Khalisha

Khalisha
Nasi sudah jadi bubur......



Khalisa saat ini sedang memilih makanan yang akan di santapnya, Danu belum sampai dan Khalisa pun memutuskan makan terlebih dahulu.


Saat asik memilih makanan ternyata Danu datang dengan pakaian yang sama seperti tadi terakhir bertemu dengan Khalisa.


''Maaf agak telat sampainya. ''


ucap Danu saat menghampiri Khalisa.


''Gak apa apa lagian aku juga baru memilih ymakanannya, kamu udah mau aku ambilkan sekalian gak?? ''


ucap Khalisa dan Danu langsung tersenyum lebar mendengarnya.


''Makasih Sayang. Aku tunggu di meja keluarga yaah, mau sapa dulu Tante Melda dan satu piring berdua ajah yah makannya. ''


ucap Danu sambil berjalan menuju keluarganya dan belum mendengar protesnya Khalisa.


Hendra begitu geram melihat kemesraan Khalisa dan Danu, dia yang pertama bertemu Khalisa tapi Danu yang mendapatkannya, tapi Hendra belum mengetahui kalau hubungan mereka hanya perjanjian sampai ulang taHun Danu.


Khalisa selesai dengan makanannya dan langsung kembali menuju meja dimana Danu menunggunya, Danu langsung menepuk kursi kosong di sampingnya dan Khalisa langsung mendudukinya.


Danu terus menempel pada Khalisa bahkan dia meminta di suapi makan, Khalisa tidak bisa menolak dan mengiyakan kemauan Danu.


''Kalian ini bikin iri saja dan kasihan yang jomblo. ''


ucap Ardi saat melihat Khalisa dan Danu saling suapi.


''Om Ardi sirik ajah, siapa lagi yang jomblo di acara ini sekarang?? ''


ucap Danu dan Ardi menunjuk Hendra dengan matanya.


''Om kamu dan mau siapa lagi coba, Omah sebaiknya resmikan mereka berdua takutnya Danu malah nekad macam macam sama Khalisa. ''


ucap Ardi dan membuat Omah Maya tersenyum lebar lalu mengiyakan ide nya Ardi.


Hendra langsung menatap tajam sahabatnya itu dan membuat Ardi gelagapan langsung memalingkan wajahnya saat bertatap muka dengan Hendra.


Acara pun di lalui dengan berbincang hangat dari semua keluarga yang berkumpul, termasuk Papanya Danu dan Opah nya Danu yang datang paling terakhir.


Tepat jam sembilan malam Khalisa memilih pamit pulang karena baginya sudah larut, Danu langsung mengantarkan Khalisa pulang dan di setujui semua keluarganya.


''Sepertinya kamu harus segera mempersiapkan pesta pernikahan anak kamu Haris, lihat ajah dari tadi anak kamu mepet terus dengan Khalisa. ''


ucap Opah Wili dan Haris langsung terdiam.


''Sebaiknya kita nikahkan Hendra dulu jangan langsung Danu, dia masih labil dan Haris gak mau dia mempermainkan pernikahan nantinya. ''


jawab Haris dan opah Wili pun mengangguk.


''Hendra sepertinya sudah enggan dengan pernikahan, Papa hanya takut Danu nekad dan menghamili Khalisa nantinya kan keluarga kita yang tercoreng. ''


ucap Opah Wili dan Haris hanya mengangkat bahunya tanda tidak mau berkomentar.


Di perjalanan Khalisa saat ini.....


Danu terus terusan meminta maaf karena perlakuannya tadi di acara kepada Khalisa, Khalisa beberapa kali melototinya namun Danu menulikan semua protes Khalisa.


''Khalisa....jawab dong, jangan diam terus. ''


ucap Danu untuk kesekian kalinya namun Khalisa hanya diam.


''Gak enak kan di cuekin saat protes, aku gak mau kejadian tadi terulang lagi Danu, lihat reaksi keluarga kamu malah merencakan pernikahan dan aku gak mau ada pernikahan antara kita. ''


ucap Khalisa dan membuat Danu terdiam.


''Maafin aku yah dan aku janji akan menjelaskan semuanya sama Omah. ''


ucap Danu dan Khalisa memalingkan wajahnya karena kesal dengan sikap Danu.


