Khalisha

Khalisha
Tragedi tak terduga.....



Khalisa kesal dengan tuduhan Hendra, dia saat ini hanya ingin keluar dari kamar Hendra karena merasakan sesuatu yang kurang nyaman apalagi tatapan Hendra begitu menusuk.


''Buka pintunya Om Hendra, Khalisa malas berdebat sama Om dan lebih baik menghindar. ''


ucap khalisa dan Hendra menggelengkan kepalanya.


Hendra langsung mencekal tangan Khalisa dan membawanya menuju ranjang, Khalisa terus meronta namun Hendra menulikan telinganya.


''Lepas Om Hendra, apa yang kamu lakukan sih. Sadar Om sadar dong, Khalisa kekasihnya Danu keponakan Om kenapa Om malah memaksa sih, lepaskan. ''


terik Khalisa dan Hendra langsung mendorong tubuh Khalisa ke ranjang.


''Saya gak perduli Khalisa, kamu hanya milikku dan bukan milik Danu, Saya mencintai kamu Khalisa dan saya akan merebut kamu dari Danu. ''


ucap Hendra sambil mencengkram tangan Khalisa yang terlentang.


''Om gila yah, lepaskan Om lepaskan Khalisa dan ini gak benar Om, kalau Om mencintai Khalisa harusnya jangan seperti ini dong, lepaskan. ''


teriaK Khalisa sambil meronta namun kekuatan Hendra begitu susah di lerai dan mambuat Khalisa lelah.


Khalisa memang sangat lelah dan sekarang berontak melepas jeratan Hendra, sia sia sudah karena tubuh Khalisa melemah karena lelah menjerit dan meronta.


''Kamu hanya menurut saja Khalisa karena saya akan membuat kamu menjadi milik saya, kamu harus mengandung anak saya agar Danu melepaskan kamu untuk Saya. ''


ucap Hendra saat Khalisa mulai melemah.


''Om gila yah ini salah Om, Khalisa mohon lepaskan Khalisa dan Khalisa janji akan berpisah dengan Danu kalau memang itu yang di inginkan Om, Khalisa mohon lepaskan Khalisa yah. ''


ucap Khalisa mengiba dengan tangisannya yang mulai terisak karena takut dengan Hendra saat ini.


Hendra menggelengkan kepalanya dan langsung melepaskan gaun yang di kenakan Khalisa secara paksa, teriakan Khalisa dan rontaan Khalisa tidak di hiraukannya karena saat ini amarah sedang menguasai Hendra.


Hendra langsung membungkam bibir Khalisa dengan bibirnya dan Khalisa hanya terisak tidak membalas ciumaaaan bibir Hendra.


Hendra yang sedang di landa emosi pun tidak menghiraukan tangisan Khalisa yang mulai melemah, Khalisa sudah tidak memiliki tenaga untuk mempertahankan tubuhnya.


Entah sejak kapan mulainya saat ini tubuh Hendra pun polos tanpa sehelai benang pun, Khalisa hanya bisa menangis karena memang tak kuasa menolak, tenaganya sudah habis.


''Ya allah aku gak sanggup lagi. ''


gumam Khalisa dalam hatinya sambil terisak saat hendra mulai menyusuri tubuhnya.


Hendra langsung melancarkan aksinya dan Hendra seperti menemukan mainan baru saat ini, tubuh Khalisa benar benar ada dalam genggamannya, Hendra tidak mendengarkan rintihan tangis kesakitan Khalisa bahkan dengan teganya melakukan penyatuan tanpa pemanasan.


Satu jam kemudian Hendra melenguuuh panjang mencapai puncaknya, Hendra mencium kening Khalisa dan menghapus air mata yang membasahi pipi Khalisa.


''Aku mencintai kamu Khalisa, makasih dan tidurlah Khalisa. ''


ucap Hendra sambil membawa Khalisa kedalam dekapannya.


Khalisa langsung terlelap karena memang lelah hati dan tubuhnya pun begitu lelah, Khalisa masih sesegukan dalam tidurnya.


Hendra tersenyum dan mengusap pipi Khalisa yang masih tersisa air mata, Hendra juga masih bingung kenapa dia menjadi menggila dan merenggut kesucian Khalisa dengan paksa.


''Maafkan aku Khalisa dan aku janji akan bertanggung jawab, aku akan menikahi kamu dan makasih karena kamu sudah menjaganya, aku bahagia mendapatkan nya pertama dan aku bahagia karena aku sudah memiliki kamu mulai sekarang. ''


ucap Hendra sambil mencium kening Khalisa dan ikut terlelap dengan memeluk tubuh Khalisa.


