Khalisha

Khalisha
Apartemen Hendra.......part 1



Perjalanan menuju Apartemen terasa sangat jauh bagi Hendra karena mobil yang di gunakan nya membuat gak nyaman, mobil yang minimalis dan menurutnya sangat cantik, sedangkan Hendra menyukai mobil sport yang membuatnya terlihat keren.


Saking asiknya dengan kemudi, Hendra tidak menyadari kalau Khalisa tertidur, empat puluh menit perjalanan akhirnya sampai di pelataran parkir sebuah gedung tinggi, Apartemen paling mewah di pusat kota dan di miliki oleh Hendra.


''Ya ampun sampai gak sadar kalau Khalisa tertidur. ''


ucap Hendra sesaat setelah memparkirkan mobilnya di area parkir khusus untuknya.


Hendra mengusap pipi Khalisa dan membuat Khalisa langsung terbangun, Khalisa melirik sekitarnya ternyata mobil sudah berhenti dan terparkir sempurna.


''Sudah sampai ternyata. ''


ucap Khalisa saat Hendra tersenyum menatapnya.


''Sudah dan rapihkan rambut sama penampilan kamu, Mas turun duluan yah. ''


ucap Hendra dan Khalisa mengiyakannya.


Hendra keluar dari mobilnya dan mengitari mobil untuk membuka pintu mobil Khalisa, Khalisa langsung menggenggam tangan Hendra saat turun dari mobil.


Hendra berjalan menggandeng Khalisa menuju lift untuk naik ke lantai teratas apartemen khusus milik Hendra, sepanjang perjalanan Khalisa hanya diam dan tidak berani berbicara karena saat ini dia masih mengumpulkan kesadarannya.


Tiba di lantai teratas Hendra kembali menggandeng Khalisa menuju unit apartemen miliknya, saat pintu terbuka ternyata area dalam apartemen begitu bagus dan furniure nya pun sangat bagus dan elegan.


''Aku kira apartemen nya sama seperti apartemen pada umumnya, ternyata ini seperti rumah loh. ''


decak kagum tak hentinya Khaliisa lontarkan saat memasuki apartement nya.


''Kamu nyaman kan saja diri kamu dulu yah, Mas mau ambil berkas dulu di ruang kerja dan kalau butuh makanan tinggal kedapur saja semua tersedia juga disana. ''


ucap Hendra yang membuyarkan kekaguman Istrinya dan Khalisa hanya mengangguk.


Hendra langsung menuju ruangan kerjanya dan meninggalkan Khalisa di area apartemen nya karena memang tidak ada yang di tutupi oleh Hendra ataupun rahasia tersembunyi.


Khalisa menuju pintu dekat jendela dan ternyata balkon luas di tambah kolam renang yang lumayan besar dan sangat nyaman dengan taman mini juga kursi santai di sekitar kolam.


''Ini maa seperti rumah minimalis tapi elegan, nyaman sekali yaah dan kayanya akan sangat betah kalau tinggal disini, pantesan Om Hendra memilih keluar dari rumah mewah keluarganya dan llebih memilih disini karena memang nyaman sekali. ''


ucap Khalisa yang terus saja berdecak kagum dengan apa yang di lihatnya.


Khalisa langsung berbalik dan masuk kembali kedalam area dalam apartemen, KhalisaKhalisa menuju dapur dan ternyata dapur pun sangat kumplit terutama isi kulkasnya berbagai macam buah buahan dan minuman juga banyak, berbagai macam cemilan pun ada.


Khalisa langsung memilih berbagai macam makanan dan minuman untuk di bawa ke balkon dan bersantai disana, Khalisa juga membuatkan minuman untuk Hendra dan mengantarkannya ke ruangan kerja Hendra.


''Ini mirip sepert ruangan kerja di dalam perusahaan loh, gak seperti ruang kerja di rumah biasa. ''


ucap Khalisa saat menyajikan minuman juga makanan di meja kerja Hendra.


