Khalisha

Khalisha
permintaan Danu



Khalisa saat ini sedang dalam perjalanan pulang menuju rumahnya di antarkan oleh Danu, Khalisa mengiyakan saat Danu menawarkan untuk mengantarkannya pulang karena desakan dari keluarga Danu yang lain.


''Kenapa diam ajah Khalisa?? Marah yaah?? ''


ucap Danu memecahkan keheningan.


''Gak juga, kenapa mesti marah?? ''


ucap Khalisa dan Danu hanya tersenyum.


''Takutnya marah karena ulah Omah, maaf yah sikap Omah yang membuat kamu gak nyaman. ''


ucap Danu kembali dan Khalisa hanya mengangguk.


Khalisa tidak mengarahkan rumahnya karena Khalisa sudah memberitahukannya saat Danu menjalankan mobil nya.


''Kamu beneran seorang diri di kota ini?? Tanpa orang tua atau saudara?? ''


ucap Danu kembali dan Khalisa hanya mengangguk.


''Sudah lah yang penting aku nyaman tinggal di kota ini dan masalah kehidupanku itu semua urusan aku, aku gak mau kamu ikut campur Danu. ''


ucap Khalisa dengan nada kesal karena kebohongan Danu.


''Maaf yah dan mau gak kamu menjadi pacar aku hanya sampai ulang tahunku ajah, pliis Khalisa mau yaa?? ''


ucap Danu dan membuat Khalisa semakin kesal.


''Hubungan itu bukan untuk di mainkan Danu, aku gak akan setuju dengan ide kamu itu. ''


tolak Khalisa dan Danu langsung lesu mendengarnya.


Perjalanan dua puluh menit akhirnya sampai di depan rumah Khalisa yang terlihat sederhana namun nyaman di lihatnya.


''Maaf sudah malam dan aku gak akan menawarkan kamu untuk mampir, sekarang ataupun nanti dan terimakasih sudah antarkan aku pulang. ''


ucap Khalisa sebelum turun dari mobilnya.


Danu hanya mendesah sedih dengan sikap Khalisa padanya, Khalisa begitu keras kepala dan susah di dekati entah apa yang membentengi hati Khalisa hingga dia menolak Danu yang begitu tampan dan kaya raya.


Khalisa langsung masuk kedalam rumah tanpa menoleh ke arah Danu, Khalisa sedikit kesal dengan tingkah Danu saat di rumahnya yang mengaku memiliki hubungan dengannya.


''Aku paling gak suka berbohong dan nantinya akan ada kebohongan selanjutnya kalau sudah nyaman berbohong sedari awal, bukan mau aku membentengi hati tapi aku takut memiliki hubungan yang nantinya akan membuat luka. ''


gumam Khalisa dalam hatinya saat memasuki rumah dan duduk di sofa ruang tamu rumahnya.


Di kediaman Danu saat ini.....


''Lebih baik Mama jangan urusin hubungan Danu dengan Khalisa, Papa lihat Khalisa tidak nyaman sekali dengan perlakuan Mama, Papa juga menyadari kalau Khalisa tidak memiliki perasaan pada Danu dan hanya Danu yang memilikinya. ''


ucap Opah Wili saat istrinya membawakannya teh hangat.


''Mama hanya ingin Danu mendapatkan wanita yang lebih baik, Mama gak mau Danu terkena sial lagi karena dekat dengan gadis yang salah. ''


ucap Omah Maya dan suaminya hanya menggelengkan kepalanya.


''Harusnya Mama itu mengutamakan Hendra dulu, dia juga sama butuh pendamping loh, usianya sudah tidak muda lagi tapi belum pernah mengenalkan wanita ke keluarga. ''


ucap Opah Wili yang menyadari putra bungsunya sangat dingin terhadap wanita.


''Bukannya Mama gak mengutamakan anak itu Papa, tapi Hendra selalu menggagalkan rencana yang sudah Mama susun dengan baik demi masa depan dia, Mama sudah beberapa kali mengenalkan dia dengan gadis tapi selalu di tolak. ''


ucap kesal Omah Maya saat mengingat kelakuan putranya yang selalu membangkangnya kalau berurusan dengan wanita.


.


.


Pagi menjelang.......


Pagi ini Khalisa di buat kesal karena ada kurir yang datang mengantarkan buket bunga untuknya dan pengirimnya adalah Danu, Khalisa sebenarnya ingin membuat bunga itu namun sayang karena harga bunga sangatlah mahal.


