
Di dalam kamar saat ini Hendra mengerjapkan matanya dan merabai sisi ranjangnya ternyata kosong, Hendra langsung duduk dan memindai setiap sudut kamarnya ternyata Khalisa tidak ada.
''Kemana Khalisa?? jangan jangan dia memang pergi saat aku mulai terlelap. ''
ucap Hendra sambil turun dari ranjangnya dan keluar dari kamar.
Hendra melihat ruang keluarga masih menyala dan saat menghampirinya ternyata benar istri dan mertuanya juga ada disana sedang asik dengan layar monitor leptop milik Khalisa.
Hendra langsung duduk di samping Khalisa dan membuat Khalisa kaget lalu memukul lengan suaminya itu.
''Kebiasaan suka bikin kaget, kenapa Mas Hendra malah susul kesini?? ''
ucap Khalisa dan membuat Hendra menggelengkan kepalanya.
Hendra tidak menjawab dan memilih meminum minuman yang ada di samping leptop Khalisa, Larisa hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah menantunya dan melanjutkan mengerjakan pekerjaan nya yang hanya tinggal sedikit.
''Ibu hamil gak baik bergadang loh, ini udah mau jam dua belas malam. ''
ucap Hendra saat selesai meminum minuman milik Khalisa.
''Salah Mas sendiri kenapa gak kasih aku nomernya, kalau kasih pasti aku gak akan minta sama Mama. ''
ucap Khalisa dan Hendra hanya menggelengkan kepalanya.
''Kalau Mas punya pasti di kasih, kan Mas gak punya. Yang punya itu Papa palingan. ''
ucap Hendra dan membuat Khalisa kesal lalu memukul kembali lengan suaminya.
''Ishh,,,, kamu bikin kesall. ''
kesal Khalisa dan suaminya hanya mengangkat bahunya lalu melihat layar monitor leptop milik Khalisa.
''Ini udah dapat datanya. ''
ucap Hendra menunjuk layar leptopnya.
''Udah lah kan dari Mama di kasih. ''
jawab Khalisa dan kembali memainkan leptopnya.
Hendra akhirnya ikut gabung dengan istri dan Mama mertuanya, Hendra dan Khalisa sibuk dengan membaca data laki laki yang menyukai Mamanya, sedangkan Larisa tidak terganggu dengan suara anak dan menantunya.
Hingga satu jam kemudian Larisa selesai dengan pekerjaannya, lalu membuyarkan keseruan anak juga menantunya.
''Ini sudah jam satu dini hari bahkan lebih, istirahat kalian berdua dan kamu Hendra bawa Khalisa ke kamar jangan bergadang karena gak baik untuk kondisi kehamilannya. ''
ucap Larisa dengan nada tegasnya dan membuat Khalisa juga Hendra mengangguk.
''Mama duluan ke kamar dan kalian jangan lupa istirahat. ''
ucap kembali Larisa sambil berjalan menuju kamarnya.
Hendra membantu Khalisa merapihkan leptopnya dan membiarkan bekas minumannya di meja, Khalisa pun mengikuti Hendra ke kamarnya.
''Gak terasa udah jam satu Mas. ''
ucap Khalisa sambil berjalan menuju kamar mandi untuk menggosok giginya mengikuti Hendra.
''Makanya kita tidur yaa, gosok gigi dulu biar gak sakit giginya. ''
jawab Hendra sambil menyiapkan sikat gigi yang di berikan pasta gigi.
Khalisa langsung menyikat giginya dan setelah selesai, khalisa langsung keluar kamar mandi membiarkan Hendra membersihkan kamar mandinya sendiri.
Khalisa langsung duduk bersandar menunggu suaminya selesai dari kamar mandi, rasa kantuk tidak di rasakan Khalisa dan matanya saat ini masih terbuka sempurna.
''Loh..... Mas kira udah tidur loh, tidur Sayang udah mau subuh ini. ''
ucap Hendra saat menutup pintu kamar mandi lalu menatap istrinya masih duduk.
''Ngantuknya gak ada Mas, gimana dong?? ''
''Kamu mau di buat ngantuk gak sayang?? Mas tahu caranya loh. ''
tawaran Hendra dan membuat Khalisa menganggukan kepalanya.
