
Kakek Permana tiba tepat pukul sepuluh pagi dan langsung menuju rumah sakit untuk melihat keadaan cucunya.
Larisa langsung berhambur kedalam pelukan Ayahnya dan Kakek Permana langsung menenangkan putrinya.
''Sudah hentikan tangisan kamunya, ada Ayah sekarang dan kita harus yakin kalau Khalisa akan pulih dan sadar. ''
ucap Kakek Permana dan Larisa mengangguk.
Kakek Permana melepas pelukannya pada Larisa dan Marwan langsung menarik Larisa untuk duduk di sampingnya, Kakek Permana maju menghampiri berangkar dimana Cucu kesayangannya sedang damai dengan dunia alam bawah sadarnya.
''Khalisa cucuku sayang...... kamu adalah cucu yang paling Kakek sayangi, walaupun kita bertemu saat kamu sudah dewasa, cepatlan sadar cucuku dan temani kakek mu ini hingga Kakek tutup usia nanti, berilah Kakek kesempatan untuk memberikan kasih sayang yang sudah kakek sia siakan selama puluhan tahun sebelum bertemu kamu. ''
bisik Kakek Permana tepat di telinga Khalisa sambil mengusap pipi Khalisa.
Kakek Permana menghapus air matanya dan langsung duduk di samping Khalisa lalu menggenggam tangan Khalisa yang terasa begitu dingin.
''Dokter bilang tekanan darah Khalisa begitu rendah saat akan melakukan operasi, Khalisa langsung drop setelah kedua bayinya selamat di lahirkan ke dunia, kita hanya bisa menunggu keajaiban saja saat ini untuk kesadaran Khalisa. ''
jelas Larisa dan membuat Kakek Permana terdiam.
''Cobaan terus datang silih berganti, Danu dan Haris masih belum sadar. Sekarang Khalisa malah gak sadarkan diri lagi, Ayah bingung harus melakukan apa karena saat ini harta kekayaan Ayah tidak bisa menyadarkan cucu kesayangan Ayah. ''
ucap Kakek Permana dan Larisa hanya diam sambil meneteskan air matanya.
Di perusahaan Hendra saat ini.....
Hendra begitu tidak konsentrasi karena pikirannya buyar akibat masalah yang di terimanya, asisten Ayahnya juga Kakak nya sekarang yang mengerjakan semua pekerjaan, Hendra hanya menerima beres.
Hendra sampai pusing memikirkan semua masalahnya, dia hanya ingin Khalisa sadar dan berada di sampingnya, wanita yang paling di cintainya, Khalisa seperti adik, kakak dan Ibu bagi Hendra.
Asisten opah Willi langsung memberikan laporan pada Opah Willi kalau Tuan muda nya tidak konsentrasi dalam bekerja, bahkan thender perusahaan di lepas begitu saja.
Opah Wilii langsung menelphone asistennya setelah membaca pesan dari sang asisten, Dalam panggilan saat ini.....
''Maaf karena mengganggu Tuan tapi saya serba salah sekarang, Tuan Hendra tidak ada kejelian menangani perusahaan dan Thender langsung lepas di ambil perusahaan lain. ''
''Baiklah saya akan kembali ke tanah air dan kamu kendalikan dulu perusahaan nya, hubungi asisten Haris juga untuk di ajak kerjasamanya, Hendra sedang down mentalnya karena istrinya koma dan kedua anaknya di. rawat karena kelahiran prematur. ''
''Maaf Tuan karena saya mengadu pada anda, bukan saya tidak menghargai dan menghormati Tuan Hendra tapi perusahaan harus tetap berjalan karena banyak karyawan yang bernaung. ''
''Sudah tidak apa apa, saya tiba besok siang ke perusahaan dan saya titip perusahaan yaa. ''
''Baik Tuan dan saya menunggu kedatangan anda. ''
Panggilan berakhir......
Hendra hanya diam melamun menatap jalanan yang ada di hadapannya, saat ini dia sedang banyak berfikir tentang kehidupannya, ingin sekali Hendra bertukar tempat dengan Khalisa agar dirinyalah yang tak sadarkan diri, tapi semua mustahil adanya.
