
Larisa saat ini sedang menatap jalanan dari lantai teratas gedung perusahaan nya, tamunya sudah kembali meninggalkan ruangannya beberapa menit lalu.
Larisa masih memikirkan ucapan laki laki yang menyukainya, dia akan menagih jawaban minggu depan dengan datang langung ke kediamannya.
Sungguh saat ini Larisa masih belum siap membuka lembaran baru, karena baginya sekarang hidupnya sudah cukup dengan kehadiran sang putri dan kedua calon cucunya.
''Sebaiknya aku diskusikan dengan Khalisa dan Ayah, saat ini aku gak membutuhkan pendamping karena Mas ilham masih tertanam di hati terdalam ku. ''
gumam Larisa sambil melamun menatap pandangan di hadapannya.
Pintu ruangan di ketuk kembali dan asistennya yang masuk memberitahukan jadwal selanjutnya, namun Larisa meminta atur ulang jadwalnya.
''Saya sedang tidak fokus saat ini, atur ulang jadwalnya dan saya juga akan pulang cepat hari ini. ''
ucap Larisa dan Asistennya mengiyakannya.
Larisa langsung merapihkan meja kerjanya dan akan segera pulang karena saat ini hatinya sedang tidak baik baik saja, Larisa membutuhkan putri nya untuk bertukar pembicaraan karena saat ini Khalisa yang bisa membantunya.
Larisa meminta supir menyiapkan mobil di lobi utama dan setelahnya langsung meninggalkan ruangan, menitipkan pekerjaan pada sekertaris dan asistennya.
''Bu Larisa sepertinya galau. ''
ucap Rani saat Larisa sudah masuk kedalam lift.
''Husshhh... ngaco, lanjutkan kerja kamu jangan membuat gosip. ''
ucap asisten nya Larisa dan membuat Rani memanyunkan bibirnya.
Di perjalanan Larisa saat ini......
Larisa sudah duduk manis di kursi penumpang menuju pulang, Larisa sudah mengabari Khalisa untuk tidak pergi kemana mana sebelum dia datang dan Khalisa mengiyakannya.
Beberapa menit perjalanan akhirnya sampai di kediaman nya, Larisa langsung masuk kedalam rumah dan tersenyum saat melihat putrinya yang sedang menonton televisi sambil memakan cemilan di tangannya.
''Mama.... sini ikut gabung. ''
ucap Khalisa saat melihat Mamanya memasuki rumahnya.
''Sebentar yah Sayang, Mama mau bersih bersih dulu biar segeran. ''
ucap Larisa dan Khalisa mengiyakannya.
Khalisa menghubungi suaminya untuk membatalkan acara menginap di rumah keluarga Prayoga, ternyata Hendra mengiyakannya dan semua gimana nyaman nya Khalisa.
Menunggu beberapa menit akhirnya Mamanya selesai menyegarkan tubuhnya dan gabung kembali dengan Khalisa lalu meminta kepada pelayan untuk menyiapkan minuman juga cemilan nya.
''Mama mau bicara apa ke Aku?? ''
ucap Khalisa yang langsung menanyakan permasalahan nya pada sang Mama.
''Tadi siang Om Marwan datang ke kantor dan mengungkapkan peraasaannya ke Mama, dia memberikan Mama waktu satu minggu dan akan datang minggu depan ke rumah ini untuk menanyakan jawaban Mama, menerima atau menolak dia. ''
ucap Larisa dan membuat Khalisa terdiam.
''Mama masih memikirkan Papa?? saat ini Mama berhak bahagia dan sudah saatnya menghapus Papa, bukan melupakan tapi simpanlah Papa di hati Mama, sudah saatnya Mama bahagia dan Om Marwan laki laki tepat untuk Mama setelah Khalisa mencari tahu semuanya. ''
ucap Khalisa dan Larisa langsung memandang putrinya.
''Saat ini Mama tidak membutuhkan pendamping, Mama sedang menunggu kelahiran kedua cucu Mama, ada kamu dekat Mama saat ini sudah cukup dan Mama tak butuh apapun lagi. ''
ucap Larisa dan Khalisa langsung terdiam.
