Khalisha

Khalisha
Khalisa menghilang......



Di kediaman Prayoga saat ini.....


Hendra baru sampai di kediamannya dan langsung masuk kedalam rumah, rumah dalam keadaan sedikit ramai karena Ardi dan istrinya juga anak anaknya sedang berkunjung ke kediaman Prayoga.


''Aku kira kamu mau menginap lebih lama di Hotel, ternyata ikut pulang juga. ''


ucap Ardi saat Hendra memasuki rumahnya.


''Harusnya aku yang nanya, kenapa semua kumpul di rumah, bukannya kalian akan pergi bertamasya. ''


ucap Hendra yang langsung duduk di samping Ardi.


''Mau tamasya bagaimana Om, yang punya hajatnya kan pulang lebih dulu dan Omah membatalkan acaranya langsung. ''


ucap Daren dan Hendra mengangguk.


''Bagus laah buat apa jalan jalan, happy happy di atas penderitaan orang lain. ''


ucap Hendra sambil memakan makanan yang ada di hadapannya.


''Kamu kenapa sewot sih Hendra, emang yang menderita itu siapa?? Kamu?? ''


ucap Haris dan Hendra langsung mendelik sebal sedangkan Ardi hanya bisa cekikikan.


''Aku akuisisi perusahaan kamu kalau kamu terus menertawakan aku Ardi. ''


ancam Hendra dan Ardi langsung mengangkat jarinya tanda damai.


Hendra langsung menuju kamar nya karena saat ini dia sedang kesal, bukan hanya Khalisa yang membuat nya kesal, bahkan semua keluarga nya pun membuat nya kesal.


Di kediaman Khalisa saat ini.....


Handphone Khalisa berdering dan ternyata panggilan dari tetangga dekat yang menjaga rumah Khalisa di kota sebelah, Khalisa langsung mengangkatnya.


Dalam Panggilan saat ini......


''Khalisa maaf Mba mengganggu kamu, tapi ini sangat penting. ''


''Ada apa Mba Meli?? Hal penting apa?? ''


''Ternyata orang yang datang kemarin ke rumah kamu mencari nenek kamu itu, datang lagi tadi pagi dan dia mengaku kalau dia orang tua kamu. ''


''Apaa?? Khalisa gak percaya Mba. ''


''Mba juga gak percaya Khalisa, dia akan datang lagi besok dan dia meminta kamu juga datang, Mba sengaja gak memberikan nomer kamu tapi dia meninggalkan nomer nya. ''


''Coba kirimkan nomernya Mba, biar Khalisa hubungi pake nomer Khalisa, makasih sebelumnya ya. ''


''Sama sama Khalisa, Yasudah Mba tutup panggilannya dan Mba akan kirim nomer nya. ''


''Iya Mba makasih, Khalisa tunggu. ''


Panggilan berakhir.......


''Ya allah siapa mereka dan kenapa mengaku orang tua aku, nenek gak pernah cerita mengenai orang tuaku, nenek hanya bilang kalau aku gak pantas mengenali orang tuaku. ''


gumam Khalisa dalam hatinya sambil membuka pesan dari Tetangganya.


Khalisa langsung menuju kamar nya untuk mengambil leptopnya, Khalisa akan mencari data dari nomer itu dan akan cari sampai seditail mungkin.


Setelah mendapatkan nomernya Khalisa langsung melacak informasi dari nomer itu dan akan mengetahui siapa orang yang mencarinya.


Sepuluh menit Khalisa berselancar dan akhirnya mendapatkan informasinya, bahkan Khalisa mendapatkan kartu tanda penduduk.


''Namanya Larisa dan mau apa dia mencari nenek dan selama ini nenek gak pernah membahas nama ini, aku merasa gak enak hati setelah mendapat informasi ini, kenapa yah?? ''


Gumam Khalisa dalam hatinya sambil memprint out data data yang dia dapatkan.


Keesokan harinya.......


Khalisa bangun dalam keadaan acak acakan karena semalam dia susah terlelap karena memikirkan informasi yang di dapatkannya saat ini.


''Sepertinya aku harus pulang ke rumah dulu, untuk meyakinkan siapa sebenarnya orang yang mengaku orang tua aku. ''


Gumam Khalisa sambil beranjak menuju kamar mandi dan segera membersihkan tubuhnya.


