
Khalisa langsung menyiapkan piring lalu menuangkan nasi goreng yang di buatnya, Khalisa memiliki firasat kalau pagi ini Danu akan datang dan ternyata benar, Khalisa memang sengaja membuat nasi goreng porsi banyak.
Danu langsung duduk di kursi meja makan dan memperhatikan Khalisa yang sedang menyiapkan sarapan untuk nya.
''Mau telur dadar atau telur ceplok?? ''
ucap Khalisa saat ada dua telur di piring.
''Telur dadar ajah, aku kurang suka telur ceplok. ''
jawab Danu dan Khalisa mengangguk lalu menyimpan telur dadar di piring Danu.
''Kita seperti pasangan suami istri ajah yah, bahagia banget aku di layanin makan sama kamu, kalau boleh aku minta di buatkan bekal makan siang yah seperti yang kamu buat. ''
ucap Danu dengan tidak tau malunya dan Khalisa mengangguk karena dia hari ini malas debat.
.
.
Sepanjang perjalanan menuju tempat kerja Khalisa, Danu terus tersenyum bahagia karena Khalisa tidak membantahnya pagi ini bahkan bekal makan siang pun di siapkan oleh Khalisa untuknya.
''Kamu kenapa sayang?? Sakit?? ''
ucap Danu karena Khalisa hanya diam dari awal mobil di kemudikan Danu.
''Lagi ga mood jangan ngajakin debat dan sebisa mungkin jangan buat aku kesal. ''
jawab Khalisa dan Danu mengiyakannya.
''Memangnya ga mood karena apa?? Apa karena aku datang pagi pagi ke rumah kamu?? Atau karena aku minta di siapkan makan siang?? ''
ucap Danu dan Khalisa hanya menggelengkan kepalanya.
Danu pun hanya diam karena Khalisa sedang tidak bersahabat pagi ini, sesampainya di area lobi utama tempat Khalisa bekerja, Khalisa langsung pamit dan segera keluar dari mobil lalu berjalan masuk menuju lobi utama tempat kerja nya.
''Ada apalagi dengan Khalisa, juteknya sangat, bahkan auranya dingin sekali. ''
gumam Danu dalam hatinya sambil melanjutkan kembali perjalanan menuju perusahaanya.
Khalisa masuk kedalam ruangan dan langsung menghidupkan komputer juga leptopnya, pekerjaannya hari ini kosong karena kemarin sudah di selesaikan, Khalisa hanya menunggu paket pesanan online nya.
Pintu ruangan Khalisa di ketuk dan ternyata Rafi yang masuk, Khalisa tersenyum lalu beranjak untuk menghampiri Rafi.
''Pak Rafi kapan tiba?? Katanya lusa baru kembali. ''
ucap Khalisa dan Rafi tersenyum.
''Berkas yang kamu kirimkan semua sudah final jadi buat apa saya menunggu lama disana, oh iyaa....salam dari teman teman kamu disana, katanya kamu main ke kota kali kali. ''
ucap Rafi dan Khalisa mengangguk.
''Nanti Saya akan sempat kan Pak, oh iya. Ada apa Pak Rafi ke ruangan saya?? Semua berkas udah di meja kerja Pak Rafi. ''
ucap Khalisa sambil berjalan menuju sofa dimana Rafi duduk.
''Ini oleh oleh buat kamu, makasih sudah mempermudah pekerjaan saya selama disana. ''
ucap Rafi dan Khalisa mengangguk.
''Yasudah saya lanjutkan pekerjaan dulu yah Khalisa, selamat santai deh buat kamu. ''
ucap Raffi kembali dan Khalisa hanya memanyunkan bibirnya.
''Kalau butuh bantuan angkat tangan Pak Rafi pada kamera, nanti saya akan datang membantu. ''
ucap Khalisa dan Rafi mendelik karena pekerjaan nya saat ini memang pekerjaan yang harus di kerjakannya.
Rafi langsung keluar ruanga Khalisa dan Khalisa kembali menuju meja kerjanya, Khalisa menghela nafasnya saat menatap bungkusan dari Rafi dan itu adalah makanan kesukaannya.
''Jadi rindu kotaku kalau melihat makanan ini, kapan yah aku bisa pulang. ''
gumam Khalisa sambil mengeluarkan isi di dalam paper bag yang di beri Rafi.