''Mama..... Khalisa akan tetap ada dengan Mama, Khalisa meminta Mama memikirkan pendamping karena itu sangat butuh untuk masa depan Mama, Khalisa ingin Mama memulai masa depan kembali karena usia Mama juga saat ini masih sangat muda loh, Papa juga di sana akan mendukung keputusan Mama pastinya dan Khalisa meyakini itu. ''
ucap Khalisa dan membuat Mamanya terdiam.
''Mama mau nunggu keseriusan Om Marwan dulu, dia itu bujangan loh dan Mama merasa takut ajah. ''
ucap Larisa dan membuat Khalisa cekikikan.
''Hhee..... bagus lah bujangan, jadinya nanti nambah joss. ''
''Kamu mesum sekali sih, Dede.... jangan denger ucapan Bunda nya yang mesum yaah. ''
ucap Larisa sambil mengelus perut putrinya dan membuat Khalisa tertawa.
.
.
.
Sore menjelang......
Kakek Permana dan Hendra datang bersamaan karena mereka bertemu di kediaman Prayoga, Hendra datang untuk memberitahukan kalau Khalisa tidak bisa menginap karena ada hal penting dengan Mamanya dan membuat Kakek Permana langsung merasa bingung lalu meminta Hendra untuk ikut pulang.
''Kamu baik baik saja kan Lara?? ''
ucap Kakek Permana saat sampai di kediamannua dan menghampiri Larisa yang sedang duduk di sofa sambil memangku leptopnya.
''Lara baik baik saja Ayah, kenapa memangnya?? ''
ucap Larisa terheran karena Ayahnya tiba tiba menanyakan keadaannya.
''Hendra bilang kalau Khalisa gak bisa menginap hari ini karena ada hal penting dengan kamu, memangnya ada hal penting apa?? ''
ucap Kakek Permana sambil duduk di samping putrinya.
''Jadi hari ini Khalisa mau menginap di kediaman Prayoga?? kenapa Khalisa gak bilang ke Lara yah?? ''
ucap Larisa dan membuat Ayahnya menggelengkan kepalanya.
''Ayah nanya malah balik nanya lagi, Khalisa pasti memilih Mama nya lah ketimbang menginap di kediaman mertuanya, jawab dulu yang Ayah tanyakan tadi?? ''
geram kakek Permana dan membuat Putrinya menyengir.
''Maaf ayah, tadi Lara hanya ingin bertukar cerita dengan Khalisa saja dan sekarang sudah menemukan solusinya. ''
ucap Larisa dan Kakek permana mengangguk.
''Kamu ada masalah apa?? bicara sama Ayah, siapa tahu Ayah bisa bantu. ''
ucap Kakek Permana dan Larisa terdiam.
''Pak Marwan datang tadi ke kantor dan membicarakan masalah pribadi, dia mengutarakan keinginan nya untuk menjalin hubungan serius dengan Lara, dia memberikan waktu satu minggu untuk menunggu keputusan Lara, dia sendiri yang akan datang ke rumah untuk meminta jawabannya nanti. ''
jelas Larisa dan membuat Kakek Permana yang terdiam saat ini.
''Ayah hanya bisa mendoakan kamu saja Lara, semoga keputusan kamu itu adalah keputusan yang terbaik untuk masa depan kamu, Marwan laki laki baik dan dari keluarga baik baik, dia memang masih bujangan karena selama hidupnya dia hanya ingin membuat keluarga nya hidup dalam kecukupan. ''
''Lara juga sudah mengetahui semua data pribadi dia, Khalisa mencaritahunya sampai seditail mungkin. ''
''Kamu ini kenapa membiarkan Khalisa meretas data pribadi orang lain sih. ''
''Khalisa yang minta dan lagian Khalisa juga menutup kembali berkasnya. ''
''Yasudah apapun yang kamu putuskan nantinya, Ayah akan mendukung sepenuhnya. ''
ucap Kakek Permana sambil menepuk pundak Larisa lalu berjalan menuju kamarnya.
''Semoga semua keputusan aku benar Ayah dan tidak salah langkah. ''
gumam Larisa dalam hatinya sambil menatap ayahnya yang berjalan menuju kamarnya.
.
.
Bersambung.....