''Ini tuh bisa di sebut rumah, apartemen dan kantor juga sih karena pusat perkantoran apartemen Mas awasi di ruangan ini. ''


jawab Hendra dan Khalisa langsung terdiam mencerna ucapan suaminya.


''Maksudnya?? Kalau apartement ini tuh milik Mas Hendra dan di kendalikan di ruangan ini?? ''


uca Khalisa meyakinkan dengan dugannya dan Hendra mengiyakannya.


''Betul sekali dan makasih minuman juga makanannya, kamu mau tetap disini atau mau nunggu dimana?? sebentar lagi asisten Mas akan datang soalnya. ''


ucap Hendra saat membaca pesan dari asistennya.


''Mau di balkon saja Mas dan ngapain nunggu disini sangat membosankan. ''


ucap Khalisa sambil keluar dari ruangan kerja Hendra dan membuat Hendra menggelengkan kepalanya.


''Kenpa Khalisa jadi sangat menggemaskan dan bukan seperti Khalisa yang terlihat dewasa juga tangguh, faktor kehamilan membuat dia berubah. ''


.


.


.


.


Berbeda dengan pengantin baru yang mulai dekat, Danu saat ini sedang ribut dengan Mamanya dan Omah nya di kediaman Prayoga.


''Pokonya jangan cegah Danu untuk tinggal di apartement yaah, Om Hendra saja boleh tinggal di apartemen saat sebelum menikah. ''


protes Danu saat mamanya terus menolak keinginannya.


''Itu kan Om kamu Danu dan bukan kamu, pokonya Omah menentang keinginan kamu yah, kalau nekad Omah akan meminta Papa kamu memblokir semua pasilitasnya. ''


ancam Omah Maya dan di setujui Mamanya.


''Looh kenapa jadi kejam gini sama Danu sih, ini namanya gak adil Omah dan Mama juga kenapa gak membantu Danu sih malah dukung Omah. ''


ucap kesal Danu sambil duduk di sisi ranjangnya.


''Mama akan dukung kebaikan yah Danu, Mama khawatir kalau kamu tinggal di apartement seorang diri dan Mama setuju dengan Omah. ''


ucap Melin dan membuat Danu langsung lemas seketika.


''Oke fine.....Danu gak akan pindah dan mau di rumah ini saja sampai Danu menikah nanti dan kalau Danu menikah harus ijinkan tinggal terpisah yah. ''


ucap Danu yang pasrah dengan keputusan orang tuanya.


Omah Maya dan Melin langsung tersenyum senang, Melin membantu membongkar koper yang berisi pakaian Danu sedangkan Omah Maya langsung keluar dari kamar sang cucu menuju ruangan keluarga.


''Walaupun kamu pernah tinggal di luar negeri jauh dari keluarga, Mama tetap tidak ijinkan kamu tinggal di apartemen yaah, saat ini kamu masih labil loh Danu dan Mama takut terjadi hal hal yang tidak memungkinkan nantinya, jadi.... menurut yah sama Mama. ''


ucap Melin sambil merapihkan pakaian Danu kembali kedalam lemari.


''Iya Mama. ''


jawab singkat Danu sambil berjalan menuju pintu kamarnya untuk keluar dari kamar.


.


.


Di apartemen saat ini......


Hendra masih sibuk dengan asistennya di ruang kerja, sedangkan Khalisa sibuk di dapur membuat makanan karena dia ingin membuat makanan sendiri dan gak mau memesannya.


Setelah bosan di balkon dan makanan habis banyak, Khalisa memilih dapur tujuan selanjutnya.


Khalisa membuat makanan dengan bahan yang ada, dari ruangan Hendra pun sampai tercium aroma masakan Khalisa dan membuat Hendra segera mengakhiri pekerjaannya dan meminta asistennya segera kembali ke kantornya di lantai dasar.


Hendra menghampiri Khalisa yang berada di dapur, Hendra tersenyum melihat Khalisa memasak di dapurnya dengan bahan bahan yang ada di dalam kulkas nya.


.


.


.


Bersambung.......