Khalisha

Khalisha
Terulang kembali......



Empat puluh menit kemudian masakan Hendra matang dan langsung menyajikannya di piring saji yang sudah Khalisa persiapkan, bahkan nasi pun sudah matang dan Hendra langsung menyajikan nasinya.


Khalisa hanya duduk manis seperti perintah Hendra, karena melawan pun percuma karena Hendra akan melototinya dan terpaksa Khalisa menurut.


''Coba dagingnya dulu rasanya enak atau tidak?? ''


ucap Hendra sambil meniupi nasi di tambah daging yang sudah ada di sendok untuk di suapkan ke Khalisa.


Khalisa langsung menerima suapannya dan tersenyum karena rasa dagingnya enak juga empuk, Khalisa tersenyum di sela kunyahannya.


''Suapi sekalian makannya yaah. ''


ucap Khalisa dan Hendra pun mengiyakannya.


Hendra akhirnya kembali menyuapi makanan untuk Khalisa dan menyuapi untuk dirinya sendiri, Khalisa begitu lahap memakan makanannya dan membuat Hendra senang karena istrinya menyukai masakannya.


''Gak nyangka deh kalau Mas Hendra bisa masak, pantesan ajah peralatan dapur lengkap dan isi kulkasnya kayanya komplit walaupun sekarang hanya sisa nya. ''


ucap Khalisa dan Hendra mengiyakannya.


''Mau tinggal disini sementara gak?? selama Kakek dan Mama kamu masih di luar kota. ''


ucap Hendra dan Khalisa mengiyakannya.


''Tapi ke rumah dulu ambil pakaian ganti selama aku menginap disini yah. ''


ucap Khalisa dan Hendra langsung terdiam seperti memikirkan sesuatu.


''Gas usah Sayang, kita beli baru saja karena disini tersedia mesin cuci dan mesin pengering pakaiannya juga, jadi aman. ''


usul Hendra dan Khalisa menyetujuinya.


''Habis makan kita langsung belanja kebutuhan kamu selama disini, mengisi kulkas takutnya kamu pengen makanan juga. ''


ucap Hendra kembali dan Khalisa mengiyakannya.


Setelah selesai makan dan membersihkan peralatan dapurnya, Hendra langsung mengajak Khalisa berangkat berbelanja sebelum malam dan Khalisa menyetujuinya.


Selama dalam perjalanan Khalisa hanya diam menatap jalanan yang lumayan padat karena memang jadwal kantor yang bubaran bekerja, Hendra tetap tenang dengan kemudinya dan tak terasa tiga puluh menit akhirnya sampai di sebuah pusat perbelanjaan terbesar di pusat kota.


Hendra langsung menggandeng Khalisa menuju satu toko yang menjual lengkap pakaian, Hendra sebenarnya bisa saja datang ke butik milik sang Mama namun Hendra tidak berniat dan memilih menuju pertokoan di pusat kota.


''Ayo pilih pakaian tidur dan pakaian lainnya, Mas tunggu di area tunggu dekat kasir yah. ''


ucap Hendra saat sampai di dalam area toko dan Khalisa mengiyakannya.


Khalisa di temani satu karyawan toko untuk memilih beberapa pakaian, Khalisa memilih pakaian tidur, pakaian santai selama di rumah dan beberapa dress cantik juga Khalisa ambil, Khalisa menuju pakaian dalam dan memilih beberapa pakaian dalam juga.


Khalisa langsung tersenyum saat melihat piyama cople pasangan dan Khalisa langsung meminta nya dengan warna yang sama.


''Lucu juga kalau pakaian tidurnya cople sama Om Hendra, awas ajah kalau sampai dia gak mau pakai piyama tidurnya. ''


gumam Khalisa saat menerima tiga pasang piyama tidur cople nya.


Setelah di rasa cukup, Khalisa langsung menuju kasir dan menghampiri Hendra untuk melakukan pembayaran belanjaannya.


''Sudah Sayang belanjanya?? ''


ucap Hendra saat Khalisa menghampirinya.


''Sudah Mas dan cukup juga tinggal bayar ajah ke kasirnya adalah tugas kamu. ''


jawab Khalisa sambil duduk di kursi bekas di duduki Hendra.


ucap Hendra sambil mengacak rambut Khalisa dan membuat Khalisa memanyunkan bibirnya.


