Khalisha

Khalisha
Khalisa



Tiga bulan berlalu......


Syukuran kedua anak Khalisa sudah di laksanakan dengan khusyu dan penuh kesedihan karena kedua orang tua si kembar tidak mengikutinya, namun dukungan keluarga terdekat begitu melekat untuk keduanya.


Kedua anak Khalisa sudah di beri nama olek kakek buyut dan Opah nya, Kakek Permana memilih memberikan nama pada cicit laki lakinya dan Opah Willi memberikan nama cucu perempuannya.


cicit laki lakinya bernama Azlan Zaydan Permana yang artinya anak laki laki pemberani yang telah di berikan tuhan.


Sedangkan cucu perempuannya di beri nama Safiyya Nazeera Prayoga yang artinya perempuan yang menjadi anak terbaik dan selalu menasehati dalam kebaikan.


Kedua kakek nya sengaja tidak memberikan nama yang sama tapi di bedakan, bahkan marga belakangnya pun di bedakan sesuai kakek yang memberikan namanya.


Satu bulan setelah acara syukuran Larisa dan Om Marwan melangsungkan pernikahan nya, tanpa resepsi sesuai persyaratan yang di berikan oleh Larisa dan Om Marwan menurutinya.


Saat ini rumah tangga Om Marwan dan Larisa seperti sudah memiliki anak langsung dua, karena kedua cucunya benar benar di asuh Larisa kadang Om Marwan pun ikut mengasuhnya.


kini kedua anak Khalisa sudah berusia empat bulan dan keduanya sama sama anak anak yang begitu aktif dan sudah berceloteh, meramaikan rumah keluarga permana, kadang keduanya juga menginap di kediaman prayoga, kedua bayi Khalisa dan Hendra benar benar memberikan warna untuk dua keluarga dan membuat kedua keluarga semakin terikat kuat.


Di rumah sakit saat ini......


Khalisa masih belum sadarkan diri dan sempat ada pergerakan dari Khalisa namun semua hanya sesaat hingga sampai saat ini Khalisa belum sadarkan diri.


Hendra dengan setia menunggu Khalisa dan akan keluar rumah sakit kalau ada pertemuan penting dan keluarganya yang akan menunggu Khalisa bergantian karena Hendra tidak ingin Khalisa tidak ada yang menunggu di rumah sakit.


Saat ini hari sudah malam dan Hendra sudah membersihkan tubuhnya lalu ikut merebahkan tubuhnya di samping Khalisa, Hendra selalu mencium kening Khalisa dan membisikkan kata kata sayang sebelum tidur.


''Semoga mimpi indah sayang dan esok pagi kamu membuka mata kamu, mas rindu kamu. ''


ucap Hendra setelah mencium kening Khalisa dan langsung terlelap sambil menggenggam tangan Khalisa karena dia memang sedang lelah pekerjaan hari ini membuat Hendra lelah.


Tepat pukul tiga dini hari Khalisa membuka matanya dengan perlahan, Khalisa menatap sekelilingnya dengan perasaan aneh karena tidak mengenali dimana dia sekarang, namun Bau obat obatan begitu tercium di hidungnya.


''Dimana aku sekarang?? ''


lirih Khalisa sambil melirik ke samping melihat suaminya tidur dengan damai dan membuat Khalisa tersenyum.


Khalisa meraba wajah suaminya dan berakhir mengelus pipinya, Hendra hanya melenguh dan kembali terlelap.


''Mas Hendra..... mass.... Mas hendra....... ''


panggil Khalisa sampai beberapa kali dan akhirnya Hendra mengerjapkan matanya lalu melotot kan matanya sambil duduk.


''Ini aku mimpi kali yaa.... ko berasa nyata sihh, Khalisa membuka matanya. ''


ucap Hendra yang masih merasa seperti mimpi sambil menepuk nepuk pipinya.


''Mass...... keeennaaapa?? ''


ucap Khalisa dengan terbata dan membuat Hendra langsung menangis lalu memeluk Khalisa.


''Akhirnya kamu sadar sayang, penantian empat bulan Mas akhirnya berakhir dan makasih kamu sudah berjuang untuk sadar. ''


ucap Hendra sambil melepaskan pelukan nya dan mencium seluruh wajah Khalisa.


