Khalisha

Khalisha
Khalisa.....



Beberapa jam berlalu tidak ada tanda tanda Khalisa sadarkan diri pasca operasi, bahkan wajahnya begitu tenang tanpa terusik sedikitpun.


Larisa terus saja menangis dan di tenangkan oleh Om Marwan, sedangkan Hendra hanya bisa melihat dari kaca luar istrinya yang sedang terlelap.


''Kita melupakan memberi kabar pada Ayah loh, coba kabarin biar Ayah tahu kondisi kita disini dan jangan sampai Ayah mengira kita disini bahagia. ''


ucap Om Marwan dan membuat Larisa langsung terdiam lalu mengeluarkan handphone dari tasnya dan menghubungi ayahnya.


Dering ke empat Kakek Permana baru mengangkat panggilannya.


Dalam panggilan saat ini.....


''Ada apa Lara?? kenapa menelphone?? ''


''Ayah cepat pulang sekarang juga, Lara butuh Ayah sekarang, Hikss..... hiks..... ''


''Ada apa sebenarnya Lara dan kenapa kamu menangis?? jelaskan sedikit sedikit. ''


''Khalisa sudah melahirkan Ayah beberapa jam lalu karena kontraksi di perutnya, akhirnya dokter menyarankan untuk melakukan operasi caesar, tapi sampai sekarang Khalisa belum sadarkan diri, ayah cepat pulang sekarang karena Lara butuh Ayah. ''


''Astaga.... kamu tenangkan diri kamu disana, Hendra kemana memangnya?? ''


''Hendra malah kaya mayat hidup diam terus Ayah. ''


''Kamu masih sama Marwan disitu kan?? ''


''Iya Ayah, Mas Marwan ada di samping Lara. ''


''Berikan telphone nya pada Marwan. ''


''Haloo Ayah, ini Marwan yang bicara. ''


''Saya mohon sama kamu jaga anak dan cucu saya dulu sampai saya datang, saya akan lakukan penerbangan sekarang juga. ''


''Baik Ayah, Marwan akan menjaga amanat dari Ayah. ''


Panggilan berakhir......


Suster tiba tiba datang dan menghampiri, memberitahukan kalau kedua bayi Khalisa mengalami kejang kejang, Hendra langsung mengikuti suster sedangkan Larisa tetap menunggu di depan ruangan Khalisa berada.


''Ya tuhan..... dosa masa lalu apa keluargaku yang tidak terasa, cobaan terus saja datang. ''


gumam Larisa dengan tangis yang terus terdengar lirih dan Om Marwan pun terus menenangkannya.


''Sabar Lara kita doakan yang terbaik untuk Khalisa dan kedua anaknya, Mas yakin Khalisa akan bertahan karena dia ibu yang kuat. ''


ucap Om Marwan yang menenangkan Larisa dalam dekapannya.


.


.


Di ruangan inkubator saat ini, kedua bayi Khalisa kejang kejang dan langsung di tangani oleh dokter, Hendra langsung di sterilkan dan memakai pakaian serba tertutup, tangan Hendra bahkan di cuci bersih dan di semprot cairan penetral kuman.


Dokter menyarankan agar Hendra menyentuh kedua anaknya dengan tangan nya agar cepat pulih dan ajaib kedua bayi itu langsung tenang saat Hendra mengelus kepalanya.


''Kamu harus kuat putra putri Ayah, bantu Bunda kalian juga untuk pulih yaa. ''


gumam Hendra dalam hatinya sambil menangis yang tertahan.


''Sudah cukup Tuan, kedua Babby nya sudah tenang dan terimakasih untuk kerjasamanya. ''


ucap dokter dan Hendra mengangguk.


Hendra keluar dari ruangan incubator dan duduk di kursi tunggu tepat di depan kaca dimana kedua anaknya di rawat, kedua anaknya di tutup matanya karena saat ini tubuh kedua anaknya di sinari oleh sinar ultraviolet dari mesin agar suhunya tetap stabil.


Hendra bernafas lega karena kedua anaknya lahir dalam keadaan normal tanpa kekuranga apapun di tubuhnya, kedua anaknya begitu bersih dan keduanya mirip sekali dengan Hendra.