Setelah pembayaran selesai Hendra langsung menyimpan belanjaan ke bagasi mobil dan Khalisa menunggu di depan swalayan karena dia menolak saat di minta duluan masuk untuk berbelanja.


''Pegal gak?? dari tadi jalan jalan terus soalnya, kalau pegal kita istirahat dulu. ''


ucap Hendra saat menghampiri Khalisa dan menggandengnya.


''Gak juga Mas kan aku pakai sandal teplek jadinya gak pegal sama sekali. ''


jawab Khalisa dan Hendra tersenyum.


Layaknya suami istri seperti biasanya, Hendra yang mendorong troli nya dan Khalisa yang berbelanja beberapa bahan masakan, Khalisa juga meminta pendapat sang suami untuk memilih beberapa bahan masakannya.


.


.


Tepat pukul sembilan malam, Khalisa dan Hendra tiba di rumah, Khalisa langsung menuju kamar untuk membersihkan tubuhnya, sedangkan Hendra merapihkan belanjaannya sambil mencuci semua pakaian belanjaan Khalisa.


''Ternyata dia memilih piyama cople juga, dasar Khalisa memilih piyama dengan model jadul dan warnanya kenapa mencolok sekali. ''


ucap Hendra saat memasukan pakaian yang selesai di cuci dan di masukkan kedalam mesin pengering pengganti sinar matahari.


Hendra menuju kamarnya untuk mengambil beberapa gantungan pakaian di ruang pakaiannya, karena setelah kering pakaiannya akan di masukan kedalam mesin setrika uap.


''Mas mana pakaian yang tadi di beli?? ''


ucap Khalisa saat menghampiri Hendra dengan menggunakan handuk.


Hendra langsung tersentak melihat Khalisa yang memakai handuk dengan rambut basah dan kulit yang tidak tertutupi handuk masih basah.


''Kamu mau menggoda suami kamu yaah?? ''


ucap Hendra sambil menghampiri Khalisa dan membuat Khalisa gelagapa karena Hendra meringsek ke arahnya.


Hendra memeluk Khalisa dan membawanya menuju ranjang, merebahkan tubuh Khalisa secara perlahan dan entah apa yang merasuki Hendra saat ini, Khalisa pun tidak berontak bahkan menginginkan sentuhan Hendra kembali.


Hendra memperlakukannya dengan lembut dan membuat Khalisa terbuai dengan sentuhan sentuhan yang Hendra berikan, Hendra menatap Khalisa dengan pandangan berkabut nafsu meminta ijin melakukan lebih dan Khalisa yang paham pun langsung mengangguk menyetujui permintaan suaminya.


Hendra tersenyum dan memulai menyentuh apapun yang tersentuh oleh tangannya, Khalisa hanya mendesaaah merima rangsangaaan dari Hendra, bahkan nafas keduanya memburu.


Hendra sudah berhasil melepaskan semua pakaian yang melekat di tubuhnya dan tersenyum menatap tubuh polos Khalisa yang sedikit berubah tidak seperti pertama dia melihatnya.


Hendra mulai mengarahkan miliknya ke inti tubuh Khalisa, Hendra sedikit kesulitan menuju titik inti tubuh Khalisa dan membuat Khalisa meringis karena merasakan sedikit perih, Satu kali Hentakan akhirnya Hendra berhasil dan mulai melakukan pergerakan.


Awalnya Khalisa merasakan perih namun semua hilang menjadi sebuah kenikmataaatan yang baru Khalisa rasakan, rasa yang berbeda saat Hendra memperkosanya.


Hendra melakukannya dengan perlahan penuh kelembutan, Hendra pun meresapinya karena dia merasakan rasa yang luar biasa saat ini, tidak seperti saat pertama merenggut kehormatan Khalisa secara paksa, bahkan Hendra tersenyum senang di sela sela penyatuannya karena Khalisa meresponnya bahkan suara suara Khalisa begitu merdu terdengar olehnya.


Hendra yang asik dengan permainannya tidak menyadari kalau pakaiannya sudah kering dan mesin pun sudah otomatis mati.


.


.


.


BERSAMBUNG.