.
.
Khalisa pulang lebih awal karena memang pekerjaannya sudah selesai, Khalisa berjalan kaki dari kantornya menuju minimarket terdekat dan tidak jauh dari kantor.
Khalisa membeli dua bungkus dan segera membayarnya, Khalisa tersenyum saat seseorang menepuk bahunya dan dia adalah Mama nya Danu.
''Tante tadi gak sengaja melihat kamu makanya masuk deh kedalam, bisa kita bicara. ''
ucap Melin dan Khalisa mengangguk.
''Khalisa bayar dulu belanjaannya dan nanti Khalisa susul Tante. ''
ucap Khalisa saat Melin menunjuk kursi di area luar super market.
Melin langsung keluar dari mini market dan langsung duduk di kursi di luar area minimarket, Khalisa membeli minuman dingin untuk menemani mengobrol.
''Maaf yah karena Tante menyita waktu kamu, ini penting makanya Tante langsung datangin kamu saat melihat kamu. ''
ucal Melin saat Khalisa duduk di hadapannya dan membarikan minuman botol untuknya.
''Gak apa apa Tante, lagian Khalisa sudah pulang kantor dan ini sengaja mampir di minimarket ada yang mau di beli, memangnya Tante ada perlu apa ke Khalisa?? ''
ucap Khalisa dan Melin langsung membenarkan duduknya sebelum berbicara.
''Apa benar kamu dan Danu menjalin hubungan?? Tante hanya ingin tau ajah Khalisa. ''
ucap Melin dan Khalisa langsung terdiam.
''Begini ceritanya Tante, sebelumnya Khalisa minta maaf karena melakukan perjanjian sama Danu, sebenarnya Khalisa menerima Danu menjadi pacar hanya sepuluh hari sampai dia ulang tahun ajah Tante, Danu terus terusan neror Khalisa dan memelas, makanya Khalisa gak tega dan menerima permintaannya Danu. Maafkan Khalisa Tante. ''
ucap Khalisa dan Melin langsung menghembuskan nafasnya.
''Sudah Tante duga, maaf kalau Danu membuat kamu tidak nyaman yaah, Tante sama sekali gak menyalahkan kamu tapi Tante takut nantinya Danu nekad sama kamu, kamu bukan wanita yang memandang fisik dan harta, kamu wanita tulus Khalisa dan semoga kamu bisa membalas perasaan Danu, dia benar benar mencintai kamu. ''
ucap Melin dan Khalisa langsung terdiam.
''Terimakasih untuk penilaian nya, Khalisa hanya membentengi hati ajah Tante, karena saat ini Khalisa enggan untuk menjalin hubungan dengan laki laki manapun, Khalisa ingin hidup damai dan menikmati kehidupan baru sekarang. ''
ucap Khalisa dan Melin mengangguk.
''Mau Tante antarkan ke rumah kamu?? Sekalian Tante jalan pulang, may yaa?? ''
ucap Melin dan Khalisa mengangguk.
Melin langsung senang dan menggandeng Khalisa menuju mobil, Khalisa memberitahukan alamat rumahnya dan Supir langsung menjalankan mobil nya.
Sepanjang perjalanan Melin dan Khalisa terus berbicara membahas apapun yang di bahasnya, hingga dua puluh menit kemudian mobil sampai di depan rumah Khalisa.
''Tante mau mampir dulu gak?? ''
ucap Khalisa dan Melin menggelengkan kepalanya.
''Kapan kapan Tante akan mampir yah, sekarang udah sore takut Papanya Danu pulang. ''
ucap Melin dan Khalisa mengangguk.
Khalisa langsung keluar dari mobil setelah mengucapkan terimakasih, Khalisa menunggu sampai mobil melin keluar dari gerbang utama kompleknya.
Khalisa langsung masuk kedalam rumah dan langsung menuju kamar mandi karena area intinya terasa tidak nyaman saat ini.
Di perjalanan Melin saat ini.....
''Saat aku menatap Khalisa tadi, sepertinya aku pernah melihat tatapan mata itu, tapi dimana dan siapa orangnya?? ''
gumam Melin dalam hatinya karena teringat seseorang saat menatap wajah Khalisa terutama mata Khalisa.
.
.
.
Tbc.....