Khalisha

Khalisha
Usaha Hendra.....



Tiga minggu berlalu......


Khalisa sudah total menempati kamarnya di kediaman Permana, rumah lamanya di kontrakan oleh Khalisa dan tidak akan di jual karena rumah itu adalah hasil kerja kerasnya.


Kakek Permana dan Larisa belum mengenalkan Khalisa ke keluarga Prayoga karena Omah Maya sedang sakit pasca kepergian Hendra dari rumah dan saat Omah Maya sudah pulih ternyata Larisa menghadiri acara perusahaan dengan Kakek Permana dan membuat rencana kembali di tunda.


Khalisa tetap bekerja seperti biasa di perusahaan Ardi dan belum minat untuk bergabung di perusahaan keluarganya, Sang Mama pun tidak memaksanya dan memberikan kebebasan untun Khalisa.


Pintu ruangan Khalisa di ketuk dan ternyata Hendra lah yang masuk, Khalisa semakin pusing melihat hendra yang selalu aktif menanyakan hamil atau tidaknya Khalisa.


''Om bisa gak jangan ganggu aku. ''


ucap Khalisa saat Hendra duduk di sofa ruangannya.


''Gak bisa Khalisa, saya mau menunggu kamu mengatakan iya untuk menikah dengan saya, saya hanya mau bertanggung jawab ajah. ''


jawab Hendra dan Khaliha hanya menghela nafasnya.


''Ya tuhan ada orang model begini di dunia nyata, memaksa untuk menikah karena tanggung jawab. ''


geram Khalisa dan Hendra hanya mengangkat bahunya tanda tidak mau berkomentar.


''Kamu tahu kan Khalisa. '' ucap Hendra


''Gak tau Om Hendra. '' jawab Khalisa yang memotong ucapan Hendra.


''Denger dulu jangan di jawab, kamu tahu kan Khalisa kalau aku berharap kamu hamil karena ini sudah masuk minggu keempat setelah saya menanam benih di rahim kamu, makanya saya selalu menolak kalau Mama menjodohkan saya, semua demi kamu. ''


ucap hendra dan membuat Khalisa langsung kesal mendengarnya.


''Bisa gak Om jangan bahas malam itu, aku benci mengingatnya. ''


protes Khalisa dengan nada kesalnya dan Hendra menggelengkan kepalanya.


''Saya akan memberitahukan semua kejadian malam itu ke Mama dan Saya akan memaksa Mama untuk melamar kamu, gak ada bantahan. ''


ucap Hendra dan membuat Khalisa langsung geram.


''Aku aneh sama kamu Om, dimana mana yang maksa minta tanggung jawab itu wanita bukan pria, harusnya Om bahagia karena aku gak minta tanggung jawab, aku akan nekad pergi dari hadapan Om kalau sampai menceritan semua kepada orang lain termasuk Omah Maya. ''


ancam Khalisa dengan nada kesalnya yang sudah sangat kesal dengan semua ucapan Hendra.


''Yasudah saya akan menunggu sampai kamu hamil, karena seorang bayi itu butuh ayah juga bukan hanya seorang ibu, jaga kesehatan kamu Khalisa. ''


ucap Hendra sambil berjalan keluar dari ruangan Khalisa dan membuat Khalisa menghela nafasnya.


Khalisa kembali mengerjakan pekerjaannya setelah sempat di ganggu kedatangannya oleh Hendra, saat asik dengan pekerjaannya ternyata Mamanya menghubunginya dan Khalisa langsung mengangkatnya.


Dalam panggilan......


''Halo sayang..... kamu lagi dimana sekarang?? ''


''Hallo Mama..... Khalisa lagi di kantor, ada apa memangnya?? ''


''Mama cuma nanya ajah, takutnya kamu sedang dimana gitu. ''


''Khalisa kira ada apa, kapan Mama sama Kakek pulang?? rumah segede gaban gitu Khalisa tempati sendiri kan kesepian. ''


''Kamu ini kenapa sayang?? gak biasanya merengek gitu, lagian kan ada pelayan yang menemani kamu dan salah siapa di ajak gak mau, palingan minggu depan Mama sama Kakek pulang. ''


''Yasudah kalau begitu, Mama sama Kakek hati hati yah dan salam untuk Kakek. ''


''Iya sayang dan kamu juga hati hati di rumah. ''


Panggilan berakhir......


