
Masih di kediaman Khalisa......
Saat ini Khalisa sedang mengobrol banyak dengan Larisa, Larisa menceritakan banyak pada Khalisa dan Khalisa begitu antusias mendengarkannya bahkan Khalisa menanyakan masa pacaran Mama juga Papa nya.
''Sayang.....jawab jujur yah, apa kamu masih mewarisi kehebatan Papa kamu?? Ahli IT dan dunia Hancker?? Maaf Mama hanya penasaran. ''
ucap Larisa dan Khalisa mengangguk.
''Alhamdulilah dengan keahlian itu, Khalisa sekolah lebih cepat dan tanpa mengenyam dunia perkuliahan juga Khalisa bisa bekerja di perkantoran dengan keahlian Khalisa. ''
ucap Khalisa dan Larisa menghela nafasnya.
''Syukur lah, Mama senang mendengar nya sayang dan Mama bahagia karena kamu mewarisi kehebatan Papa kamu. ''
ucap Larisa dan Khalisa tersenyum.
''Oh yaa....mumpung belum sore, ajak Mama ke makam Papa dan Nenek kamu yah, kemarin Mama pengen ziarah tapi gak tau dimana letak makam nya. ''
ucap Larisa kembali dan Khalisa mengiyakannya.
''Ayo Mama, Khalisa akan mengantarkan Mama ke makam nya Papa dan Nenek. ''
jawab Khalisa antusias dan Larisa mengangguk.
Larisa langsung mengajak Khalisa menggunakan mobilnya karena jarak ke pemakaman lumayan jauh dan akan sangat memakan waktu lama kalau berjalan kaki.
Di pusat kota saat ini........
Meninggalkan cerita kebahagiaan Khalisa yang bertemu dengan Mamanya, Danu malah sibuk mencari keberadaan Khalisa yang menghilang, hingga Hendra yang mendengar Khalisa menghilangpun menjadi panik dan meminta anak buahnya mencari keberadaan Khalisa.
Satu orang yang berdecak dengan kepanikan Hendra dan Danu, dia adalah Ardi dan Ardi merasa Khalisa baik baik saja pasti akan kembali ke kota ini.
''Apa Hendra pikun, sudah tahu Khalisa ini Hancker dan pasti semua pencarian akan di blokir oleh Khalisa, aku yakin Khalisa dalam keadaan baik baik saja. ''
gumam Ardi saat menutup panggilan telphone dari Hendra yang menanyakan informasi mengenai Khalisa.
Malam menjelang.......
Danu kembali ke rumahnya karena Mama nya meminta untuk segera pulang karena ada keluarga dari pihak Mamanya yang berkunjung dan ingin bertemu dengan Danu.
''Waahh.....Danu sudah besar yaa sekarang, Kakek senang bertemu dengan kamu lagi. ''
ucap Kerabat Mama Melin saat Danu mencium tangannya.
''Kakek tumben datang kesini, Opah kan lagi pergi bulan madu sama Omah. ''
ucap Danu dan membuat Haris langsung memukul lengan putranya karena ucapannya begitu nyablak.
''Kamu sudah dewasa tapi bicaranya gak sopan Danu, kebiasaan banget sih. ''
kesal Haris dan Danu hanya memanyunkan bibirnya.
''Lara sudah kembali seminggu lalu tapi sekarang dia lagi menginap di rumah temannya untuk mengurus pekerjaan katanya, padahal Om kangen sama dia baru bertemu setelah sekian tahun. ''
ucap Kakek Permana dan Melin hanya terdiam.
''Biarkan Lara bebas Om, kasihan dia dan Melin bisa merasakan karena Melin juga seorang Ibu, Lara mungkin sedang mencari keberadaan anaknya. ''
ucap Melin dan Kakek permana mengangguk.
''Semua salah Om dan yang jadi korban adalah Lara, Lara bahkan bersumpah dia tidak mau menikah kembali dan akan mencari keberadaan anaknya. ''
ucap Kakek permana dan Melin hanya terdiam melihat guratan penyesalam dari Om nya.
''Anaknya Lara itu wanita kalau gak salah yah Om, Haris pernah sekali bertemu dengan anaknya saat ulang tahun yang kedua waktu itu. ''
''Benar Haris, anaknya perempuan dan tiga tahun di bawah Danu umurnya, sepertinya Anak itu tumbuh menjadi anak yang cantik seperti Lara. ''
ucap Kakek Permana dan Haris mengiyakan ucapan kakek perrmana.
