
Sinar matahari pagi ini begitu cerah, Khalisa sudah membuka matanya dari subuh sedangkan Hendra masih terlelap nyenyaknya dan entah apa yang membuat Hendra bangun terlambat karena biasanya Hendra selalu terbangun pagi dan melakukan olah raga paginya, Khalisa langsung menuju dapur untuk mencari makanan, untung nya kemarin saat berbelanja Hendra membelikannya beberapa makanan dan saat ini Khalisa sedang memakan sereal sambil bertukar pesan dengan Mamanya.
Saat asik dengan makanannya, bel apartemen berbunyi dan membuat Khalisa menegang karena takut, Khalisa langsung menuju kamar untuk membangunkan suaminya.
Tak butuh lama membangunkan Hendra dan langsung terbangun.
''Ada apa sayang??
ucap Hendra sambil bersandar dan mengumpulkan kesadarannya.
''Bangun dulu Mas jangan tidur lagi, itu ada yang membunyikan bel pintu loh, masa pagi pagi gini ada yang bertamu kan gak lucu, takut orang jahat. ''
ucap Khalisa dan membuat Hendra tersenyum.
Hendra mengacak rambut Khalisa dan turun dari ranjangnya tidak menjawab ucapan Khalisa karena Hendra mengetahui kalau yang datang adalah Mamanya juga pelayan yang diminta olehnya.
Khalisa mengekori Hendra menuju pintu utama Apartemen dan saat membuka pintunya ternyata benar, Mama nya dan seorang pelayan yang datang, Khalisa langsung tersenyum menatapnya.
''Yang datang Mama sama pelayan, kamu jangan menonton sinetron aneh aneh yah, apartemen ini keamanannya ketat dan gak akan ada orang jahat masuk ke wilayah apartemen, kecuali nekad dan menyamar. ''
ucap Hendra sambil tersenyum dan menggandeng Khalisa masuk.
''Kalian ini bicara apa sih?? Mama gak ngerti loh. ''
ucap Omah Maya dan Khalisa hanya tersenyum.
Omah Maya langsung meminta pelayan merapihkan bawaannya dan Omah Maya langsung membawa Khalisa duduk di kursi meja makan.
''Hendra kamu sana mandi dulu jorok banget udah siang gini masih ileran. ''
ucap Omah Maya saat melihat putranya masih acak. acakan.
''Ngasal kalau bicara Mama ini, yaudah Hendra mau mandi dulu kalau gitu. ''
ucap Hendra sambil berjalan menuju kamarnya.
''Mama senang kamu dan Hendra akur, lanjutkan sarapannya yah itu serealnya belum habis. ''
ucap Omah Maya saat melihat mangkuk di depan Khalisa masih terisi makanan.
''Sambil makan ajah yah, Khalisa sedikit canggung kalau manggil Mama kan biasanya manggil Omah. ''
ucap Khalisa sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.
''Harus di biasakan karena nanti setelah anak anak kamu lahir baru anak kamu yang manggil Omah, biasakan yah mulai sekarang. ''
''Oke Mama.... Mama mau sekalian Khalisa buatkan sereal?? ''
''Mama udah sarapan tadi sebelum kesini, Mama juga bawa makanan buat sarapan kalian berdua. ''
''Makasih Mama, Mas Hendra yang minta Mama datang kesini yah?? ''
''Hendra cuma minta satu pelayan dari rumah untuk membantu, biar kamu gak harus mrmbersihkan apartemen ini dan Mama cuma pengen ikut ajah kesini sekalian ketemu kamu. ''
ucap Omah Maya dan Khalisa tersenyum.
Hendra kembali menghampiri meja makan dan meminta makan, Khalisa Dan Omah Maya menyajikan sarapan nya, Omah Maya tidak ikut makan dan memilih menonton Televisi, hanya Khalisa dan Hendra yang makan sarapan pagi.
''Mas Hendra mau berangkat langsung?? ''
ucap Khalisa saat melihat suaminya sudah rapih.
''Iya mau berangkat setelah makan, kenapa?? ''
jawab Hendra sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.
''Gak apa apa ko, cuma tanya ajah Mas dan nanti kalau aku mau sesuatu belikan yaa. ''
ucap Khalisa dan hendra mengiyakannya.
