Khalisha

Khalisha
obrolan serius.......



Pagi hari pertama di rumah asing untuk Khalisa, dia sudah bangun sedari subuh karena perutnya begitu lapar dan Khalisa mencari bahan makanan yang ada di kulkas ternyata cukup untuk membuat makanan dan Sarapan untuk keluarganya.


Khalisa begitu asik dengan dunia dapurnya dan tidak menyadari kalau Suaminya memperhatikannya di pintu, Hendra yang gemas langsung memeluk Khalisa dan membuat Khalisa terlonjak kaget.


''Pagi pagi udah nyanyi nyanyi sambil goyang lagi, kamu mau membuat suamimu ini memakan kamu di dapur ini heummm....''


Hendra berucap lirih sambil mencium pipi Khalisa.


''Lepas ihh gerah tau, kamu nya ajah yang mesum pikirannya. ''


jawab Khalisa sambil menuangkan masakannya ke atas piring.


''Perlu bantuan gak?? ''


Hendra menawarkan bantuan saat melihat istrinya sibuk dengan menata makanan.


''Telat.....ini sudah selesai semuanya, Mas lebih baik mandi dan kita siap siap pulang. ''


ucap Khalisa dan Hendra mengiyakannya.


Keributan di dapur mengundang Om Marwan melihatnya karena dia menginap dan kamar tidurnya lebih dekat dengan dapur.


''Selamat pagi...... ''


sapa Om Marwan yang menghampiri.


''Selamat pagi Om.... ''


jawab Hendra dan Khalisa bersamaan.


Hendra membantu menyiapkan piring nya karena Khalisa menyiapkan nasi kedalam wadah, pagi ini Khalisa memasak makanan berat karena hanya ada bahan masakan berat di kulkas.


Tak lama Daren pun datang dan meminta makan, Khalisa langsung menyiapkan makanan nya untuk keponakannya itu.


''Om Marwan mau sekalian makan?? ''


tawaran Khalisa saat suaminya dan keponakannya memilih makan.


''Om nanti saja barengan Mama kamu. ''


ucap Om Marwan dan Khalisa mengangguk.


Om Marwan pamit ke kamar nya kembali untuk membersihkan tubuhnya, sedangkan Khalisa memilih gabung makan karena sangat lapar perutnya.


''Om Hendra..... nanti bisa ke rumah dulu kan?? Daren mau bawa alat alat sekolah sama yang lainnya. ''


ucap Daren dan Hendra mengiyakannya.


''Hari ini kamu libur sekolah dulu, ayo lanjutkan makannya dan nanti kita ambil perlengkapan kamu di rumah yaa.... ''


Khalisa yang menjawab karena suaminya asik dengan makanannya.


''Pagi semuanya..... ''


ucap salam Larisa yang sudah rapih dengan pakaiannya.


''Pagi Maa.... ayo gabung sarapan. ''


jawab Khalisa karena suaminya fokus dengan makanannya.


''Ehh.... tunggu Mama, lebih baik ke kamar Om Marwan dan ajakin makan, tadi dia menolak di ajak makan karena mau bareng sana Mama. ''


cegah Khalisa saat Mamanya akan menuangkan makanan dan Mamanya langsung mengangguk.


Larisa langsung menuju kamar calon suaminya itu dan mengajak makan bersama dan ternyata tidak ada sahutan, membuat Larisa kembali ke meja makan.


''Gak ada respon dan mungkin sedang mandi. ''


ucap Larisa saat menghampiri kembali ke meja makan.


''Kayanya sih yasudah Mama tunggu selesai saja dan nantinya kasian Om Marwan nya kalau Mama makan bareng kita. ''


ucap Khalisa dan Larisa mengiyakannya.


''Mama mau buat minuman saja deh kalau begitu. ''


jawab Larisa sambil berjalan menuju dapur dan terdiam karena di dapur kosong tidak ada pelayan.


Larisa langsung kembali ke meja makan untuk menanyakan pelayan yang di tugaskan di rumah nya ini.


''Khalisa..... pelayan yang memasak kemana?? ''


ucap Larisa saat menghampiri putrinya.


''Pelayan yang mana Mama?? perasaan dari aku masak gak ada pelayan deh. ''


''Mama kira pelayan yang masak makanan pagi ini, ternyata kamu sayang?? ''


ucap Larisa saat membaca pesan dari pelayan yang memberitahukan tidak bisa datang pagi ini.


