Khalisha

Khalisha
kepulangan Kakek Permana



Sore menjelang.....


Khalisa menutup pekerjaan nya tepat pukul empat sore dan langsung bersiap untuk pulang, setelah memastikan supir sudah sampai di parkir lobi utama, Khalisa langsung keluar dari ruangannya.


Khalisa berjalan menuju lift untuk segera turun ke lantai bawah kantornya, entah kenapa dengan tubuhnya saat ini, semenjak ketahuan hamil tubuh Khalisa jadi berbeda.


Khalisa tersenyum setiap papasan dengan karyawan kantor yang tersenyum kepadanya, Khalisa langsung masuk kedalam mobil setelah supir membuka pintunya.


Di kediaman Permana saat ini.....


Larisa dan Kakek Permana sudah tiba di kediamannya setelah supir berangkat menjemput Khalisa, Larisa merasa aneh dengan putrinya yang meminta supir mengantarnya dan tidak biasanya.


''Sejak kapan Khalisa meminta di antar supir?? ''


ucap Larisa sambil menerima gelas berisi minuman dari pelayan.


''Nona Khalisa baru hari ini meminta supir mengantar jemputnya, sudah dua hari Nona Khalisa bersikap aneh dan sudah satu minggu Nona muda tidak mau memakan nasi. ''


ucap kepala pelayan dan Larisa mengangguk.


''Makasih karena Bibi sudah menjaga Khalisa selama saya gak ada, siapkan makanan untuk makan malam yah. ''


ucap Larisa dan kepala pelayan mengangguk sambil pamit menuju dapur.


Kakek Permana langsung ke kamarnya ketika sampai di rumah karena tubuhnya terasa kebas akibat duduk. selama perjalanan lumayan lama dan ingin merebahkan tubuhnya di kamar sebelum cucunya kembali.


Mobil yang membawa Khalisa tiba di kediaman Permana dan Khalisa langsung masuk kedalam rumah setelah mengucapkan terimakasih kepada supirnya.


Saat Khalisa berjalan masuk menuju ruangan utama, Khalisa langsung tersenyum saat melihat sang Mama sedang tersenyum ke arahnya.


Khalisa langsung berjalan cepat menghampiri Larisa dan langsung memeluknya.


''Akhirnya Mama pulang juga. ''


ucap Khalisa saat dalam dekapan sang Mama.


Larisa melepaskan pelukannya dan tersenyum sambil mengelus pipi putrinya, ''Kakek kamu yang merasakan firasat ga enak tentang kamu sayang, makanya Mama mempercepat kepulangan, ternyata benar yang di bilang Kakek, kamu gak baik baik ajah. '' ucap Larisa sambil mengusap pipi Khalisa.


''Kakeknya mana Mama?? ''


ucap Khalisa sambil celingukan mencari sang Kakek.


''Kakek kamu sedang istirahat di kamarnya, maklum sudah tua dan pinggangnya kebas setelah duduk di dalam mobil dalam waktu yang lama. ''


ucap sang Mama dan Khalisa mengangguk.


''Khalisa mau bersih bersih kalau gitu, Khalisa pengen makan malam bersama Mama dan Kakek. ''


ucap Khalisa dan mamanya tersenyum mengangguk.


Khalisa langsung berjalan menuju lantai atas dimana kamarnya berada, Larisa menghembuskan nafasnya sambil menatap punggung sang putri.


''Ada apa sama kamu Khalisa?? mimik wajah kamu seperti sedang tertekan. ''


gumam Khalisa sambil berjalan menuju kamarnya untuk membersihkan tubuhnya sebelum makan malam bersama putri dan ayahnya.


Di apartement mewah milik Hendra......


Hendra tiba di apartemen yang begitu mewah, apartemennya di sulap menjadi rumah hunian yang sangat nyaman dengan berbagai pasilitas.


Hendra hanya memperkerjakan satu pelayan di rumahnya dan pelayan nya juga mengambil dari kediaman Prayoga sesuai keinginan sang Mama.


''Den Hendra mau di buatkan minuman?? ''


ucap pelayan saat Hendra duduk di sofa sambil bersandar.


''Siapkan makan malam saja Bii, saya mau bersih bersih dulu. ''


jawab Hendra dan Pelayannya langsung mengangguk lalu berjalan menuju dapur untuk menyiapkan makanan.


