
Khalisa menyajikan masakannya di meja makan dan Hendra sampai terkagum kagum karena Khalisa memasak, dengan menu makanan yang lumayan komplit dan ada nasi putihnya juga.
''Ayo kita makan Mas dan maaf kalau makanan nya gak sesuai dengan selera kamu, semua nya memakai bahan yang tersedia di dapur ajah. ''
ucap Khalisa sambil mengisi piring Hendra dengan makanannya.
''Malah ini makanan istimewa loh buat Mas dan makasih karena kamu mau memasak, biasanya Mas yang masak sendiri. ''
ucap Hendra dan Khalisa tersenyum.
''Sudah makan ajah dan gak usah bilang makasih, Aku juga lagi pengen masak loh karena selama tinggal di rumah Kakek semua serba di larang, jadinya aku manja deh sekarang. ''
ucap Khalisa dan Hendra menggelengkan kepalanya.
''Kakek dan Mama kamu sayang banget sama kamu Khalisa, makanya mereka gak mau melihat kamu kecapean dan ingin menjadikan kamu tuan putri, Kakek Permana sekarang berubah dan gak setegas dulu saat masih ada istrinya. ''
ucap Hendra dan Khalisa hanya tersenyum samar sambil memakan makanannya.
Makan siang Hendra dan Khalisa pun selesai, Hendra mencuci semua bekas peralatan dapur yang kotor, sedangkan Khalisa di minta duduk dengan minuman di hadapannya.
Khalisa pun menurut dan duduk manis sambil melihat suaminya yang sedang mencuci piring juga perabotan dapur yang di gunakannya.
''Ke rumah Omah nya jangan hari ini yah, gak apa apa kan?? ''
ucap Hendra dan Khalisa menggelengkan kepalanya.
''Gak apa apa kan masih bisa nanti juga, memangnya Mas mau kemana lagi setelah ini?? ''
ucap Khalisa saat Hendra menghampirinya duduk di hadapannya.
''Gak akan kemana kemana mau disini saja, kerjaan baru selesai dan sekarang mau packing baju lagi karena kemarin hanya kemeja ajah, biar kamu lihat semua pakaian suami kamu. ''
ucap Hendra dan Khalisa memanyunkan bibirnya.
Hendra langsung mengajak Khalisa menuju kamarnya dan saat masuk kedalam kamar suamianya, Khalisa menggelengkan kepalanya melihat kamar yang luas dengan cat berwarna putih, Hendra membawa Khalisa menuju sebuah ruangan dan ternyata ruangan khusus fashion Hendra, Khalisa sampai melototkan matanya melihat koleksi fashion milik suaminya.
''Ini sih mirip butik loh gak seperti lemari, Mama juga di rumah seperti gini lemari pakaiannya, kalau aku gak mau karena memang kurang suka. ''
ucap Khalisa saat masuk kedalam kamar pakaian suaminya.
Hendra hanya tersenyum dengan ocehan istrinya, bagi Hendra ocehan Khalisa sangat lucu dan membuatnya ingin mencium Khalisa namun semua tidak mungkin karena Hendra sangat tahu diri dengan statusnya, Khalisa menerima pernikahannya saja sudah cukup bagi Hendra.
Khalisa merasa ngantuk dan keluar dari ruang pakaian Hendra, Khalisa memilih menuju ranjang dan merebahkan tubuhnya disana, Khalisa langsung terlelap saat kepala menempel pada bantal.
Beberapa menit kemudian Hendra selesai packing pakaiannya dan ternyata koper tidak terbawa dan masih di kamar Khalisa, jadinya hendra hanya membawa beberapa pakaian dengan menggunakan sebuah kotak kado.
Hendra menyadari kalau istrinya tidak ada dan langsung kelua dari ruang pakaiannya, ternyata Khalisa sedang tertidur dan begitu pulas saat Hendra menghampiri nya.
