
Khalisa mengerjapkan matanya dan perlahan terbuka kedua matanya, Khalisa langsung teringat kejadian semalam saat Hendra merebut paksa kehormatannya dan tidak memberikan kesempatan kepada Khalisa untuk mengelak.
Khalisa langsung duduk dan memegang kepalanya yang terasa pusing, Khalisa tidak melihat Hendra saat mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar.
Pintu kamar mandi terbuka dan Hendra lah yang keluar, Hendra tersenyum saat melihat Khalisa menatapnya, Khalisa langsung memalingkan wajahnya saat melihat senyum Hendra untuk pertama kalinya.
''Bersihkan tubuh kamu Khalisa, saya akan membawa kamu ke rumah dan akan meminta Mama untuk menikahkan kita berdua. ''
ucap Hendra dan membuat Khalisa melototkan matanya.
''Cukup Om merenggut kehormatan aku, jangan menambah masalah lagi karena Aku gak mau menikah dengan laki laki seperti Om. ''
ucap Khalisa dengan nada yang kesal sambil menatap tajam ke arah Hendra.
''Khalisa saya ingin bertanggung jawab dengan perbuatan saya ke kamu, harusnya kamu senang karena saya mau bertanggung jawab. ''
ucap Hendra sambil berjalan menghampiri Khalisa yang masih terdiam di atas ranjang.
''Terimakasih karena Om mau bertanggung jawab tapi Aku gak sudi menikah sama kamu Om, Aku malah bahagia kalau Om gak bertanggung jawab. ''
ucap Khalisa sambil menyibakkan selimbutnya lalu berjalan menuju kamar mandi walaupun area intinya sakit tapi Khalisa tetap berjalan cepat menuju kamar mandi.
Hendra menghela nafasnya dan langsung menghubungi pihak restoran hotel untuk mengantarkan pesanan sarapan ke kamarnya.
Hendra semalam memberi kabar pada Danu melalui handphone Khalisa dan membuat Hendra lega karena keluarganya pun semuanya memutuskan pulang ke rumah dan membatalkan acara tamasya nya.
Pintu kamar di ketuk dan saat terbuka petugas hotel yang datang membawakan troli berisi makanan, Hendra memberikan uang tips nya dan langsung menutup kembali pintu kamarnya.
Hendra langsung memakai pakaiannya dan menunggu Khalisa selesai membersihkan tubuhnya, Hendra juga sudah membawa pakaian milik Khalisa yang di siapkan Mamanya di kamar hotel untuk Khalisa.
''Aku mendapatkan keperawanannya dan aku bangga, semoga benih yang aku tabur akan membuahkan hasil, Khalisa hamil anakku dan dia akan terikat selamanya denganku. ''
ucap hendra saat melihat noda darah yang mengering di ranjang.
Beberapa menit Hendra menunggu namun Khalisa sama sekali belum terlihat membuka pintu kamar mandinya, Hendra langsung beranjak dan menuju kamar mandi lalu mengetuk pintu kamar mandi.
''Khalisa cepat mandinya kita sarapan dulu, ini baju kamu yang di siapkan Mama di kamar kamu semalam, saya sudah ambilkan. ''
ucap Hendra dan Khalisa yang mendengrnya langsung kesal.
Khalisa membuka pintu kamar mandi dan mengambil langsung pakaian yang di bawakan Hendra, Hendra hanya menghela nafasnya dan mengusap dadanya untuk bersabar menghadapi Khalisa.
Di dalam kamar mandi saat ini Khalisa sedang memakai pakaiannya, Khalisa sudah tidak memiliki kekuatan untuk menangis karena air matanya sudah mengering mungkin bosan menetes di pipinya.
''Ya allah ini adalah hari kelabuku, mudah mudahan aku bisa menjalani hidupku kedepannya dan mudah mudahan aku bisa melupakannya, menganggap semua adalah buang sial. ''
gumam Khalisa sambil berjalan menuju pintu untuk keluar dari kamar mandi karena perutnya terasa sangat lapar saat ini.
