
Saat ini di kediaman Permana sedang terjadi kebahagiaan dan lain hal dengan keluarga Prayoga, Haris dan Danu mengalami kecelakaan di kota sebelah, keduanya masih berada di ruangan ICU.
Omah Maya yang menghubungi Hendra pun tidak terjawab terus dan akhirnya membiarkannya karena saat ini fokus pada keadaan Haris dan Danu.
''Bagaimana?? Hendra sudah mengangkat panggilan nya belum?? ''
ucap Opah Wili dan istrinya menggelengkan kepalanya.
''Hubungi Lara coba?? pasti menjawab panggilan nya. ''
ucap Kembali Opah Wili dan istrinya mengangguk.
Keadaan Melin saat ini sangat kacau, dia masih tak sadarkan diri setelah melihat keadaan suami dan anaknya, Daren pun menunggu sang Mama karena Omah dan Opah nya sibuk menghubungi Om Hendra.
Ternyata dalam dering ke empat Larisa mengangkat panggilan nya.
Dalam panggilan saat ini.....
''Akhirnya di angkat juga..... ''
''Ada apa Tante?? sesuatu terjadi kah?? ''
''Tante menghubungi Hendra tapi gak di angkat terus, Haris dan Danu mengalami kecelakaan, keadaannya masih sangat keritis. ''
''Di rumah sakit mana di rawatnya?? ''
''Di kota sebelah Lara, bicarakan pada Hendra dan suruh dia datang kesini yaa. ''
''Baik Tante, bukan hanya Hendra yang akan datang tapi kami semua, Tante yang sabar yaa... ''
''Terimakasih Lara. ''
Panggilan Berakhir.....
Di kediaman Permana saat ini.....
Lara yang kebetulan sedang ke kamar mandi pun tidak jadi karena menerima panggilan dari besannya dan langsung bebalik berlari kecil menghampiri keluarganya yang masih bercengkrama di ruang utama.
''Mama kenapa lari gitu?? ''
ucap Khalisa yang pertama menyadari kedatangan Mamanya.
''Hendra..... Haris sama Danu mengalami kecelakaan di kota sebelah, mereka dalam keadaan kritis. ''
ucap Larisa tiba tiba dan membuat semua tersentak.
''Pantas saja Mama nelphone berkali kali. ''
ucap Hendra yang langsung beranjak menuju kamarnya untuk mengambil handphone nya.
''Saya malah bertemu dengan keduanya saat melakukan penandatanganan kerjasama, gak nyangka ko bisa kecelakaan. ''
ucap Om Marwan dan semua terdiam.
Khalisa masih duduk menunggu suaminya kembali dari kamar dan saat kembali Hendra langsung meminta ijin untuk pergi ke kota sebeleh untuk menyusul.
''Kami semua ikut Hendra, jangan pergi sendiri. ''
ucap Kakek Permana dan semua mengiyakannya.
Hendra langsung duduk di samping Khalisa dan Khalisa langsung menenangkannya, Kakek Permana dan Mamanya sedang mengurus kepergian menuju kota sebelah.
Ternyata semua ikut pergi termasuk Khalisa yang sedang hamil pun merengek meminta ikut, Larisa pergi dengan mobil Om Marwan bersama keluarga Om Marwan karena memang tujuannya sama, sedangkan yang lainnya memakai mobil Kakek Permana.
Perjalanan Empat jam akhirnya sampai di rumah sakit, Larisa ikut mengantarkan keluarga Om Marwan ke rumahnya karena Om Marwan akan ikut ke rumah sakit, sedangkan Kakek Permana langsung menuju rumah sakit.
Kakek Permana langsung memeluk sahabatnya yang terlihat tidak baik baik saja, sedangkan Hendra dan khalisa menenangkan Omah Maya.
''Kita bawa ke luar negeri agar mempercepat penyembuhannya karena alat alatnya akan sangat canggih disana, kamu bersedia kan Wili?? ''
ucap Kakek Permana dan Opah Wili terdiam.
''Papa..... semua demi kebaikan Kak Haris dan Danu, mudah mudahan secepatnya pulih. ''
ucap Hendra yang meyakinkan sang Papa.
''Kalau kamu setuju, aku akan siapkan semuanya dan anak buahku akan mengurusnya juga. ''
ucap Kakek Permana dan akhirnya opah wili mengiyakannya.
Larisa dan om Marwan datang menghampiri, Larisa menanyakan keberadaan Melin setelah menyapa Omah Maya dan Opah Willi.
