
Tiba di rumah sakit Larisa langsung menidurkan kedua cucunya di samping Khalisa, Hendra hanya bisa tersenyum bahagia melihat kedua anaknya begitu menggemaskan dan tumbuh sehat dengan tubuh yang gemuk.
''Kedua anakku ternyata sudah besar dan gak kerasa sekali waktu berlalu. ''
ucap Hendra dan Kakek Permana hanya menepuk bahu Hendra.
''Khalisa kamu akhirnya sadar sayang, Mama rindu kamu Khalisa. ''
ucap Larisa saat berada di sisi Khalisa.
Hendra pamit menuju kantin untuk memesan minuman hangat, karena sekarang masih subuh dan suhu udara begitu dingin.
''Laraa......Kamu sudah hubungi keluarga Hendra belum?? ''
ucap Kakek Permana dan Larisa menggelengkan kepalanya.
''Ayah saja yang hubungi, Lara mau fokus dengan Khalisa. ''
jawab Larisa dan Kakek Permana langsung menghubungi Opah Willi.
Namun tidak ada jawaban karena memang sekarang masih pukul empat tiga puluh pagi dan Kakek Permana mengirim pesan kepada Melin saja.
Hendra kembali dengan membawa minuman hangat dan makanan juga, karena saat ini perut Hendra sedikit lapar.
.
.
Pagi menjelang.....
Kedua anak Khalisa sedang di mandikan oleh Larisa dan Marwan, Larisa ingin saat Khalisa membuka matanya kedua anaknya dalam keadaan sudah mandi.
Hendra terus berada dekat Khalisa menggenggam tangannya, Akhirnya Khalisa membuka matanya dan membuat Hendra tersenyum.
''Sayang..... akhirnya kamu bangun juga. ''
ucap Hendra dan Khalisa menggangguk.
Kakek Permana menghampiri dan langsung memeluk cucu kesayangan nya itu.
''Terimakasih karena kamu sudah sadar sayang, Kakek bahagia sekali. ''
ucap Kakek permana sambil melepaskan pelukannya dan menangis melihat Khalisa membuka matanya.
Khalisa terdiam karena mendengar celoteh seorang bayi, Khalisa reflek memegang perutnya dan membuat Hendra beranjak untuk menghampiri kedua anaknya yang sedang di pakaikan pakaian oleh Mama mertuanya.
''Khalisa sudah bangun Mama, dia mendengar celotehan kedua anaknya. ''
ucap Hendra dan membuat Larisa langsung berlari ke ranjang Khalisa.
Om Marwan langsung meminta Hendra membantu memakaikan pakaian kadua cucunya dan Hendra menganggukan kepalanya.
Hendra tersenyum menatap kedua anaknya sangat mirip dengan nya, apalagi putranya bak pinang di belah dua.
Setelah selesai memakaikan pakaiannya, Hendra menggendong putranya lalu mencium kepalanya penuh sayang sambil mendekapnya.
Ternyata Mama mertuanya masih menangis sambil memeluk Khalisa saat Hendra dan Om Marwan menghampiri sambil menggendong kedua babby nya Khalisa.
Khalisa di bantu duduk oleh Kakek Permana dan Larisa, kedua anaknya langsung di perlihatkan, Khalisa meminta memangku anaknya dan Hendra memberikan putranya terlebih dahulu.
''Tampan banget kamu sayang, mirip banget sama Ayah kamu. ''
ucap Khalisa sambil mendekap anaknya dan menciumnya.
''Namanya Azlan Zaydan permana dan Kakek yang memberikan namanya. ''
ucap Kakek Permana dan Khalisa mengangguk setuju.
''Nama yang bagus dan cocok untuk putra Khalisa Kakek, hai jagoan Bunda..... ''
ucap Khalisa sambil mencium pipi putra nya.
''Gantian gendongnya sayang, si cantik juga mau gendong sama Bunda katanya. ''
ucap Larisa saat melihat cucu cantiknya meronta di gendongan Suaminya.
Khalisa memberikan putranya pada Hendra dan menerima babby cantiknya dari sang Mama, Khalisa mencium setiap inci putrinya yang begitu cantik dan sedikit chuby dari putranya.
''Namana Safiyya Nazeera Prayoga, nama yang di berikan sama Opah Wili. ''
ucap Larisa dan Khalisa kembali mengangguk.
ucap Khalisa sambil mendekap putrinya yang begitu nyaman dalam pelukannya.
''Semua juga heran sayang bukan hanya kamu, biarin lah dari pada mirip orang lain, kan memang Hendra Ayahnya. ''
ucap Kakek Permana dan Hendra hanya tersenyum sambil mencium pipi putranya.