''Khalisa sampai kapan kamu akan menolakku?? aku merasakan ada sesuatu yang kamu sembunyikan. ''


gumam Hendra dalam hatinya sambil menatap langit langit rumahnya.


Hendra langsung beranjak dan langsung menuju kamarnya, saat kamar terbuka Hendra tersenyum karena foto Khalisa di pajang tepat di sebrang pintu kamarnya, Hendra sengaja menempelkannya karena dia akan tersenyum saat membuka pintu kamarnya.


Dengan adanya foto Khalisa yang di pajang, seperti Khalisa menyambutnya, itu yang di fikirkan Hendra saat memajang foto Khalisa, sangat aneh memang kalau cinta sudah tertanam di hati.


.


.


''Kakek.... Khalisa geli melihat nasi, udah yaah suapinnya. ''


protes Khalisa untuk sekian kalinya saat sang Kakek menyuapi makan.


''Baru juga lima suapan sayang, ayo buka mulutnya dan Kakek akan suapi kamu lagi biar mau makan. ''


ucap Kakek Permana kembali saat Khalisa protes kembali.


Khalisa menatap sang Mama meminta bantuan dan membuat Larisa tersenyum dan menatap sang Ayah.


''Ayah.... sudah suapi makannya, lebih baik ayah lanjutkan makannya yah, kasihan Khalisanya lihat wajahnya udah pucat. ''


ucap Larisa yang membela Khalisa karena memang saat ini wajah Khalisa terlihat pucat.


''Yasudah Kakek mau lanjutkan makan, kamu makan buah ajah kalau gak mau makan nasi yah. ''


ucap Kakek Permana sambil mengelus kepala Khalisa dan membuat Khalisa tersenyum.


''Kamu itu aneh sekali Khalisa, masa melihat nasi geli dan berujung gak mau makan nasi, nanti tubuh kamu malah jadi lemas loh. ''


ucap Kakek Permana dan Khalisa langsung terdiam.


''Gak tau kenapa Kakek, Khalisa sudah seminggu lebih jadi geli ajah melihat nasi, tapi Khalisa menggantinya sama makanan yang lain kok. ''


ucap Khalisa dan Kakek Permana menggelengkan kepalanya.


''Mama.....''


ucap Khalisa memanggil sang Mama dan membuat Larisa langsung melirik ke arah Khalisa.


''Iya sayang..... kenapa?? ''


jawab Larisa sambil tersenyum.


''Boleh gak Khalisa bantu untuk memperketat file perusahaan?? kalau untuk gabung di perusahaan Khalisa belum mau tapi Khalisa mau membantu menutup file biar gak terjadi kebocoran?? ''


ucap Khalisa dan Sang Mama melirik Kakek Permana untuk meminta persetujuan.


''Laksanakan Sayang, Kakek malah akan sangat senang kalau kamu ikut bantu Mama kamu menjalankan perusahaan kelurga kita. ''


ucap Kakek Permana dan Khalisa langsung terdiam.


Khalisa masih nyaman dengan pekerjaannya saat ini dan belum mau gabung dengan Mamanya, apalagi saat ini Khalisa sedang hamil dan tidak mungkin ikut gabung karena akan membuat situasi bertambah runyam.


''Sudahlah Ayah.... Lara kan sudah mengatakannya ke Ayah, suatu saat nanti Khalisa akan menjadi pemimpin perusahaan kita karena memang Khalisa kan cucu tunggal keluarga Permana. ''


ucap Larisa dan Kakek Permana mengangguk setuju.


.


.


Setelah makan malam nya selesai, Khalisa memilih menuju halaman belakang bergabung dengan Larisa yang sama sedang mengerjakan pekerjaannya, Kakek Permana memilih menonton siaran televisi dan membiarkan kedua perempuan penerus keluarga Permana mengerjakan pekerjaannya.


''Tadi siang Omah Maya sama Tante Melin datang ke kantornya Khalisa, terus meminta Khalisa mengunjungi rumahnya, kapan Mama sama Kakek mau memberitahukan keluarga Omah Maya?? Khalisa sampai sekarang masih menutup akses Danu, Khalisa takut Danu nekad. ''


ucap Khalisa dan Larisa langsung terdiam sambil berfikir.


''Besok saja kita ke rumah kediaman Prayoga, kamu jangan Khawatir yaa sayang. ''


ucap Larisa dan Khalisa mengangguk.


.


.


.


bersambung......