.


.


.


Pagi hari menjelang........


Di kamar Hendra saat ini masih dalam kesunyian, Khalisa dan Hendra masih tertidur pulas, sedangkan di luar kamar hotelnya sedang terjadi keributan, Khalisa tidak membuka pintu kamarnya saat Danu menggedornya memanggil Khalisa dan akhirnya Danu meminta petugas hotel membuka pintu dengan kunci cadangan.


''Khalisa sebenarnya kemana?? Kamu gak di beri kabar sama Khalisa. ''


ucap Melin saat menunggu petugas membuka pintu kamar Khalisa.


ucap Danu dan Mamanya menghela nafasnya.


''Sana periksa handphone nya biar Mama yang menunggu di kamar Khalisa. ''


ucap mama Melin dan Danu mengangguk sambil berlari menuju kamarnya.


Melin sebenarnya khawatir kepada Khalisa dari semalam, Melin bahkan belum sempat berbicara pada Khalisa perihal Omah Maya yang mengenalkannya sebagai calon menantu keluarga Prayoga.


''Pintunya terbuka Nyonya silahkan. ''


ucap petugas hotel dan Melin langsung mengangguk terimakasih.


Setelah petugas hotel meninggalkan pintu kamar Khalisa, Melin masuk dan langsung terdiam karena kamar Khalisa terlihat rapih bahkan tidak ada tanda tanda orang masuk.


''Mama.....ternyata Khalisa semalam pulang dan memberi kabar lewat pesan ke Danu. ''


ucap Danu saat masuk kedalam kamar Khalisa.


''Sudah Mama duga Danu, lihat kamarnya rapih gini gak ada tanda tanda orang tidur di kamar ini. ''


ucap Melin sambil menunjuk ranjang yang rapih.


''Danu mau menyusul Khalisa ke rumahnya ajah Mama, mau meminta maaf juga. ''


ucap Danu dan Melin mencegahnya.


''Sudah lah Danu biarkan Khalisa sendiri dulu, karena Mama sudah Tahu kalau kamu dan Khalisa hanya berpura pura berpacaran, Khalisa terpaksa menerima rencana kamu karena kamu memohon sama Khalisa, biarkan Khalisa sendiri karena takutnya dia akan marah sama kamu, kejadian semalam yang di umumkan oleh Omah pasti membuat dia sedih. ''


ucap Melin dan membuat Danu terdiam.


Danu dan Melin tidak menyadari kalau di pintu Omah Maya mendengar semuanya dan langsung menggebrak pintu.


''Omaah......''


ucap Danu dan Melin bersamaan.


Melin langsung menghampiri mertuanya dan membawanya masuk kedalam kamar Khalisa lalu membawanya duduk di sisi ranjang.


''Minum dulu Omah. ''


ucap Danu yang menyodorkan gelas berisi air minum.


''Apa yang di ucapkan Mama kamu itu benar apa salah Danu?? Jujur sama Omah. ''


ucap Omah Maya dan Danu menganggukan kepalanya sambil menundukkan kepalanya.


''Maafkan Danu, semua rencana Danu dan Khalisa hanya membantu Danu, Danu meminta Khalisa menerima Danu sebagai pacar selama sepuluh hari dan kemarin adalah hari terakhir perjanjiannya, Danu yang memaksa Khalisa dan Khalisa setuju. ''


ucap Danu dan Omah Maya hanya menggelengkan kepalanya.


''Pantas saat Omah memulai rencananya Khalisa banyak diam, apalagi saat Omah bilang mau mengumumkan kalau Khalisa calon menantu keluarga Prayoga, Khalisa terlihat syok dan dari situ Khalisa banyak diam. ''


ucap Omah Maya dan Danu hanya diam.


''Sekarang Khalisa sudah di rumah nya Mama, lebih baik kita kembali pulang dan batalkan acara tamasya nya hari ini. ''


ucap Melin dan Omah Maya mengiyakannya.


''Kamu minta maaflah kepada Khalisa dan bawa dia ke rumah karena Omah ingin berbicara dengan Khalisa, jangan hari ini takutnya Khalisa menolak. ''


ucap Omah Maya sambil beranjak dan berjalan di gandeng oleh Mama Melin.


.


.


.


Tbc.......