''Kalian memang di paksa hadir di dunia ini oleh Ayah, tapi Ayah bersyukur karena kalian adalah anugerah buat Ayah dan Bunda kalian. ''


gumam Hendra dari dalam hatinya sambil beranjak keluar dari ruangan karena dia ingin berada di samping Khalisa.


.


.


''Ayo kita cari makan ini sudah lewat makan malam dan tadi siang juga kita semua belum makan, kamu harus terus jaga kondisi agar bisa tetap menunggu Khalisa sampai sadar, jangan sampai kita semua ikut drop dan sakit, siapa yang akan menjaga Khalisa nantinya?? ''


ucap om Marwan memberikan pengertian pada Larisa.


''Baiklah kita ke kantin ajah sekarang, biar Hendra yang jaga dulu Khalisa. ''


jawab Larisa dan Om Marwan langsung mengangguk.


''Hendra..... Om mau bawa Mama kamu makan dulu, mau Om bungkuskan atau kamu nanti makan sendiri ke kantin?? ''


ucap Om Marwan saat menghampiri Hendra.


''Iya Om nanti Hendra cari makan sendiri. ''


jawab Hendra dan Om Marwan mengangguk sambil menepuk bahu Hendra.


Om Marwan langsung menggandeng Larisa menuju kantin yang ada di dalam rumah sakit, dia takut Larisa malah drop karena sibuk memikirkan Khalisa yang belum sadarkan diri.


Di negara dimana Kakek Permana berada.....


Kakek Permana langsung menuju rumah sakit untuk pamit pulang ke tanah air, karena bagaimana pun dia harus pamit.


''Willi..... saya pulang ke tanah air sekarang, Khalisa tak sadarkan diri setelah operasi caesar. ''


ucap Kakek Permana dan berhasil membuat Omah Maya menangis.


''Ya tuhan Khalisa, gimana keadaan kedua cucuku?? ''


ucap Omah Maya yang langsung teringat dengan bayi dalam kandungan Khalisa.


''Kedua bayi selamat dan sedang di rawat di incubator karena bobot tubuhnya tidak Normal, saya pulang dan saya sudah pastikan pelayanan rumah sakit akan tetap sama walaupun saya tidak ada. ''


ucap Kakek Permana dan Opah Willi mengangguk.


''Maaf karena saya gak bisa ikut pulang ke tanah air, semoga Khalisa baik baik saja dan segera sadar. ''


ucap Opah Willi dan Kakek Permana langsung mengangguk.


Kakek Permana langsung menuju bandara karena pesawat yang akan membawanya sudah siap, Kakek Permana berharap tidak ada kendala lagi saat dalam perjalanan menuju tanah air.


.


.


Pagi hari di rumah sakit.....


Tak ada tanda tanda Khalisa membuka matanya, bahkan pagi ini Khalisa sudah di pindahkan ke ruang rawat karena masa kritisnya sudah lewat tapi Khalisa belum sadarkan diri.


Khalisa seperti betah dengan dunia alam bawah sadarnya, Dokter yang menangani Khalisa pun memberitahukan kalau kesadaran Khalisa itu hanya tunggu keajaiban.


Khalisa dinyatakan koma tapi keadaannya normal, hanya di pasang infusan untuk menjaga asupan makanannya.


''Mama.... Hendra harus ke perusahaan sekarang, banyak pekerjaan yang terbengkalai soalnya, kabarin Hendra apapun yang menyangkut Khalisa dan kedua anak Hendra. ''


ucap Hendra saat pamit pada Larisa dan Larisa pun mengiyakannya.


Hendra langsung keluar dari ruang rawat Khalisa menuju rumah untuk mengganti pakaian nya dan melihat keadaan Daren juga.


Di rumah sakit hanya ada Larissa dan Om Marwan, Kakek Permana akan mendarat siang ini di bandara setelah mengudara berjam jam lamanya.


''Mas Marwan kalau mau pulang silahkan, pekerjaan Mas Marwan sangat penting juga, lagian Ayah siang ini sudah tiba. ''


ucap Larisa saat memakan sarapan yang di belikan Om Marwan.


''Saya akan menemani kamu Lara, sudah lanjutkan makanya dan jangan banyak bicara nantinya tersedak lagi kamunya. ''


ucap Om Marwan dan Larisa pun kembali memakan mkanannya.


.


.


bersambung.....