''Mau siapa lagi yang masak dan sudah lah gak masalah buat Khalisa, cuma masak nya seadanya yang ada di kulkas ajah, Mama mau Khalisa buatkan minumnya. ''


tawaran Khalisa saat Mamanya seperti kebingungan menatap nya.


''Gak usah sayang, kamu lanjutkan makannya dan Mama sendiri yang akan membuat minumnya. ''


tolak Larisa dan langsung menuju dapurr.


Khalisa akhirnya ikut makan dengan tenang di samping suaminya yang begitu lahap memakan makanan masakan Khalisa.


Om Marwan menghampiri dengan wajah lebih segar dan langsung duduk bergabung di samping Daren, Larisa langsung membantu menyiapkan makanannya untuk Om Marwan.


Sarapan pagi pertama bagi Om Marwan dan Larisa dengan keluarga Larisa, walaupun tidak lengkap namun tetap enjoy memakan makanannya.


Setelah selesai makannya, Larisa langsung membantu Khalisa membersihkan sisa sisa piring kotornya dan menyimpan sisa makanan ke wadah yang akan di bawa pulang ke kota karena tidak mungkin di simpan di rumah yang kosong.


''Mama ikut pulang barengan aku kan?? ''


tanya Khalisa saat merapihkan piring bekas di cuci mamanya.


''Barengan kamu lah, kan Om Marwan emang tinggal di kota ini. ''


jawab larisa dan Khalisa mengangguk tersenyum.


Sambil menunggu suaminya mandi Khalisa memilih duduk sambil menjemur tubuhnya, pagi ini cahaya matahari begitu nyaman menerpa tubuhnya.


Larisa dan Om Marwan duduk mengobrol sambil mengawasi Khalisa yang sedang menjemur tubuhnya.


''Mau Mas antarkan pulang sampai rumah?? kalau may bisa Mas atur. ''


ucap Om Marwan saat Larisa duduk tenang di sampingnya sambil memandang putrinya.


''Gak usah Mas Marwan, aku pulang barengan anak anak saja. ''


tolak Larisa karena dia merasa kurang nyaman dengan calon suaminya yang menurutnya terlalu baik.


''Yasudah kalau gak mau, kabarin kalau nanti sampai rumah yaa dan jaga hati kamu. ''


''Mas Marwan ada ada saja, yang ada tuh kamu harus jaga hati, secara kamu masih bujangan dan berkelas tentunya, mana ada wanita yang menolak kamu. ''


''Aku ga tertarik pada wanita manapun selain kamu, percayalah Lara. ''


''Iya percaya dan sudah jangan bahas yang membuat keributan, sepertinya pernikahan kita akan sangat delay deh, Ayah masih sibuk membantu keluarga Om Wili dan mereka bukan orang lain karena Mba Melin keponakan Ayah. ''


''Gak apa apa delay juga, yang penting kamu jangan membatalkan pernikahan saja. ''


''Mas jika nanti kita menikah dan tuhan tidak memberikan keturunan untuk kita bagaimana?? aku mau dari sekarang kita bicarakan sebelum pernikahan tiba. ''


''Lara..... soal anak adalah rezeki dari tuhan, kalau tuhan tidak menyertai kita untuk di berikan anak yaa.... gak masalah karena bagi Mas adalah bisa bersama kamu sudah cukup, lagian ada Khalisa kan yang akan menjadi anak kita berdua. ''


ucap tulus Om Marwan dan membuat Larisa terdiam.


''Terimakasih. ''


ucap Larisa dan Om Marwan pun tersenyum.


Hendra selesai dengan menyegarkan tubuhnya dan langsung mengajak Khalisa bersiap untuk kembali ke kota karena pekerjaannya sudah menunggu.


Khalisa langsung patuh dan menggandeng suaminya menuju mobil karena barang barang sudah di bawa oleh Om Marwan dan Daren.


''Khalisa pamit yah Om dan makasih. ''


ucap Khalisa yang mencium tangan calon papa sambungnya di ikuti Hendra.


''Kalian hati hati di perjalanannya, selamat sampai tujuan yaa.... ''


jawab Om Marwan dan di aminkan oleh semua.


Khalisa duduk di samping Hendra yang akan mengemudikan mobil nya, sedangkan Daren duduk di paling belakang karena dia ingin rebahan dan Larisa duduk di kursi tengah.


Setelah derama pamit kepada Calon suaminya, Larisa langsung masuk kedalam mobil, Hendra langsung mengemudikan mobilnya setelah Larisa duduk nyaman.


.


.


Bersambung......