Beberapa menit berlalu dan sarapan pun selesai, Hendra langsung pamit karena pagi ini ada meeting dengan perusahaan lain, Khalisa gabung dengan Omah Maya di ruang televisi setelah mengantarkan Hendra menuju pintu.
''Bagaimana kehamilan kamu sekarang?? mual muntah nya ada gak?? ''
''Kehamilan Khalisa baik Mama dan gak ada mual ataupun muntah, palingan makan harus di suapi kalau mau banyak dan harus Mas Hendra yang suapi. ''
ucap Khalisa dan Omah Maya tersenyum.
''Itu karena kedua janinnya tau kalau Hendra itu Ayah biologisnya. ''
ucap Omah Maya dan Khalisa hanya mengiyakannya.
Dua jam kemudian semua ruangan selesai di bersihkan oleh pelayan, Omah Maya pun pamit pulang karena sudah mau masuk jam makan siang yang artinya harus segera pulang karena Opah Wili selalu makan siang di rumah.
''Kalau ada apa apa cepat hubungi Hendra dan kamu jangan melakukan pekerjaan berat yah Sayang, besok pelayan akan datang lagi membantu kamu. ''
ucap Omah Maya saat Khalisa mengantarkannya ke depan pintu.
''Mama hati hati yah dan makasih untuk semuanya, salam buat Semua keluarga. ''
ucap Khalisa saat setelah mencium tangan mama mertuanya.
Setelah menutup pintu dan menguncinya, Khalisa kembali masuk kedalam apartemen dan menuju balkon belakang untuk bersantai.
.
.
Sore menjelang.....
Tak terasa sudah sore kembali, Khalisa sudah mandi dan sekarang memilih merebahkan tubuhnya di ranjang sambil mendengarkan musik dan membaca novel online di handphone nya.
Untuk pertama kalinya Khalisa menunggu kepulangan suaminya dari bekerja, Khalisa sempat kebingungan harus bagaimana namun semua berjalan tanpa di atur olehnya.
Khalisa terbuai dengan musik di telinganya dan tak lama Khalisa tertidur lelap, Hendra tiba di dalam apartemennya dan mendapati apartemen yang sepi.
Hendra tersenyum saat melihat Khalisa tertidur lelap, Hendra memilih menuju kamar mandi untuk membersihkan lengket di tubuhnya, dua puluh menit kemudian Hendra sudah berganti pakaian santai dan Khalisa tetap terlelap tidak ada pergerakan.
Hendra mulai menciumi wajah Khalisa dan Khalisa membuka matanya lalu membalas ciuman suaminya, Hendra tersenyum saat melepaskan ciumannya.
''Mas sudah wangi, kapan datangnya?? aku kok gak tau yah. ''
ucap Khalisa sambil duduk di bantu Hendra.
''Kamu nyenyak banget sampai gak dengar suaminya datang. ''
jawab Hendra sambil merapihkan rambut Khalisa yang berantakan.
''Makan yu sayang, kamu pasti lapar kan?? ''
ucap Hendra kembali saat Khalisa hanya diam menikmati usapan di rambutnya.
Khalisa mengangguk dan Hendra langsung menggandeng nya menuju dapur, ternyata makanan sudah tersedia di meja makan dan Khalisa yang memasaknya.
Hendra menyajikan nasinya setelah meminta Khalisa untuk duduk, Hendra akan menyuapi Khalisa karena dia yakin tadi siang Khalisa tidak makan karena tidak di suapinya.
''Makan nya satu porsi berdua saja yah?? ''
ucap Hendra saat menyiapkan teman nasinya ke atas piring yang berisi nasi hangat.
Khalisa dan Hendra makan satu porsi berdua, Hendra menyuapi Khalisa seperti biasa dan menyuapi untuk. dirinya sendiri hingga porsi makan penuh habis oleh keduanya.
Hendra langsung mencuci piring bekas makannya, sedangkan Khalisa memilih duduk menunggu Hendra selesai cuci piring.
Kehidupan rumah tangga yang harmonis, Khalisa akhirnya membuka hatinya dan menerima Hendra sebagai suaminya, walaupun Khalisa tidak tahu dengan perasaan nya terhadap Hendra, yang pasti Khalisa akan menjadi istri berbakti pada suami.
.
.
.
Bersambung.......