Beberapa menit kemudian akhirnya sampai di kediaman Khalisa, Khalisa tidak lupa mengucapkan terimakasih dan langsung masuk kedalam rumah tanpa mendengar ucapan dari Danu.


''Aku harus bagaimana sekarang, Khalisa marah dan aku takut dia menghindari lagi, bukannya dekat malah semakin jauh jadinya. ''


Danu langsung meninggalkan rumah Khalisa setelah Khalisa benar benar masuk kedalm rumah dan menutup pintunya, sepanjang perjalanan Danu hanya fokus dengan kemudi karena dia ingin segera sampai di rumahnya dan menghubungi Khalisa.


Di rumah Khalisa.....


Khalisa langsung duduk di kursi dan bersandar sambil menatap langit langit rumahnya, Khalisa sedang beristirahat karena tubuhnya begitu lelah saat ini.


''Nasi sudah jadi bubur, tinggal sembilan hari lagi pasti bisa dan mudah mudahan hatiku tidak goyah dengan perhatian yang Danu berikan. ''


gumam Khalisa dalam hatinya dan tak lama Khalisa terlelap tidur dengan posisi duduk bersandar.


.


.


Pagi menjelang.......


Khalisa mengerjapkan matanya dan tersentak saat melihat gorden rumah nya yang ternyata sudah terang, Khalisa menepuk keningnya karena ketiduran dan belum membersihkan tubuhnya.


''Entah siapa yang salah, aku atau emang nasibku yang tidak baik yah, tidur tanpa membersihkan tubuh dan wajah kusam. ''


ucap Khalisa sambil beranjak membuka gorden rumahnya dan membuka pintu rumahnya.


''Ternyat baru jam lima tiga puluh pagi dan aku gak Sholat subuh deh jadinya. ''


gumam Khalisa saat masuk kedalam rumah nya melihat jam di dinding.


Khalisa langsung kedapur menyiapkan makanan untuk sarapan dan untuk bekal nya, Khalisa menyiapkan sarapan dengan menu nasi goreng telor dadar dan membuat bekal makan siang ayam kecap tempe orek.


Tiga puluh menit kemudian Khalisa selesai memasak dan langsung menuju kamar nya untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu.


Di kediaman Prayoga.....


Danu sudah rapih sekali pagi ini dan membuat Mama nya menggelengkan kepalanya karena dia tahu kalau putranya akan ke rumah Khalisa.


''Mama gak akan menanyakan kamu mau kemana Danu, mau sarapan dulu gak?? Biar Mama siapkan dulu makanannya. ''


ucap Mama Melin dan Danu menggelengkan kepalanya.


''Danu sarapan di rumah Khalisa ajah, dia pasti memasak buat sarapan sama bekal makan siang Mama, yaudah Danu pamit yah. ''


ucap Danu sambil mencium tangan mamanya lalu segera beranjak keluar dari rumah.


Mamanya hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Danu dan mamanya selalu berdoa untuk kebaikan Danu.


Danu terus tersenyum sepanjang perjalanan menuju rumah Khalisa, dia tidak mengabari Khalisa kalau mau menjemput karena Danu akan memberikannya kejutan.


Khalisa di rumahnya baru selesai bersiap.dan sudah rapih dengan style kantorannya, Khalisa saat ini merasa mood nya kurang baik dan ternyata hari ini tepat hari pertama datang bulan.


''Semoga Danu gak membuat masalah hari ini, aku pengen damai hari ini. ''


gumam Khalisa dalam hatinya sambil merapihkan make up lalu keluar dari kamar nya untuk memakan sarapan paginya.


Pintu rumah di ketuk dan Khalisa mengetahuinya kalau itu adalah Danu, bau parfum nya sangat Khalisa kenali dan dengan malas Khalisa menghampiri pintu, tepat dugaannya Danu datang dengan pakaian rapih dan senyumnya begitu merekah saat Khalisa membuka pintu rumahnya lebar lebar.


''Aku mau jemput kamu dan kita barengan ke kantor nyaa, mau kan Sayang?? ''


ucap Danu dan Khalisa menghela nafasnya.


''Masuk dulu ganti sepatu pake sendal rumahan, kita sarapan dulu sekalian dan jangan protes aku malas debat pagi ini. ''


ucap Khalisa sambil masuk kedalam rumah dan Danu langsung bahagia mendengar Khalisa mengajaknya masuk kedalam rumahnya juga menawarinya sarapan.


.


.


.


Tbc.....