Kakek Permana langsung meminta anak buahnya untuk menyiapkan pesawat juga alat alat medis untuk menunjang selama di perjalanan.
''Semua beres sekarang tinggal menunggu keberangkatan saja, nanti dokter keluargaku yang mengurus Haris dan Danu. ''
''Apa Melin boleh ikut menemani Mas Haris dan Danu Papa?? ''
ucap Melin saat di papah oleh Larisa menghampiri keluarganya.
''Boleh Melin, kamu istri dan ibunya yang berhak berada di sampingnya, kamu ikut Papa dan Mama kecuali Daren dia kan sekolah jadi di larang ikut. ''
ucap Opah Wili dan semua langsung patuh.
''Biarkan Daren tinggal dengan Lara di rumah, aku akan ikut dengan kamu Wili agar semua lancar disana. ''
ucap Kakek Permana dan Opah Wili langsung berterima kasih atas bantuan sahabatnya itu.
Di rumah sakit sedikit sibuk yang sedang mempersiapkan kepindahan Haris dan Danu agar tetap stabil selama perjalanan di udara.
Pesawat Pribadi milik kakek Permana yang akan di gunakan untuk membawa Danu dan Haris juga yang lainnya.
Hendra akan tetap di tanah air mengurus perusahaan keluarganya dan Daren akan di awasinya selama keluarganya belum kembali.
''Lebih baik kalian istirahat di kediaman Saya yah, gak jauh dari sini dan jangan pulang dulu soalnya sudah larut malam gak baik. ''
ucap Om Marwan saat setelah mengantar kepergian Keluarga Larisa dari lobi rumah sakit.
''Terimakasih Mas Marwan tapi saya memiliki rumah pribadi di kota ini jadi kita semua bermalam di rumah saya saja. ''
tolak Larisa dan Om Marwan pun tidak bisa menolak.
Larisa ikut dengan Om Marwan satu mobil, sedangkan Hendra membawa keponakan dan juga Khalisa untuk naik mobil milik keluarganya karena Supir keluarga Khalisa mengantarkan ke bandara.
''Kenapa gak mau bermalam di rumah saya?? ''
ucap Om Marwan saat Larisa sudah duduk nyaman di samping nya.
''Gak enak sama keluarga nya Mas Marwan, aku juga ada anak menantu juga keponakan aku, mendingan di rumah pribadi Ayah saja agar lebih nyaman dan gak canggung. ''
ucap Larisa dan om Marwan pun mengerti.
''Oke baiklah kalau begitu, jangan sungkan bila meminta bantuan yah. ''
ucap Om Marwan dan Larisa langsung tersenyum mengiyakannya.
Perjalanan tiga puluh menit akhirnya sampai di sebuah rumah yang mewah namun tidak semewah rumah utama, Khalisa ternyata sudah sampai terlebih dahulu.
''Mama jangan pacaran di dalam kamar yaa, di luar ajah gak baik. ''
ucap Khalisa saat mamanya akan membuatkan minum untuk tamu.
''Kamu ini kalau bicara ngawur deh, dasar anak nakal kamu. ''
jawab Larisa sambil tersenyum dengan ucapan putrinya.
''Khalisa hanya memberitahukan saja, yaudah Khalisa mau istirahat ajah dan Mama jangan macam macam sebelum menikah. ''
ucap Khalisa sambil berjalan menuju kamarnya karena suaminya sedang menenangkan Daren.
''Aisshhh.... anak itu sudah seperti ibu saja, sangat memperingati. ''
gumam Larisa sambil menggelengkan kepalanya sambil berjalan menuju dapur.
SEtelah selesai dengan minuman yang di buatnya, Larisa langsung membawanya ke ruang tamu dimana Marwan menunggunya.
''Di minum dulu Mas biar hangat tubuhnya. ''
ucap Larisa saat menyajikan teh hangat di meja depan Marwan.
''Terimakasih Lara, maaf jadi merepotkan kamu. ''
ucap Marwan dan Larisa hanya tersenyum.
''Terimakasih karena Mas Marwan mau mengantar saya. ''
ucap Larisa dan membuat Marwan tersenyum menapat Larisa yang terlihat sungkan sedikit formal.
''Jangan formal yaa kalau bicara dengan Saya, terimakasih karena mau menerima lamaran saya dan saya akan secepatnya menikahi kamu setelah Ayah kamu menentukan tanggal nya. ''
ucap Marwan karena memang Kakek Permana masih mencari tanggal yang pas untuk pernikahannya.
.
.
.
Bersambung.......