''Ayo kita sarapan, saya sudah pesankan makanan untuk kita berdua. ''
ucap Hendra saat Khalisa keluar dari kamar mandi.
Khalisa langsung menghampiri dan duduk sambil memakan makanannya, Khalisa membiarkan Hendra mengoceh karena saat ini dia ingin makan memberikan energi di tubuhnya.
ucap Khalisa dan membuat Hendra tersentak karena baru mengetahui kalau ada wanita yang tidak mau di berikan pertanggung jawaban.
''Saya akan tetap bertanggung jawab menikahi kamu Khalisa, saya takut kamu hamil karena semalam saya gak pakai pengaman melakukannya. ''
ucap Hendra dan membuat Khalisa langsung kesal.
''Amit amit....mudah mudahan gak jadi, jangan harap yah Om kalau aku sampai hamil, mustahil. Pokonya Aku mau pulang sendiri dan Om gak usah mengantarkan aku. ''
ucap Khalisa dan Hendra hanya bisa mengehala nafasnya.
''Yasudah kalau kamu gak mau saya bertanggung jawab, tapi kalau sampai kamu hamil. Saya akan menikahi kamu dan jangan pernah kamu menggugurkan janinnya kalau kamu sampai hamil, Saya akan bertanggung jawab. ''
ucap Hendra dan Khalisa hanya mengangkat bahunya tanda tidak mau berkomentar.
Khalisa mencari tas dan saat melihatnya, Khalisa langsung mengambilnya, Khalisa menghela nafasnya saat membaca pesan terkirim ke nomer Danu dan Khalisa tahu kalau semua perbuatan Hendra.
''Ayo Saya antarkan kamu pulang Khalisa, Saya gak mau semua orang menatap kamu, lihat leher kamu penuh tanda gitu dan pakaian kamu sedikit terbuka. ''
ucap Hendra dan Khalisa melototkan matanya.
''Ini semua juga karena kamu Om, sudahlah Aku mau pulang sekarang. ''
ucap kesal Khalisa sambil beranjak dan langsung berjalan melewati Hendra.
Hendra menggelengkan kepalanya dan langsung berjalan mengikuti Khalisa, Hendra hanya tersenyum tipis dengan tingkah Khalisa yang terlihat arogan saat ini.
Di lift saat ini hanya ada Khalisa dan Hendra, memang Hendra yang mengaturnya agar lift tidak berhenti di setiap lantai dan langsung menuju lobi utama.
Khalisa menggelengkan kepalanya saat merasakan lift langsung menuju lantai utama hotel dan Khalisa mengetahuinya kalau Hendra yang mengaturnya.
''Mobil sudah siap di pintu utama hotel jadi kita gak usah keluar area hotel lagi. ''
ucap Hendra saat lift terbuka dan menunjuk mobil yang sudah siap tepat di depan pintu utama hotel.
Khalisa langsung berjalan menuju mobil dan meninggalkan Hendra yang berjalan di belakangnya, Khalisa langsung masuk kedalam mobil dan duduk di depan samping kursi kemudi.
Hendra mengangguk saat supir membuka pintu mobilnya dan Hendra langsung mengemudikan mobilnya meninggalkan hotel menuju rumah Khalisa.
Sepanjang perjalanan Khalisa hanya diam dan tidak banyak berbicara, Hendra pun membiarkannya karena tidak akan baik kalau dia mengajak Khalisa berbicara.
Dua puluh menit kemudian mobil yang di kendarai Hendra sampai di kediaman Khalisa dan Khalisa langsung keluar dari mobil tanpa berbicara sepatah katapun pada Hendra.
Hendra langsung keluar dari mobil dan langsung berjalan menghampiri pintu rumah Khalisa, namun Khalisa langsung menutup pintu rumahnya dengan keras, membuat Hendra menghela nafasnya untuk kesekian kalinya.
.
.
.
Tbc.......