''Kamu cantik sekali Khalisa kalau sedang terlelap. seperti ini. ''
gumam Hendra sambil mengelus rambut Khalisa.
Hendra pun ikut merebahkan tubuhnya di samping Khalisa dan tak lama Hendra pun terlelap menyusul Khalisa yang sudah terlebih dahulu tertidur.
Khalisa dan Hendra tertidur hingga beberapa jam kemudian, tepat pukul empat sore handphone Khalisa berdering dan Khalisa membuka matanya, ternyata Kakek Permana yang menghubungi nya.
Dalam panggilan saat ini......
''Khalisa kamu masih di apartemen Hendra?? ''
''Iya Kakek dan Khalisa baru bangun tidur, memangnya kenapa Kakek?? ''
''Kakek mau menyusul Mama kamu ke kota sebelah karena urusan kerjaannya menjadi rumit dan Kakek yang harus turun tangan, kamu sama Hendra kalau mau menginap di apartemen juga gak apa apa. ''
''Sudah kamu fokus dengan kehamilan kamy ajah dan jangan memikirkan pekerjaan atau pun membantu pekerjaan kantor, yasudah kamu hati hati yah Khalisa dan Kakek pamit pergi sekarang. ''
''Baiklah Kakek dan Kakek juga hati hati nanti disananya, jangan lupa salam ke Mama yah. ''
Panggilan berakhir......
Khalisa menyimpan handphone nya di atas lemari samping ranjang dan langsung beranjak menuju kamar mandi karena dia ingin buang air kecil.
Hendra masih tertidur pulas dan sama sekali tidak terganggu dengan pergerakan dari Khalisa.
''Pantesan laper banget ternyata sudah jam empat sore lagi yah, Om Hendra juga malah ikut tidur. ''
ucap Khalisa sambil berjalan menuju keluar kamar dan akan membuat makanan.
Khalisa sampai di dapur dan membuka lemari es nya ternyata hanya tersisa daging sapi dan Khalisa pun langsung mengeluarkannya lalu mencairkannya karena daginya beku.
''Masak steak gak mungkin karena dagingnya tebal banget ini lemaknya, bikin daging di tumis ajah deh pedas manis kan enak tuh. ''
ucap Khalisa sambil memilah milih bahan pelengkap masakannya.
Khalisa memutuskan untuk menginap di apartemen milik suaminya karena di rumah pun hanya ada pelayan saja dan kakek Permana juga sudah mengijinkan Khalisa menginap.
''Lagi apa sayang?? ''
ucap Hendra tiba tiba dan membuat Khalisa tersentak kaget.
''Kaget tau Mas, aku lagi masak lah masa iya di dapur mandi. ''
jawab Khalisa dengan nada ketusnya sambil mengupas bawang merah.
''Kamunya melamun sih jadinya kan kaget, kenapa masak?? kita ka pulang ke rumah sebentar lagi. ''
ucap Hendra sambil menuangkan air minum kedalam gelas dan meminumnya.
''Menginap saja Mas, tadi Kakek nelphone mau menyusul Mama ke kota sebelah, Mama gak bisa nanganin nya dan harus kakek yang turun tangan langsung. ''
ucap Khalisa dan Hendra tersenyum senang medengarnya.
''Baguslah kalau menginap, Mas bantu masak nya yaa sayang. ''
ucap Hendra dengan nada senangnya dan membuat Khalisa menggelengkan kepalanya.
''Mas potong dagingnya tipis tipis dan kecil yah, aku mau haluskan bumbunya. ''
ucap Khalisa menunjuk daging yang mulai mencair.
Hendra langsung menuruti perintah Khalisa untuk memotong dagingnya, akhirnya Khalisa masak di bantu oleh Hendra, bahkan Hendra lebih cekatan menggunakan peralatan dapur.
Khalisa malah yang menyodorkan berbagai macam bumbu yang di minta Hendra karena saat ini Hendra lah yang memasak makanan sesuai keinginan Khalisa.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG.......