
Kakek Permana dan Hendra langsung menyambut kedatangan Om Marwan dan keluarganya,ternyata Om Marwan membawa ibunya dan juga kedua adiknya.
''Ayo silahkan masuk dan terimakasih sudah mau datang berkunjung. ''
ucap Kakek Permana dan Om Marwan tersenyum.
''Saya malah berterimakasih karena Tuan Permana mau menerima kedatangan kami. ''
jawab Om Marwan dan Kakek Permana tersenyum.
Kakek Permana dan Tamu nya langsung menuju ruang tamu, sedangkan Hendra pamit untuk melihat Khalisa ke kamarnya.
''Hendra..... kamu mau kemana?? ''
ucap Larisa saat menyiapkan makanan di nampan yang akan di bawa pelayan ke ruang tamu.
''Mau melihat Khalisa takutnya sudah bangun. ''
ucap Hendra dan Larisa mengangguk lalu Hendra langsung berjalan menuju kamarnya.
Hendra masuk kedalam kamarnya dan melihat istrinya masih tertidur, Hendra duduk di sisi ranjang dan merasa bimbang saat ini, mau membangunkan Khalisa atau membiarkannya.
Namun semua buyar saat mata bulat Khalisa terbuka dan mengerjap ngerjapkan matanya, Khalisa tersenyum saat melihat suaminya sedang menatapnya.
''Maaf kalau Mas mengganggu tidur kamu yaa, ayo tidur lagi Sayang. ''
ucap Hendra sambil mengelus rambut Khalisa.
Khalisa menggeleng dan langsung duduk di bantu oleh Hendra, Khalisa menyandarkan tubuhnya sambil menatap jam di dinding kamarnya ternyata sudah jam sebelas siang.
''Tamunya sudah datang belum Mas?? ''
ucap Khalisa saat Hendra menyodorkan gelas berisi minum.
''Sudah barusan sampai, Mas ke kamar mau ngecek kamu sudah bangun atau belum, ternyata kamu terbangun saat Mas duduk di samping kamu. ''
ucap Hendra sambil menerima gelas yang sudah di minum airnya oleh Khalisa dan mengusap air yang menetes di dagu Khalisa.
''Yaudah aku mau mandi dulu biar segeran, kan malu kalau harus menyambut tamu wajahnya kusut. ''
ucap Khalisa dan Hendra mengangguk.
''Mau Mas temani mandinya?? ''
ucap Hendra dan Khalisa langsung mendelik tanpa menjawab ucapan suaminya melenggang jalan menuju kamar mandi.
Hendra tergelak melihat wajah garang sang istri karena Khalisa pasti menuduhnya macam macam padahal hendra memang ingin membantu khalisa mandi.
Hendra merapihkan ranjangnya sambil menunggu Khalisa selesai mandi, Hendra melihat handphone nya ternyata banyak panggilan dan pesan dari Mamanya.
''Ada apa Mama menelphone sampai beberapa kali. ''
ucap Hendra sambil menghubungi ulang ke nomer Mamanya namun tidak ada sahutan.
Hendra menyimpan handphone nya kembali ke meja dan bertepatan dengan Khalisa keluar dari kamar mandi, Khalisa mengambil baju di lemari lalu memakainya tepat di hadapan Hendra, Hendra hanya bisa menelan air liurnya melihat tubuh istrinya yang begitu menggoda menurutnya karena Khalisa terlihat seksi saat sedang hamil seperti sekarang.
''Kamu sengaja memancing Mas yaa?? ''
ucap Hendra yang langsung menghampiri dan memeluk Khalisa.
''Lepas Mas Hendra, nanti Mama nunggu kita kasihan loh. ''
ucap Khalisa sambil melepaskan pelukan suaminya.
''Makanya jangan mancing mancing kalau gak mau di makan. ''
ucap Hendra sambil mencium puncak kepala Khalisa dan melepaskan pelukan nya.
''Kamu nya saja yang cabul, orang ganti baju juga di kira mancing kan aneh, mancing tuh di empang bukan di kamar. ''
ucap Khalisa dan membuat Hendra tersenyum sambil mengacak rambut istrinya.
ucap Hendra dan Khalisa mengangguk.
Hendra menyimpan handuk basah di gantungan handuk didalam kamar mandi dan Khalisa merapihkan rambutnya lalu sedikit mengoles wajah nya agar tidak pucat.
''Ayo Mas kita ke depan sekarang. ''
ajakan Khalisa saat suaminya keluar dari salam kamar mandi dan Hendra mengiyakannya.
