
Dua jam Danu menunggu dengan setia di ruangan Ardi atas ijin dari Ardi, Danu menunggu Khalisa selesai meeting sambil mengerjakan pekerjaan yang di kuasainya yaitu disain grafis.
Di ruang meeting Khalisa baru selesai mengedit data yang akan siap di kerjakan oleh Ardi, Ardi pun masih menemani Khalisa dan beberapa staff pun masih di ruang meeting walaupun meeting sudah selesai beberapa menit lalu.
Ardi menatap Khalisa yang begitu fokus dengan layar monitor di hadapannya sampai tidak menyadari kalau ada yang menatap ke arahnya.
''Khalisa.....kamu memiliki janji temu dengan Danu?? "
Ucap Ardi dan membuat Khalisa menoleh kepada atasannya.
''Ya ampun saya sampai lupa kalau meminta Danu menunggu Pak Ardi. ''
ucap Khalisa dan membuat Ardi tersenyum.
''Danu ada di ruangan saya, ayo rapihkan leptop dan berkasnya kita ke ruangan saya untuk menghampiri Danu. ''
ucap Ardi dan Khalisa mengangguk.
Khalisa langsung merapihkan pekerjaannya dan langsung mengikuti Ardi yang berjalan duluan keluar dari ruangan meeting menuju ruangannya.
''Semua aman kan Khalisa?? ''
ucap Ardi saat berada di dalam lift.
''Aman Pak Ardi bahkan saya malah dapat beberapa File juga berkas dari peserta meeting. ''
ucap Khalisa dan Ardi menggelengkan kepalanya.
''Itu pelanggaran dong Khalisa, kamu gak membocorkannya kan?? ''
ucap Ardi dan Khalisa tersenyum.
''Saya bukan orang jahat Pak Ardi, saya hanya memeriksa beberapa file takutnya ada jebakan ke perusahaan kita, semua tablet dan leptop peserta meeting aman tanpa serangan ke perusahaan kita Pak Ardi. ''
ucap Khalisa sambil keluar dari lift karena lift sudah sampai di lantai teratas menuju ruangan Ardi.
''Syukur laah Khalisa saya senang mendengarnya, ayo kita ke ruangan saya karena Danu pasti menunggu kamu kasian. ''
ucap Ardi dan Khalisa mengangguk sambil mengikuti Khalisa.
Ternyata benar dugaan Ardi kalau Danu memang menunggu di ruangannya saat membuka pintu Danu langsung tersenyum manis.
''Om kira kamu akan pulang Danu, ternyata menunggu yah disini. ''
ucap Ardi yang tidak percaya kalau Danu bisa bertahan.
''Kan Danu bukan menunggu Om Ardi tapi menunggu pacar Danu. ''
ucap Danu dan membuat Ardi mengerutkan keningnya sedangkan Khalisa melototkan matanya.
''Siapa pacar yang kamu maksud?? ''
ucap Ardi dan Danu langsung menghampiri Khalisa.
''Khalisa pacarnya Danu. ''
ucap Danu sambil merangkul bahu Khalisa dan membuat Ardi tidak percaya.
''Kamu jangan mengada ngada Danu, Khalisa gak mungkin suka kamu. ''
ejek Ardi dan membuat Danu tersenyum kecut.
''Ayolah Khalisa bilang sama Bos kamu, kalau kita ini pacaran. ''
ucap Danu dan Khalisa langsung menghela nafasnya karena pilihannya menerima tawaran Danu adalah salah tapi semua sudah terlambat.
''Khalisanya ajah hanya diam berarti kamu hanya mengada ngada Danu, sudah lah Om mau melanjutkan pekerjaan dulu. ''
ucap Ardi sambil berjalan menuju meja kerjanya dan Danu menatap Khalisa saat ini.
''Saya dan Danu resmi berpacaran Pak Ardi. ''
ucap Khalisa dan membuat Danu tersenyum bangga sedangkan Ardi mengerutkan keningnya.
''Danu gak mengancam kamu kan Khalisa?? ''
tuduh Ardi karena memang tidak percaya dengan ucapan Khalisa.
Saat Danu akan menjawab ucapan Ardi, Khalisa langsung mencegahnya dan memilih mengajak Danu ke ruangannya karena dia tidak nyaman dengan tatapan penuh selidik dari atasannya.