Hendra memilih merapihkan meja kerjanya dan langsung pergi ke rumah sakit, percuma bekerja tapi pikirannya ada di rumah sakit.
Hendra pamit pada asisten ayahnya dan asisten ayahnya hanya mengangguk hormat, mau protes pun gak mungkin bisa.
Hendra tiba di rumah sakit saat makan siang tiba, Hendra langsung masuk dan hanya ada Kakek Permana yang sedang menunggu Khalisa sambil duduk di kursi dekat Khalisa.
''Kakek..... kapan sampai nya?? ''
ucap Hendra sambil mencium tangan Kakek Permana.
''Tadi jam sepuluh pagi, kamu habis dari perusahaan?? kusut sekali wajahnya. ''
ucap Kakek Permana yang menatap penampilan Hendra yang biasa rapih sekarang sangat berantakan.
ucap Hendra dan air matanya mengalir begitu saja dari matanya.
''Kakek bisa merasakan nya Hendra, lebih baik kamu diam di rumah sakit dari pada membuat perusahaan bangkrut. ''
jawab Kakek Permana dan Hendra mengiyakannya.
''Mama sama Om Marwan kemana Kakek?? ''
tanya Hendra saat tidak mendapati Larisa dan calon suaminya.
''Mama Lara sedang mengantar Marwan ke perusahaan Kakek, dia dan Lara yang akan menjalankan perusahaan karena Lara sama seperti kamu nantinya akan membuat perusahaan bangkrut lagi bukan maju. ''
''Bukan keinginan Hendra juga kan, kalau hati dan Fikiran gak tenang nantinya malah hancur perusahaannya, mending jangan ke kantor saja. ''
''Kakek mau pesan makanan online, kamu mau kakek pesankan gaak?? tubuh kamu harus fit jangan ikut drop juga. ''
''Boleh Kakek dan terserah Kakek saja menunya apa?? ''
ucap Hendra dan Kakek Permana langsung memesan makan siangnya.
''Tadi Kakek sudah melihat cicik Kakek, keduanya mirip banget sama kamu yaa, padahal Khalisa yang susah mengandung dan melahirkan sampai koma lagi. ''
ucap Kakek Permana saat melihat Kedua cucu nya di ruang inkubator.
''Wajarlah Kakek kan Hendra ayah dari kedua anaknya Khalisa dan Hendra juga yang memaksa mereka hadir di dunia untuk menjerat Khalisa. ''
ucap hendra dengan nada sendunya dan Kakek Permana hanya diam.
.
.
Di negara dimana Danu dan ayahnya di rawat.....
Ternyata Haris dan Danu sudah sadar, membuat keluarganya langsung senang dan bahagia dengan kesadarannya.
Opah Willi memutuskan untuk kembali ke tanah air mengurus perusahaan, karena putra bungsunya sangat tidak bisa di harapkan setelah Khalisa tak sadarkan diri.
''Kabarin selalu Mas yaa, Haris dan Danu sudah melewati masa kritis, Hendra tidak bisa di andalkan saat ini karena kondisi Khalisa yang masih tak sadarkan diri. ''
ucap Opah Willi pada istrinya dan Omah Maya mengiyakannya.
''Mas hati hati yaa dan kabarin Mama juga kalau ada apa apa dengan Khalisa, setelah Haris dan Danu pulih kita pindahkan keduanya ke tanah air biar tidak terlalu jauh. ''
jawab Omah Maya dan suaminya mengiyakannya.
Opah Wilii langsung pamit kepada putra dan cucunya, lalu pamit pada Melin juga.
''Titip salam untuk Lara Papa, semoga semua membaik seperti kondisi disini dan Papa hati hati. ''
ucap Melin saat Opah Willi pamit padanya.
.
.
Bersambung......
''Hai kakak kakak semuanya..... maaf kalau up nya dua hari sekali, sengaja biar kakak kakak berkesempatan menjadi pemenang nya, hanya tinggal beberapa bab lagi menuju tamat yaaa, yuk terus dukung ceritanya agar menjadi top fans teratas nomer satu dan akan mendapatkan hadiahnya. Terimakasih dan jangan lupa jaga kesehatannya...... ''