Khalisha

Khalisha
Dua garis merah......



Khalisa tidak mengetahui kalau Danu menunggunya di lobi kantornya, karena memang Danu tidak memberitahukan kedatangannya kepada Khalisa.


Danu langsung menyusul ke rumahnya setelah tahu kalau Khalisa sudah pulang, dengan semangatnya Danu menuju rumah Khalisa yang hanya menempuh lima menit dari tempat kerja Khalisa.


Danu langsung turun dari mobil dan langsung masuk kedalam area halaman rumah Khalisa, Danu tidak melihat ada mobil seperti yang di beritahukan Ardi kalau Khalisa memiliki mobil.


''Mana mobilnya Khalisa?? bodo amat lah aku mending langsung ketuk pintu. ''


gumam Danu sambil berjalan menuju pintu untuk mengetuk nya.


Menunggu lima menit akhirnya pintu terbuka dan membuat Danu tersentak karena yang membuka pintu seorang pria muda.


''Maaf yah.....Mas siapa?? kenapa ada di rumah Khalisa?? ''


ucap Danu saat pintu terbuka.


''Maaf yah di rumah ini tidak ada yang namanya Khalisa, saya baru dua minggu nemempati rumah ini dan teman saya juga laki laki yang barengan menyewa rumah ini. ''


jelas si pria dan membuat Danu melongo.


''Yasudah terimakasih Mas dan maaf kalau kedatangan saya mengganggu. ''


ucap Danu dan di angguki oleh si pria.


Danu berjalan gontai menuju mobilnya karena mengetahui fakta baru kalau Khalisa sudah tidak tinggal di rumahnya dan Danu bingung harus kemana mencari Khalisa.


''Masa harus besok pagi ke kantornya Khalisa, gimana bicara ke Omah yah, aku udah janji mau bawa Khalisa ke rumah lagi. ''


ucap Danu sambil melajukan kembali mobilnya.


Danu menghubungi nomer Khalisa namun nomernya tidak aktif, Danu pun memutuskan untuk pulang ke rumahnya dan memberitahukan fakta sebenarnya kepada Omah Maya.


Danu sedang sedih mengetahui fakta tentang Khalisa, sedangkan Khalisa saat ini sudah sampai di kediaman mewah sang Kakek dan Khalisa langsung menuju kamarnya setelah meminta di buatkan makanan untuk makan malam dan kepala pelayan langsung membuatkan makanan permintaan nona mudanya.


''Lelahnya tubuhku...... mau mandi tapi malas banget sih aku. ''


gumam Khalisa saat sampai di dalam kamar dan merebahkan tubuhnya di ranjang empuknya.


Khalisa langsung beranjak kembali setelah merasa lelahnya sedikit menghilang, Khalisa langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Hanya sepuluh menit Khalisa selesai dengan ritual mandinya dan langsung memakai pakaian santai khusus di rumah, Khalisa langsung turun ke lantai satu untuk memakan makanan pesanannya.


''Enak banget aku ini hidup sekarang, mau makanan apapun tinggal bilang dan koki langsung membuatkannya, nikmat mana yang kau dustakan Khalisa...... ''


gumam Khalisa dalam hatinya saat melihat kepala pelayan sedang menata makanan yang di pesankannya.


Khalisa langsung duduk dan langsung berbinar saat melihat makanan pesanannya ada di hadapannya, senyum bahagia di wajahnya sangat terlihat dan membuat kepala pelayan tersenyum.


''Makasih Bibi karena sudah membuatkan pangsit kuahnya, Khalisa senang sekali. ''


ucap Khalisa dan kepala pelayan tersenyum.


''Sudah kewajiban saya Nona dan silahkan menikmati makannnya, nona yakin gak akan memakan nasi?? ''


ucap kepala pelayan karena tidak biasanya Khalisa meminta makanan tanpa nasi.


''Khalisa lagi gak mau makan nasi Bibi, yasudah Khalisa langsung makan yah Bii.... ''


ucap Khalisa dan kepala pelayan mengangguk sambil meninggalkan meja makan.


Setelah Khalisa kenyang dengan makanannya, Khalisa langsung menuju halaman belakang sambil meminta di buatkan lemon tea dan buah potong.