''Yasudah Om pulang saja karena Wili juga gak ada, nanti kalian datang ke rumah yaah setelah Lara kembali dari urusannya. ''
ucap Om permana dan Melin mengiyakannya.
Haris dan Melin mengantarkan sampai ke depan pintu, ternyata bertetapan dengan kedatangan Hendra, Kakek permana menggelengkan kepalanya melihat bujangan yang baru tiba dengan wajah lusuh.
''Om Permana kapan datang?? Udah pulang ajah. ''
ucap Hendra saat mencium tangan Kakek permana.
''Sudah dari tadi tapi Papa kamu lagi pergi jadi Om pulang saja, kamu ini bukannya pikirin jodoh masih ajah menjomblo. ''
ucap Kakek permana dan membuat Hendra mendelik sedangkan pasangan suami istri di belakangnya malah cekikikan dengan sindiran dari Kakek permana.
Hendra memilih masuk kedalam rumah dan akan sangat kesal kalau terus mendengar sindiran dari sahabat Papanya itu.
''Danu.....kamu membuat Khalisa sedih yaa?? Sampai dia kabur tanpa jejak. ''
tuduh Hendra saat menghampiri keponakannya di meja makan.
''Sembarangan sekali Om kalau nuduh, Khalisa marah karena Omah mengenalkannya sebagai cucu menantu keluarga Prayoga, Kami sebenarnya gak berpacaran sungguhan Om, lebih tepatnya Danu menjerat Khalisa supaya ikut dengan ide Danu, kami melakukan perjanjian pacaran sepuluh hari sampai ulang tahun Danu tiba namun semua malah terjadi di luar ide. ''
jelas Danu dan membuat Hendra menggeram kesal.
''Bisa bisanya Khalisa menipuku dengan alasan pacar dari Danu, ternyata dia berbohong untuk menghindariku tapi aku bahagia karena Khalisa bisa aku miliki. ''
gumam Hendra dalam hatinya sambil tersenyum simpul dan membuat Danu mendelik melihat Om nya malah seperti mengejeknya dan Danu memilih kembali ke kamar mendinginkan otaknya.
Di kota Khalisa saat ini......
Larisa sengaja menginap di rumah Khalisa, bahkan Khalisa dan Larisa tidur di satu kamar juga satu ranjang, Larisa yang meminta tidur bersama dengan Khalisa dan membuat Khalisa langsung bahagia lalu menyetujui keinginan mamanya.
''Kamu bekerja di perusahaan pusat kota?? Perusahaan apa namanya?? ''
ucap Larisa dan Khalisa langsung mengangguk karena mengetahui letak tempat kerja putrinya.
''Boleh Mama meminta kamu membantu Mama menjalankan perusahaan Kakek kamu gak sayang?? Karena nantinya semua aset harta milik Kakek dan Mama akan menjadi milik kamu, cucu tunggal keluarga Mama, biar kamu bisa mengendalikan perusahaan nantinya. ''
ucap Larisa dan Khalisa menghembuskan nafasnya.'
''Beri Khalisa waktu yaah, Khalisa masih ingin bekerja di perusahaan yang sekarang Mama, karena hanya perusahaan yang sekarang Khalisa kerja, mempercayai juga menerima lamaran kerja Khalisa. ''
''Baiklah Sayang, Mama gak akan memaksa kamu kok karena Mama mengerti dengan situasi kamu, kamu mau kan bertemu Kakek kamu?? karena dia ingin bertemu kamu, Kakek bilang dia menyesal berbuat jahat saat masa lalu. ''
Khalisa langsung terdiam dan seperti memikirkan ucapan Mamanya, Khalisa masih sangat kesal dengan Kakek nya yang jahat, dengan tega memfitnah Papanya hingga kedua orang tuanya berpisah.
''Sudah lah jangan di fikirkan dulu ucapan Mama, lebih baik kita tidur dan menyambut hati esok dengan lebih ceria dan indah. ''
ucap kembali Larisa karena putrinya hanya diam.
Khalisa pun mengangguk dan memejamkan matanya, tak lama Khalisa langsung terlelap, Larisa begitu bahagia karena putri semata wayangnya sudah berada di sisinya dan Larisa akan membayar lima belas tahun kepergiannya dengan mengurus Khalisa juga memberikan yang terbaik untuk putrinya.
.
.
.
Tbc.....