Kedua kalinya Danu masuk kedalam ruangan Khalisa dan ruangan tetap sama, rapih, bersih dan wangi karena memang Khalisa sangat menyukai kebersihan.
''Silahkan duduk dulu sebentar yah, aku mau melanjutkan pekerjaan sedikit lagi. ''
ucap Khalisa dan Danu mengangguk.
Khalisa menyiapkan minuman untuk Danu dan beberapa cemilan yang memang tersedia di ruangan Khalisa karena memang Khalisa memiliki lemari pendingin yang sengaja di mintanya pada Ardi.
''Kamu punya minuman dan makanan ternyata?? ''
ucap Danu dan langsung meminum minuman yang di berikan Khalisa.
''Aku kan memang meminta sama Pak Ardi karena memang gak pernah istirahat di luar ruangan, selalu di dalam ruangan, jadi menyediakan makanan dan cemilan agar gak repot keluar ruangan membeli makanan dan minuman. ''
ucap Khalisa dan Danu menganggukan kepalanya.
''Bisa di contoh juga kebiasaan kamu, aku mau mengikuti juga dan akan di siapkan. ''
ucap Danu dan Khalisa hanya mengangkat bahunya tanda tidak mau berkomentar.
Khalisa langsung mengerjakan pekerjaannya yang tadi sempat terhenti, sedangkan Danu memilih diam sambil memakan cemilan yang di siapkan Khalisa.
''Kita mau makan dimana Sayang?? ''
ucap Danu dan membuat Khalisa langsung menatap ke arah Danu karena panggilannya begitu geli terdengar nya.
''Jangan protes yaa, kan sekarang kamu pacar aku loh Khalisa dan sudah sepantasnya aku manggil sayang ke kamu. ''
ucap Danu dan Khalisa hanya menghembuskan nafasnya lalu melanjutkan kembali pekerjaannya.
''Kenapa gak jawab sih, mau makan dimana nanti?? Apa kamu punya rekomendasi tempat makan?? ''
ucap Danu kembali dan Khalisa menggelengkan kepalanya.
''Aku bawa bekal makan dan sayang kalau gak di makan, aku pesankan kamu makan siang ajah yah di aplikasi, gak apa apa kan?? ''
ucap Khalisa dan Danu mengiyakannya.
''Oke sayang aku mau dan semua terserah kamu yang pilihkan menu makannya. ''
ucap Danu setuju dan Khalisa langsung mengambil handphone nya lalu memesan makanan untuk Danu.
Dua puluh menit Khalisa selesai dengan pekerjaanya dan langsung menyimpannya kedalam flashdisk, karena semuanya data berharga perusahaan yang akan di berikan pada Ardi untuk di lanjutkan pengerjaannya.
Khalisa menatap Danu yang sedang fokus dengan layar monitor leptopnya dan membuat Khalisa penasaran lalu beranjak dan menghampiri Danu.
''Kamu mengerjakan disain grafis?? Kok bisa?? ''
ucap Khalisa saat melihat disain begitu indah yang di kerjakan oleh Danu.
''Sebenarnya aku ahli dalam disain grafis tapi keluarga menentangnya dan aku palingan kalau ada proyek baru perusahaan baru deh turun tangan. ''
ucap Danu dan Khalisa mengiyakannya.
''Kamu kenapa gak membuka jasa disain pasti banyak peminat nya, disain kamu bagus banget loh. ''
ucap Khalisa yang memang sangat takjub dengan disain yang di kerjakan Danu.
''Gak bisa Sayang, keluarga Prayoga sangat terkenal dan nanti imbasnya akan sangat buruk, itu pintu ada yang ketuk siapa tau makanan buat aku yang datang, cepat buka sana. ''
ucap Danu dan Khalisa langsung beranjak menuju pintu untuk membukanya.
Benar perkataan Danu ternyata Hanum yang mengetuk pintu mengantarkan makanan pesanan Khalisa, setelah mengucapkan terimakasihnya Khalisa langsung menyiapkan makanan untuk Danu.
''Kita makan siang dulu dan rapihkan kerjaan kamu nya Danu. ''
ucap Khalisa dan Danu langsung mengiyakannya.
Danu begitu senang karena Khalisa benar benar sangat telaten menyiapkan makanan untuknya, Danu semakin jatuh cinta pada Khalisa namun semua nya tidak akan nyata karena dia hanya sepuluh hari menjadi kekasih Khalisa.
.
.
.
Tbc.