''Ada apa dengan aku ini?? makanannya sekarang porsinya harus besar dan jarang makan nasi karena memang geli melihat bentuk nasi. ''


gumam Khalisa sambil membaca berkasnya yang di kirim lewat email dari Rafi dan beberapa lembar berkas di tangannya.


Khalisa sibuk dengan pekerjaannya sambil menunggu waktu sholat maghrib, Khalisa sibuk mengerjakan berkasnya dan langsung tertegun saat mendengar kumandang Adzan.


''Astagfirullah.....apa yang Om Hendra bilang itu jangan jangan kenyataan. ''


ucap Khalisa dalam hatinya sambil menutup mulutnya saat teringat ucapan Hendra mengenai kehamilan.


''Aku belum datang bulang kan bulan ini?? '' ucap Khalisa dalam hatinya, ''Tapi masa langsung jadi kan sekali melakukannya dan aku juga langsung aktifitas berat. '' ucap Khalisa kembali.


Khalisa langsung menyimpan berkasnya dan segera menuju keluar rumah, bahkan Khalisa mengabaikan panggilan dari kepala pelayan yang memanggilnya, Khalisa langsung masuk kedalam mobil lalu melajukan mobilnya menuju toko obat terdekat untuk membeli tes kehamilan.


Di kediaman Prayoga saat ini......


Danu masuk kedalam rumahnya dengan langkah lunglai, permintaan omah Maya yang di sanggupinya ternyata tidak bisa terwujud.


''Danu sini...... ''


ucap Omah Maya saat melihat sang cucu berjalan memasuki ruangan utama.


''Bagaimana?? Khalisa nya mana Danu?? ''


ucap Omah Maya sambil celingukan ke arah belakang Danu mencari Khalisa.


''Maafkan Danu yah Omah, tadi Danu telat ke kantornya Khalisa dan ternyata Khalisa juga sudah pindah rumahnya saat Danu menyusul ke rumahnya, nomer handphone nya juga gak aktif. ''


ucap Danu dengan nada penuh penyesalan dan Omah Maya menghela nafasnya.


''Yasudah gak apa apa Danu dan makasih sudah menyanggupi kedatangan Khalisa ke rumah kita, kamu bersihkan diri dulu sana kumel banget. ''


ucap Omah Maya dan Danu mengangguk setuju sambil berjalan menuju tangga menuju kamarnya.


Melin yang mendengar cerita dari putra nya pun hanya bisa diam dan tidak berani memberitahukan yang sebenarnya, karena Larisa dan Paman Permana masih di luar kota, Melin pun hanya menunggu Larisa yang menjelaskan kepada keluarganya.


''Melin.... besok antar Mama ke kantornya Ardi yah, Mama tiba tiba pengen ketemu Khalisa. ''


ucap Omah Maya yang membuyarkan lamunan Melin.


''Baik Mama nanti Melin antarkan sekalian bawa makanan yah, biar kita makan siang bersama di kantor Ardi. ''


jawab Melin dan Omah Maya menyetujuinya.


Kembali ke kediaman Khalisa.....


Khalisa langsung menuju kamar mandi di kamarnya, untuk segera melakukan tes kehamilan, Khalisa sengaja membeli sepuluh tes kehamilan yang akan di gunakannya sekarang dan besok pagi sesuai yang di anjurkan petugas apotik.


Khalisa langsung menampung air seni nya dan bersiap meneteskan ke alat tes kehamilan, setelahnya Khalisa langsung diam menunggu beberapa menit untuk hasilnya.


Beberapa menit berlalu Khalisa langsung menghampiri tes kehamilannya dan mata Khalisa langsung memanas bahkan air matanya langsung menetes deras.


''Ya allah kenapa bisa dua garis merah, hiks.... hikss.... bagaimana aku menjelaskan nya ke Mama dan Kakek, baru juga aku menemukan bahagia. ''


ucap Khalisa sambil meresot ke lantai dan menangis sesegukan.


Khalisa padahal tidak meyakini kalau dia sampai hamil, karena dia yakin gak akan hamil menurutnya, Khalisa melakukan nya hanya satu kali tapi tuhan berkata lain.


.


.


.


Bersambung.......