Hendra menggandeng Khalisa membawanya keluar dari kamar menuju ke ruang tamu, Khalisa tersenyum saat bertatapan mata dengan mata mamanya.
Larisa memberikan kode matanya agar Khalisa mendekat dan Khalisa mengangguk sambil berjalan semakin mendekat ke arah Mamanya.
''Sini Sayang duduk di samping Mama. ''
ucap Larisa menepuk sofa di samping nya.
Khalisa tersenyum lalu duduk di samping Mamanya dan Hendra duduk di samping Kakek Permana.
Khalisa tersenyum mengangguk pada Om Marwab dan keluarganya.
''Namanya Khalisa dan dia cucu saya, sebelah saya suaminya Khalisa namanya Hendra. ''
ucap Kakek Permana memperkenalkan Khalisa dan suaminya.
Khalisa dan Hendra hanya menganggukan kepalanya tanda salam hormat pada tamu nya dan di balas senyum oleh tamunya.
''Maaf karena saya dan keluarga datang tiba tiba, saya langsung pada intinya saja, sesuai janji saya seminggu lalu, hari ini saya akan menagih janji pada Larisa tentang keinginan saya yang saya bicarakan minggu lalu, bagaimana jawabannya?? ''
ucap Om Marwan dan membuat Larisa terdiam lalu melirik sang ayah.
Kakek Permana tersenyum dan menganggukan kepalanya tanda memberikan dukungan pada sang putri, bahkan Khalisa menggenggam tangan Mamanya yang terasa sangat dingin oleh Khalisa.
''Saya hanya mau menanyakan tentang keseriusan Mas Marwan, seperti yang Mas Marwan ketahui kalau saya adalah seorang single Momm yang memiliki seorang anak yang sudah dewasa bahkan sebentar lagi saya akan memiliki cucu, saya pun memiliki menantu juga, bukan saya merendah tapi memang kenyataannya, mungkin saya kurang pantas untuk Mas Marwan, apa Mas Marwan benar benar serius dengan saya?? sedangkan Mas Marwan sendiri seorang bujangan yang memiliki karir sangat sukses, kenapa harus saya?? masih banyak perempuan di luar sana yang lebih dari saya. ''
ucap Larisa dan membuat Marwan tersenyum tipis.
''Akan selalu ada perempuan yang lebih baik dari kamu, akan selalu ada perempuan yang lebih cantik dari kamu. Namun, akan ada pula laki laki yang tidak memperdulikan hal itu. seperti bagi saya pribadi. kekurang kamu adalah hal yang harus di lengkapi dan kelebihanmu adalah hal yang harus di syukuri, saya memilih kamu karena hati saya berlabuh pada kamu Larisa, saya tidak menuntut untuk sempurna, karena saya lah yang akan melengkapi ketidaksempurnaan kamu, kamu wanita single dan saya juga laki laki single, itu sudah cukup bagi saya dan kamu wanita yang selalu saya ucapkan di setiap doa saya. ''
ucap Om Marwan dan Semua langsung diam dengan penjelasannya.
''Tuan Permana..... saya meminta ijin pada anda, saya akan melamar Larisa putri anda untuk menjadi istri saya, saya janji akan membahagiakan Larisa dan saya tidak akan membiarkan kesedihan datang padanya. ''
ucap Om Marwan saat melihat Larisa diam karena baginya diamnya Larisa adalah setuju.
''Saya sudah merestui dan semua jawaban tetap ada pada Larisa karena yang akan menjalani kan Larisa, kita dengarkan jawaban Larisa. ''
jawab Kakek Permana dan semua menatap ke arah Larisa.
''Jawablah dengan hati Mama dan jangan memikirkan apapun, Khalisa akan mendukung Mama dan akan selalu ada dengan Mama. ''
ucap Khalisa sambil menggenggam tangan Mamanya lalu tersenyum saat mamanya menatapnya.
Larisa mengelus pipi putrinya dan membalas senyum putrinya yang terlihat mendukung apapun keputusannya.
''Baiklah...... saya terima lamaran Mas Marwan. ''
ucap Larisa dan membuat semua tersenyum.
Khalisa langsung memeluk mamanya dan larisapun membalas pelukannya sambil mengelus punggung sang putri penuh sayang.
Akhirnya Mama Larisa menerima lamarannya Om Marwan, setelah satu minggu berfikir dan banyak berfikir dengan pikirannya, Larisa pun selalu bertukar pesan dengan Om Marwan selama seminggu ini dan Larisa pun menerima semua keseriusan Om Marwan padanya.
.
.
.
Bersambung.......