Hendra langsung turun dari ranjang lalu berlari keluar, Khalisa hanya menggelengkan kepalanya melihay suaminya berlari tanpa sendal dan tak lama Hendra masuk dengan dua suster dan satu dokter jaga.


Dokter langsung memeriksa keadaan Khalisa, suster langsung mengecek tekanan darah dan denyut nadi Khalisa.


''Syukurlah penantian keluarga berakhir, sekarang saya akan membuat ibu Khalisa istirahat dulu tuan agar esok hari saat di ambil darahnya kondisinya stabil, besok akan di lakukan pengecekan keseluruhan organ tubuh Ibu Khalisa. ''


''Saya mau pengecekan detail semuanya dokter, keadaan Khalisa harus benar benar stabil seperti sedia kala. ''


ucap Hendra dan dokter pun mengiyakannya.


''Tekan darahnya masih rendah sedangkan denyut nadinya sudah normal, besok pagi kami akan kembali untuk mengecek kembali tekanan darahnya dan mengambil sample darah nya juga. ''


jelas suster dan Hendra mengangguk.


Dokter juga dua suster langsung pamit dari ruangan Khalisa, Hendra hanya diam dan tidak berani memejamkan matanya karena dia takut Khalisa sadar kembali.


''Terimakasih kamu sudah berjuang sayang. ''


ucap Hendra sambil mencium punggung tangan Khalisa.


Hendra belum memberikan kabar pada keluarganya karena waktu pun masih subuh dan keluarganya pasti belum bangun tidur pikir Hendra, namun Hendra salah karena saat ini di kediaman Permana sedang terjadi keributan karena kedua cucu kakek permana menangis kencang saling menyahut.


Larisa dan Om Marwan menenangkannya namun tidak bisa di tenangkan, Kakek Permana menatap jam ternyata masih pukul tiga lewat dua puluh menit.


''Apa terjadi sesuatu dengan Khalisa hingga kedua anaknya mendapatkan kontak batin?? ''


ucap Kakek Permana dan membuat Larisa langsung menangis bahkan cucunya di tangannya langsung di berikan pada kakek permana dan Larisa berlari ke kamarnya mengambil handphone untuk menelphone Hendra.


Dering ketiga Hendra mengangakat panggilannya.....


Dalam panggilan saat ini......


''Hendra..... Khalisa baik baik saja kan disana?? jawab jujur Hendra. ''


''Mama kenapa?? itu anak anak Hendra kenapa menangis kencang?? ''


''Ga tau Mama juga, malah Kakek takut kalau kedua anak kamu memiliki ikatan batin sama Khalisa, karena keadaan Khalisa disana gak baik baik saja. ''


''Ya ampun....kenapa pikirannya jelek sekali Mama, Khalisa barusan jam tiga pagi sadarkan diri dan dokter memberikan obat tidur karena tekanan darah Khalisa rendah, besok pagi Khalisa akan sadar kembali Mama. ''


''Syukur laah Khalisa sadar, Mama akan kesana dengan kedua anak kamu juga, siapa tahu mereka akan berhenti menangis. ''


Panggilan Berakhir......


Larisa memutuskan sepihak lalu memberitahukan Ayah juga suaminya tentang Khalisa yang sudah sadar.


''Ternyata kedua anak Khalisa itu mempunyai kontak batin dengan Bundanya, Khalisa sadar tadi jam tiga pagi dan sekarang tidur lagi karena tekanan darah Khalisa rendah, besok pagi pagi Khalisa akan sadar kembali. ''


ucap Larisa dan membuat Kakek Permana juga suaminya senang mendengarnya.


''Kita langsung ke rumah sakit bawa kedua anaknya Khalisa, agar saat membuka matanya dia melihat kedua anaknya. ''


ucap Kakek Permana dan di setujui semuanya.


Kakek Permana langsung mengganti pakaiannya dan memakai mantelnya, Sedangkan Larisa langsung menyiapkan barang barang cucunya dengan lengkap di bantu suaminya karena kedua cucunya di gendong pengasuh karena lelah lalu tertidur.


Larisa kembali menggendong cucunya dan Marwan menggendong cucu satunya, kedua pengasuh tidak di bawa ke rumah sakit.


.


.


Bersambung......