💬 Bunganya sudah sampai kan?? Pliis sekali ajah bantu aku Khalisa dan aku bersumpah gaka akan mengejar dan mengganggu kamu lagi setelah ulang tahun ku lewat.


Sebuah pesan masuk yang di kirim dari Danu, Khalisa hanya menggeram kesal dengan tingkah Danu yang memaksanya dan Khalisa mengabaikan pesan tanpa membalasnya.


Khalisa langsung berangkat menuju pekerjaannya karena pagi ini ada jadwal meeting untuk atasannya dan dia yang akan mendamping karena Rafi akan tiba besok lusa di kota ini.


''Pagi hari yang sedikit anjlok mood nya tapi harus di jalani karena pekerjaan penting harus di hendle. ''


gumam Khalisa saat sampai di ruangannya dan Khalisa langsung menghidupkan komputernya.


Pintu ruangan di ketuk dan ternyata sekertaris bos nya yang masuk memberiKan berkas kepada Khalisa dan langsung Khalisa terima.


Khalisa langsung menuju ruangan meeting untuk mempersiapkan semua kebutuhan meeting karena sekertaris bos nya yang akan mempersiapkan berkasnya setelah Khalisa memberikan salinannya.


''Khalisa.....semua sudah siap kan?? ''


ucap Pak Ardi saat berpapasan dengan Khalisa.


''Saya mau melihat langsung Pak, takutnya ada kekurangan dan berkasnya sedang di print out oleh Hanum. ''


ucap Khalisa dan Ardi mengangguk.


''Yasuda kamu cek dan persiapkan semuanya yah dan satu lagi Khalisa, kamu harus ada saat meeting karena klien lain kan belum pasti jujur atau gak?? ''


ucap Ardi yang masih trauma dengan meeting yang berakhir perusahaannya jadi down.


''Santai Pak Ardi karena semua akan aman, insya allah saya akan membuat semua aman, saya permisi Pak mau ke ruangan meeting. ''


ucap Khalisa dan Ardi mengangguk.


''Entah mengapa semenjak ada kamu perusahaan menjadi aman dan semakin naik keuntungannya, Khalisa kamu pegawai yang hebat. ''


gumam Ardi dalam hatinya sambil memperhatikan Khalisa sampai masuk kedalam lift.


Khalisa langsung meninjau ruangan meeting nya karena ini pertama kalinya diadakan meeting di perusahaan setelah insiden kebocoran berkas perusahaan.


Semua persiapan meeting selesai dan satu jam lagi akan segera berlangsung, Khalisa sengaja tidak kembali ke ruangannya dan memilih menunggu di ruang meeting.


''Khalisa.....''


ucap Danu dan membuat Khalisa melototkan matanya karena di ruang meeting banyak staff dan bukan hanya dirinya.


''Mau apa kamu datang ke ruangan ini Danu?? ''


ucap Khalisa dan membuat Danu tersenyum.


''Mau menghampiri kamu dan meminta jawaban sama kamu juga. ''


ucap enteng Danu dan membuat Khalisa kesal lalu menarik Danu keluar dari ruangan.


''Kamu tahu kan ini di tempat kerja dan jangan berbicara macam macam Danu, jawaban apa coba yang kamu butuhkan?? ''


ucap kesal Khalisa saat berhasil membawa Danu keluar dari ruangan.


''Jadi pacar aku sampai ulang tahunku, pliis mau yaa dan aku bersumpah gak akan ganggu kamu lagi. ''


ucap Danu sambil mengangkat dua jarinya sebagai tanda.


''Kapan ulang tahun kamu?? ''


ucap Khalisa sambil menatap mata Danu.


''Sepuluh hari lagi dari sekarang, mau yaa?? ''


ucap Danu dan Khalisa menghembuskan nafasnya.


''Baiklah aku mau dan ingat jangan pernah masuk kedalam ruangan kerja aku Danu, karena aku gak suka yah. ''


ucap Khalisa dan Danu langsung tersenyum senang lalu bersiap akan memeluk Khalisa namun Khalisa berhasil menghindar.


''Saat jam makan siang nanti kita bicara lagi, aku mau mempersiapkan meeting. ''


ucap Khalisa sambil masuk kedalam ruangan dan membiarkan Danu tanpa menjawab.


.


.


.


Tbc...