''Mas tengok kedua dede bayinya yaah, pasti kamu nanti ngantuk karena lelah. ''
ucap Hendra dan membuat Khalisa mendelik.
''Bilang ajah kamu mau Mas, malah beralasan mau tengok segala biar aku ngantuk. ''
protes Khalisa dan membuat Hendra langsung mencium bibir Sang istri.
Saat ini sudah tidak ada lagi kecanggungan Hendra untuk menyentuh istrinya, karena ini bukan kedua kalinya Hendra menyentuh Khalisa dan Khalisa selalu menerima semua tindakan Hendra yang membuatnya melayang tinggi.
''Percayakan sama Suami kamu yaah!! Mas akan membuat kamu terbang dan nantinya kamu akan mengantuk lalu terlelap. ''
ucap Hendra saat melepaskan ciumannya.
Khalisa hanya mengangguk pasrah menerima semua yang di lakukan suaminya, Hendra begitu lembut memperlakukannya, sentuhan demi sentuhan terus Hendra berikan pada tubuh Khalisa yang terlihat menggoda baginya, hampir semua lekuk tubuh Khalisa menjadi padat berisi dan jangan lupakan perutnya Khalisa sangat terlihat seksi dimata Hendra.
''Masss......''
Desaaah Khalisa saat Hendea bermain main di inti tubuhnya.
Hendra begitu semangat membuat Khalisa panas dan hanya beberapa kali sentuhan lidahnya di inti tubuh Khalisa, Khalisa langsung mencapai pelepasan pertamanya dan Hendra tersenyum senang melihatnya.
''Siap dengan yang pokoknya kan sayang?? ''
ucap Hendra saat mulai menyiapkan inti tubuhnya untuk di pertemukan dengan inti Khalisa.
Khalisa hanya mengangguk dan Membuat Hendra langsung memulai dengan inti tubuhnya, satu kali hentakan Hendra berhasil memenuhi inti tubuh Khalisa.
Kamar yang dingin karena AC pun berubah menjadi keringat yang bersentuhan di tubuh Hendra dan Khalisa, Hendra membuat Khalisa kewalahan karena Hendra meminta berbagai posisi.
Namun kelembutan tetap Hendra lakukan mengingat saat ini Khalisa sedang hamil anaknya, hingga satu jam kemudian Hendra mencapai puncaknya, entah berapa kali Khalisa mencapai puncaknya, saat ini tubuhnya begitu lelah dan langsung terlelap.
''Maaf membuat kamu lelah Sayang, hanya ini yang bisa membuat kamu terlelap. ''
ucap Hendra sambil mencium kening Khalisa.
Hendra turun dari ranjang menuju kamar mandi untuk membersihkan jejak percintaannya dengan Khalisa, setelah selesai membersihkan intinya, Hendra langsung menyiapkan satu baskom air hangat dengan handuk kecil untuk membersihkan inti milik Khalisa karena tidak mungkin Khalisa di bawa ke kamar mandi, Khalisa sudah terlelap dan waktu pun sudah menuju subuh.
Dengan telaten Hendra membersihkannya, Khalisa sama sekali tidak terganggu saat suaminya membersihkan miliknya, hingga selesai membersihkan dan Hendra menyimpan kembali bekas air hangatnya.
Hendra langsung merebahkan tubuhnya dan langsung terlelap saat membawa Khalisa kedalam dekapannya.
.
.
Pagi menjelang.......
Di ruang makan keluarga Permana hanya ada Larisa dan Kakek Permana, Kakek Permana tidak mempermasalahkan Khalisa dan Hendra yang tidak gabung sarapan pagi.
''Semalam kalian sampai jam berapa?? ''
ucap Kakek Permana saat melihat putrinya memakan sarapan dengan tenang.
''Sampai jam satu dini hari Ayah, sepertinya Khalisa dan Hendra akan bangun siang hari ini, Lara ada meeting pagi makanya memaksakan bangun. ''
jawab Larisa dan Kakek Permana mengangguk mengerti.
.
.
Bersambung....