil berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


khalisa hanya sepuluh menit berurusan dengan kamar mandi dan langsung mengeringkan tubuhnya lalu menuju ruang ganti untuk memakai pakaiannya.


Khalisa menatap jam yang baru menunjukan pukul tujuh pagi dan Khalisa segera menuju ruang makan untuk mengisi perutnya yang terasa lapar.


Tapi saat menuju meja makan ternyata terdengar suara Hendra yang sedang mengobrol dengan Kakek nya dan membuat Khalisa langsung menuju asal suara ternyata di halaman belakang.


''Tuan putri baru bangun..... sini Sayang gabung. ''


ucap Kakek Permana saat Khalisa menghampirinya dan duduk di samping sang Kakek.


''Mama udah pergi yaah Kakek?? ''


ucap Khalisa saat menyadari Mamanya tidak ada.


''Mama kamu pergi tadi pagi banget, ada kerjaan ke kota sebelah dan tadinya mau membangunkan kamu tapi kasian takut masih mengantuk, lagian Mama kamu nanti malam juga pulang kok. ''


jawab Kakek Permana dan Khalisa mengangguk.


''Kamu belum makan yah?? Ayo Mas suapi makan dulu biar banyak porsi makannya. ''


ucap Hendra dan Khalisa mengangguk lalu di setujui Kakek Permana.


''Sana makan dulu jangan sampai Cicit cicit Kakek kelaparan karena Mamanya gak mau makan. ''


ucap Kakek Permana dan Khalisa tersenyum sambil menerima uluran tangan suaminya.


Hendra langsung menggandeng Khalisa memasuki rumah meninggalkan Kakek Permana yang sibuk dengan majalah di tangannya.


''Mas juga belum makan yah?? ''


ucap Khalisa saat melihat pakaian Hendra yang basah karena keringat.


''Belum, kan nunggu barengan kamu makannya dan Ini bari selesai olah raga. ''


jawab Hendra sambil menarik kursi yang akan di duduki Khalisa.


Pelayan langsung menyiapkan makanannya saat Hendra meminta nya, Khalisa hanya duduk sambil memperhatikan suaminya yang menyiapkan berbagai menu makann yang ada di meja.


Hendra dengan telaten menyuapi Khalisa dan menyuapi juga untuknya, Khalisa tidak banyak berkomentar dan menerima suapannya.


''Mau ikut ke rumah Mas gak Sayang?? ''


ucap Hendra dengan nada yang normal dan tidak secanggung semalam.


''Rumah yang mana Mas?? Omah Maya atau apartemen kamu?? ''


jawab Khalisa dengan kunyahan makanan yang di suapi Hendra.


''Apartemen laah dan nanti pulangnya baru ke rumah Mama sebentar kalau mau. ''


jawab Hendra dan membuat Khalisa terdiam.


''Boleh Khalisa nolak ikut ke rumah Mas gak?? ''


ucap Khalisa dan Hendra menggelengkan kepalanya.


''Sepertinya gak bisa karena Mas juga pengen kamu ikut juga Khalisa. ''


Hendra kembali menyuapi Khalisa dan menyuapi untuk dirinya, hingga makanan habis pun tidak ada lagi obrolan dari mereka berdua.


Setelah selesai makan Hendra pamit ke kamar karena memang ingin membersihkan tubuhnya dan bersiap. untuk kembali ke apartemen nya membawa beberapa barang yang tertinggal.


Khalisa meminta di buatkan makanan seperti biasa ke koki di rumahnya dan setelahnya memilih menuju taman belakang menemani Kakek Permana.


''Kakek gak bosen baca majalah terus?? ''


ucap Khalisa saat duduk di samping sang Kakek.


''Gak laah..... ini kan majalan bulanan khusus pebisnis loh Sayang, suami kamu juga pasti punya majalah seperti ini. ''


jawab Kakek Permana dengan senyumnya.


''Males nanyain Khalisanya, Kakek nanti Khalisa sama Mas Hendra mau ke rumah Mas Hendra ngambil barang barang yang tertinggal. ''


ucap Khalisa dan Kakek Permana mengangguk.


''Kakek sudah tau loh dan lebih baik kamu bersiap sana sekarang, ingat yah siapkan semua kebutuhan suami kamu dan layani dia jangan sampai minta layani sama pelayan. ''


ucap Kakek Permana yang mengingatkan Khalisa karena memang dahulu dia mengalaminya.


Khalisa mengiyakannya dan langsung beranjak menyusul Hendra ke kamarnya untuk membantu bersiap, setelah kepergian Khalisa sang Kakek menghela nafasnya.


''Jangan sampai sifat kamu menurun dengan Nenek. kamu dahulu yang selalu meminta di layani pelayan termasuk membantu persiapan suami, karena rasanya gak nyaman Cucuku. ''


gumam Kakek Permana dalam hatinya sambil menatap punggung Khalisa yang berjalan menjauh menuju pintu kamarnya.


Khalisa tersenyum saat masuk kedalam kamar karena Hendra sudah rapih dengan pakaian santainya, Khalisa langsunh duduk di sisi ranjang yang sudah rapih dan Hendra lah yang merapihkannya karena Khalisa paling tidak suka pelayan masuk kedalam kamar pribadinya.


Hendra tersenyum dan menghampiri Khalisa yang duduk di sisi ranjangnya, Hendra berjongkok di hadapan Khalisa dan menggenggam kedua tangan Khalisa.


''Perutnya sedikit menonjol yah. ''


ucap Hendra saat mengelus perut Khalisa yang terlihat tidak rata.


''Isi nya dua babby makanya agak menonjol, padahal usianya baru enam minggu di tambah akunya makan terus. ''


jawab Khalisa dan Hendra hanya tersenyum.


''Bagus dong makan terus jadinya kan Babby nya gak kekurangan gizi. ''


jawab Hendra sambil beranjak menuju ruang ganti mengambil jam tangannya.


Khalisa menyusul kedalam ruang ganti mengambil tas selempang dan blezer untuk di pakainya, Khalisa hanya menggunakan dress selutut tanpa lengan dan di tutupi blezer untuk menutup lengannya.


''Ayo berangkat sebelum siang biar gak panas. ''


ajak Hendra saat Khalisa menyisir rambutnya dan Khalisa mengangguk.


Hendra dan Khalisa pamit pada Kakek Permana, lalu menuju keluar rumah dan Khalisa meminta Hendra menggunakan mobilnya karena dia gak mau menggunakan mobil milik Hendra.


''Kenapa malah gak mau pakai mobil yang putih?? ''


ucap Hendra saat mulai melajukan mobilnya.


''Warna mobilnya bikin silau. ''


jawab Khalisa dan membuat Hendra mengerutkan keningnya.


''Mobil itu kan sudah biasa di gunakan sama Mas loh dan kamu juga pernah menaiki mobilnya. ''


ucap Hendra dan Khalisa langsung memalingkan wajahnya karena malas kalau harus berdebat perihal mobil.


Khalisa semakin aneh sekali semenjak hamil, pribadi yang tadinya tangguh dan kuat sebagai wanita, semua sirna dan menjadi Khalisa yang manja dan berlawan dari Khalisa yang biasanya.


.


.


.


Bersambung.......