Om Marwan menghampiri Khalisa dan mengusap rambutnya, Khalisa tersenyum membalas senyum Om Marwan.
''Mama sama Om Marwan sudah menikah dua bulan lalu sayang, maaf karena mama gak menunggu kamu sadar dulu. ''
ucap Larisa dan Khalisa menggelengkan kepalanya.
''Khalisa bahagia karena mama akhirnya menikah sama Om Marwan, bagus malah karena kalau menunggu Khalisa sadar kan gak tau kapan. ''
jawab Khalisa dan Larisa mengangguk senang.
Pintu ruangan terbuka ternyata dokter dan perawat masuk untuk memeriksa kondisi Khalisa, kedua Babby nya langsung di bawa menjauh menuju sofa di sudut ruangan karena Khalisa akan di periksa.
Suster mengambil sample darah Khalisa untuk melakukan tes kesehatan dan keseluruhannya.
''Kondisi Khalisa sudah pulih dan mungkin masih sedikit lemas pasca koma, nanti akan di berikan makan bubur lembut saja karena pencernaan nya masih belum normal bekerjanya, tekanan darah sudah normal dan nadinya sudah normal, kita tunggu siang untuk hasil tes laboratorium keseluruhan nya. ''
jelas dokter dan semua bernafas lega.
Pintu di ketuk kembali dan ternyata seorang suster membawa nampan berisi makanan dan susu untuk Khalisa konsumsi.
''Tolong di makan makanannya dan susunya di habiskan untuk pemulihan, saya permisi. ''
ucap dokter dan semua mengiyakannya.
Setelah dokter dan dua perawat keluar ruangan, Hendra langsung menghampiri untuk menyuapi Khalisa makan, Hendra memberikan susunya terlebih dahulu dan barulah menyuapi buburnya.
Pintu ruangan terbuka kembali dan ternyata keluarga Hendra datang semua, Omah maya dan Melin langsung menghampiri lalu memeluk Khalisa.
''Mama senang kamu sudah sadar sayang, makasih sudah berusaha untuk sadar. ''
ucap Omah Maya saat melepaskan pelukan dari Khalisa.
''Sama sama Mama dan makasih untuk doanya. ''
jawab Khalisa dan omah maya mengangguk.
Opah wili mendekat dengan Haris dan membuat Khalisa tersenyum, Opah Wili bahkan memberikan Khalisa hadiah sebuah cincin yang sangat cantik.
''Terimakasih karena kamu sudah pulih Khalisa dan terimakasih karena kamu memberikan pewaris sekaligus dua untuk keluarga Papa. ''
ucap opah Willi sambil memasangkan cincin di jari Khalisa.
''Sama sama Papa..... ''
jawab Khalisa dan Opah willi tersenyum sambil menghapus air mata Khalisa.
Hendra kembali menyuapi Khalisa makan, sedangkan keluarga lainnya sedang bermain dengan kedua anaknya Khalisa.
''Kamu tahu sayang, selama kamu koma Mas belum pernah pulang ke rumah, bahkan Mas janji gak akan bertemu kedua anak kita dan akan bersama kamu bertemunya, karena Mas yakin kamu akan sadar dalam waktu dekat dan ternyata tuhan mengabulkan doa Mas, Makasih sudah sadar dan memberikan dua anak yang begitu menggemaskan, Mas sayang sekali sama kamu Khalisa. ''
ucap tulus Hendra dan Khalisa mengangguk tersenyum.
''Terimakasih sudah merawat aku sampai sadar dan terimakasih karena Mas tetap setia di samping aku, makasih sudah menjadi suami untuk aku dan Ayah untuk kedua anak aku, sayang sekali sama Mas Hendra. I love you...... ''
jawab Khalisa dan Hendra menyimpan mangkuk nya lalu mencium kening Khalisa.
''I love you soumuch sayangku...... ''
ucap Hendra sambil membawa Khalisa kedalam pelukannya.
.
.
.
TAMAT........
''Akhirnya ceritanya tamat juga, makasih kakak kakak yang sudah mendukung ceritanya, untuk hadiah, voute dan yang menambahkannya ke pavorite, maaf kalau endingnya kurang sesuai dengan yang kakak kakak harap kan, pokonya terimakasih banyak yang sebesar besarnya, jangan lupa dukung cerita saya yang lainnya juga yaa........ ''
bagi pemenang top fans teratas tolong follow akun saya yaa, di tunggu sampai jm 12 siang nanti.
Makasih........