''Punya keluarga atau gak punya rasanya sama ajah dan gak ada bedanya, tetap kesepian. ''


gumam Khalisa dalam hatinya sambil melanjutkan pekerjaannya.


.


.


Larisa kembali menghampiri rekan bisnisnya setelah selesai menelphone putrinya, Larisa sedang menghadiri jamuan penting dengan Kakek Permana dan Kakek Permana juga memperkenalkan Larisa sebagai pimpinan baru bisnis di perusahaannya.


''Khalisa baik baik ajah kan Lara?? ''


ucap kakek Permana saat Larisa menghampirinya.


''Khalisa baik ayah dan sempat merengek kapan pulang barusan pas Lara telphone. ''


ucap Larisa dan Kakek Permana langsung menggelengkan kepalanya.


''Salah siapa dia gak mau di ajak kemarin, suruh sopir jemput Khalisa dan bawa kesini ajah Lara, biar Khalisa bisa menikmati keindahan di kota ini. ''


ucap Kakek Permana dan Larisa hanya tersenyum.


''Sudah lah Ayah. Khalisa baik baik ajah dan di rumah juga kemarin Khalisa bilang kalau dia gak bisa libur lagi, perusahaan tempat dia bekerja sedang ada proyek besar. ''


''Ayah mau Khalisa berhenti jadi pesuruh orang lain Lara, di perusahaan kita juga ada tempat buat Khalisa kalau dia memang ingin bekerja. ''


ucap Kakek Permana dan Larisa hanya menghela nafasnya.


Kakek Permana memang memang sangat menjadi egois kalau berurusan dengan keluarga, dia paling tidak suka keluarganya di bawah tangan orang lain, Larisa hanya bisa diam dan tidak berani membantah ucapan sang Ayah.


''Lara juga maunya Khalisa ikut gabung dengan perusahaan kita, tapi Khalisa bilang dia masih ingin bekerja di tempatnya sekarang, Khalisa menghargai perusahaannya yang menerima dia dengan hanya bermodalkan pendidikan rendah, Lara yakin Khalisa akan masuk ke perusahaan kita dan Ayah jangan Khawatir karena posisi Khalisa saat ini, Khalisa asisten kedua pemilik perusahaan, jadinya tidak terlalu rendah jabatannya. ''


ucap Larisa yang mencoba memberi pengertian kepada sang Ayah.


''Terserah kamu ajah Lara dan ayah juga bingung harus bagaimana memperkenalkan Khalisa pada publik, sedangkan Khalisa nya gak mau di kenalkan, Ayah ingin umumkan kalau ayah memiliki keturunan setelah kamu. ''


ucap Kakek Permana dan Larisa hanya tersenyum.


Larisa langsung mengajak Ayahnya kembali ke rumah di kota sebelah, karena acarapun sudah selesai dan Larisa pun sengaja menghentikan protes Sang Ayah mengenai putrinya yang masih tertutup dengan kebenarannya.


Sore hari di perusahaan Khalisa.....


Danu sudah menunggu di lobi utama kantor kerja Khalisa, Danu akan mengajak Khalisa datang ke rumahnya karena sang Omah yang meminta, namun sudah waktu jam pulang tapi Khalisa belum terlihat keluar dari lift.


''Khalisa kemana yah?? kenapa belum terlihat keluar dari lift, padahal sudah sepuluh menit dari jam bubar kantor. ''.


gumam Danu dalam hatinya sambil celingukan mencari Khalisa.


''Danu... kamu sedang apa di lobi?? ''


ucap Ardi saat berjalan menuju pintu utama.


''Menunggu Khalisa, tapi sampai sekarang Khalisa belum terlihat loh. ''


ucap Danu dan Ardi langsung tersenyum.


''Khalisa langsung ke parkiran lantai bawah, sekarang dia sudah memiliki mobil jadinya kamu salah tempat menjemput Danu. ''


ucap Ardi dan Danu menghela nafasnya.


''Kenapa Khalisa gak pernah bicara kalau dia sudah menggunakan mobil pribadi sekarang. ''


ucap Danu dan Ardi tersenyum sambil menepuk bahu Danu.


''Saran Om yah ini, lebih baik lupakan Khalisa karena dia tidak akan bisa mencintai kamu Danu, kamu akan tersakiti sendiri, Om duluan yah. ''


ucap Ardi sambil berjalan meninggalkan Danu menuju mobilnya yang sudah terparkir di depan pintu utama perusahaannya.


.


.


Bersambung.......