Khalisa langsung pergi tanpa sarapan karena dia akan naik bus pertama dari kotanya saat ini menuju kota sebelah.


Di kediaman Prayoga saat ini.....


Danu sedang di landa gelisah karena nomer Khalisa tidak aktif dari semalam, Danu berencana akan menghampiri ke tempat kerja Khalisa.


''Sarapan dulu Danu. ''


Ucap Mama Melin saat Danu menuruni tangga.


''Sepi sekali, pada kemana Mama?? ''


''Kamu bangunnya terlambat, Omah di bawa Opah berlibur karena kesalahan kamu, Omah sampai sedih loh Danu, kalau Papa kamu mengantarkan Daren karena supir dua duanya di bawa sama Opah. ''


Ucap Mama Melin dan Danu langsung terdiam.


''Maaf kan Danu Mama, semua di luar perkiraan soalnya, Danu mau ke kantor Om Ardi sekarang, mau meminta maaf sama Khalisa. ''


Ucap Danu sambil memakan makanan yang di sediakan Mamanya.


''Terserah kamu Danu, Mama hanya pesan sama kamu. Jangan memaksa kalau Khalisa gak mau bertemu sama kamu. ''


Ucap Mama Melin dan Danu menyetujuinya.


Hendra menuruni tangga dengan setelan kerjanya dan langsung duduk di samping Danu, Melin langsung menyiapkan makanan untuk Hendra.


''Hendra kamu mau ke kantor apa mau menyusul Papa?? Katanya Papa meminta kamu ikut. ''


Ucap Melin saat memberikan iring berisi makanan untuk Hendra.


''Kakak tau kan kalau Papa sama Mama berniat menjodohkan Hendra dengan wanita pilihan mereka, makanya Hendra milih pergi ke kantor karena kerjaan sedang banyak sekali. ''


Ucap Hendra dan Melin mengangguk.


Danu langsung pamit pada Mama dan Om nya dan langsung menuju perusahaan dimana khalisa bekerja.


''Hendra berangkat dan tolong Kaka hubungi Mama kalau Hendra sudah memiliki pacar. ''


ucap Hendra sambil beranjak dan tidak mendengarkan panggilan dari Melin.


Melin hanya menggelengkan kepalanya denga sikap Danu dan langsung memanggil pelayan untuk merapihkan meja makan.


Danu sudah tiba di perusahaan dan langsung menuju ruangan Ardi, namun Ardi belum datang dan Danu langsung duduk menunggu di sofa.


''Kamu lagi apa disini Danu?? ''


Ucap Ardi saat membuka pintu melihat Danu duduk di sofa.


''Danu mau bertemu sama Khalisa, makanya ada disini Om. ''


Ucap Danu dn Ardi mengerutkan keningnya.


''Khalisa di ruangannya dan kenapa kamu malah menunggu disini?? ''


Ucap Ardi sambil duduk di kursi kerjanya.


''Khalisa belum ada di ruangannya Om, makanya Danu nunggu disini ajah. ''


Ucap Danu dan Ardi langsung menatap ke arah Danu.


''Sebentar yah, Om akan menanyakan sama Rafi. ''


Ucap Ardi sambil menghubungi Rafi untuk mencari keberadaan Khalisa.


Selang beberapa menit kemudian pintu ruangan ARdi di ketuk dan ternyata Rafi yang masuk dan langsung menghampiri meja Ardi.


''Maaf Pak, sepertinya Khalisa tidak msuk kerja hari ini, ruangannya rapih dan kosong, nomernya saya hubungi tapi tidak aktif. ''


Ucap Rafi dan Ardi langsung menghela nafasnya.


Danu langsung pamit untuk mencari ke rumah Khalisa dan Ardi mengiyakannya, Ardi meminta Rafi menggantikan Khalisa karena hari ini ada meeting di perusahaan.


.


.


Di perjalanan Danu saat ini......


perjalanan hanya lima meit akhirmya sampai di rumah khalisa dan Danu langsung menghampiri pintu untuk mengetuknya, namun sudah beberapa kali Danu mengetuk tapi tidak D sahutan dari dalam rumah.


''Khalisa kamu dimana?? Apa kamu semarah itu ke aku sampai pergi menghilang dan tidak berjejak. ''


Gumam Danu dalam hatinya sambil memberi kabar pada Ardi kala Khalisa tidak ada di rumahnya.


.


.


.


.


.


Tbc......