Khalisha

Khalisha
Rindu untuk Lara...



Pernikahan Khalisa dan Hendra akan di langsungkan lima hari lagi tepatnya hari minggu, pernikahan akan di gelar tertutup dan di adakan di kediaman keluarga Permana sesuai keinginan Kakek Permana.


Semua tidak ada yang menolak karena ini pertama kalinya Kakek Permana menggelar pernikahan walaupun bukan putrinya tapi cucunya lah yang akan melangsungkan pernikahan, Kakek Permana beralasan karena saat pernikahan Larisa dia tidak menggelarnya karena pernikahan Khalisa tidak di restuinya dan Larisa menikah di kantor KUA.


''Sayangnya pernikahan nya gak bisa meriah, padahal Kakek pengen meriah sekali loh, tapi Kakek menghormati keinginan kamu Khalisa. ''


ucap Kakek Permana dan Khalisa tersenyum.


''Nanti setelah lahiran kita adakan resepsi saja Permana, di ballrom hotel sekaligus pesta syukuran kelahiran anggota baru keluarga kita. ''


ucap Opah Wili dan Kakek Permana mengiyakannya.


''Kamar di lantai bawah sudah di rapihkan yah, kamu mulai sekarang di larang menaiki tangga dan gak ada bantahan. ''


ucap Larisa dan Khalisa mengiyakannya.


''Setelah Khalisa menikah, boleh kan Khalisa tetap tinggal di rumah ini?? ''


ucap Khalisa dan Kakek Permana langsung tersenyum.


''Kamu akan tetap tinggal di rumah ini dan biarkan suami kamu nanti yang pindah, gak baik kalau sedang hamil jauh dari keluarga karena nantinya kamu yang akan kesepian. ''


ucap Kakek Permana dan Hendra ingin protes namun Mamanya menggelengkan kepalanya.


''Lebih baik tinggal di rumah ini dari pada harus di apartemen nya Hendra, sedikit khawatir karena menggunakan lift akses masuk kedalam rumahnya. ''


ucap Omah Maya dan Di setujui semuanya.


''Hendra juga kan menyamankan apartemen nya dan gak seperti apartemen juga konsep nya, tapi yasudah lah kalau semua mendukung di rumah dan Hendra juga gak bisa menolak. ''


ucap Hendra yang akhirnya menyetujui tempat tinggalnya.


.


.


.


.


Setelah makan malam selesai, semua keluarga Prayoga pamit termasuk Hendra yang tadinya akan menginap namun di tolak oleh Mamanya karena calon pengantin di larang bertemu sebelum akad di langsungkan.


Khalisa membantu Mamanya merapihkan pakaiannya kedalam lemari dan menyisakan satu lemari kosng khusus pakaian Hendra nanti saat tinggal di kediaman Permana.


''Mama kira kamu akan ikut suami kamu ke rumahnya, ternyata kamu tetap memilih tinggal di rumah ini. ''


ucap Larisa dan Khalisa tersenyum.


''Khalisa masih ingin merasakan kasih sayang Mama, makanya Khalisa meminta tinggal di rumah ini dan Khalisa takut menjalani rumah tangga nanti apalagi Khalisa saat ini sedang hamil Mama. ''


ucap Khalisa dan Larisa mengiyakannya.


''Istirahat yah biar besok lebih segar tubuhnya. ''


ucap Larisa sambil mengusap puncak kepala Khalisa.


Khalisa langsung merebahkan tubuhnya dan menatap langit langit kamarnya yang terlihat mewah, Khalisa bahkan berfikir kalau dia seperti sinderella yang beruntung hidupnya.


Sibuk dengan pemikirannya hingga membuat Khalisa terlelap dengan sendirinya.


Di kamar Larisa saat ini....


Larisa selesai membersihkan tubuhnya namun matanya seperti enggan untuk terlelap, Larisa memilih menuju balkon dengan selimut tebal yang melindungi tubuhnya dari angin malam.


''Mas ilham..... kamu sedang apa disana?? aku rindu kamu. ''


gumam Larisa dalam hatinya sambil menatap bintang yang mendampingi bulan malam ini.


Larisa masih ingat saat dulu dia dan suaminya begitu menyukai pemandangan malam, apalagi ada cahaya bintang dan bulan yang menghiasi.


''Kamu sering bilang saat kita berdua menatap bintang di malam hari. '' Bila melihat bintang yang bertaburan artinya sedang ada rindu yang begitu bertaburan sampai menusuk ke hati dan bintang pun simbol dari kekuatan walaupun jauh dan terlihat sangat kecil, tapi tetap bercahaya. '' Aku mengingatnya Mas ilham. ''


ucap Larisa sambil menatap langit malam.


''Aku baru sadar dengan yang kamu ucapkan Mas, ternyata kita akan di pisahkan dan bintang lah yang akan menemaniku menahan rindu padamu. ''


gumam Larisa dalam hatinya.


Larisa selalu mengenang masa masa dengan mendiang suaminya, suami yang penuh kasih sayang, lembut dan sangat mengutamakan keinginan Larisa.


Walaupun hidup bersama hanya tiga tahun dalam bahtera rumah tangga, namun Larisa begitu menyimpan dalam hatinya.


''Minggu ini putri kita akan menikah, bahkan kita akan memiliki calon cucu dua sekaligus, entah haarus sedih atau bahagia saat ini yang aku rasakan. ''


.


.


Pagi menjelang......


Pagi ini Khalisa terbangun dalam keadaan tubuh yang segar, Khalisa sudah bisa melaksanakan kewajibannya dan langsung membersihkan tubuhnya setelah selesai, hingga membuat tubuh Khalisa lebih segar.


Khalisa keluar dari kamarnya pukul enam pagi dan ternyata seperti biasa rumah masih sepi karena Kakek dan Mamanya masih berada di dalam kamarnya masing masing.


Khalisa langsung menuju dapur dan membuat kepala pelayan mengampirinya, Khalisa hanya tersenyum dan berjalan masuk kedalam dapur.


''Nona membutuhkan sesuatu?? biar saya siapkan. ''


ucap Kepala pelayan sambil mengikuti Khalisa.


''Bibi tolong buatkan jagung rebus di kasih toping susu strawberi sama keju selai yaah. ''


ucap Khalisa dan kepala pelayan mengiyakannya.


Khalisa langsung duduk di kursi meja makan menunggu pesananya di buatkan oleh kepala pelayan, permintaan yang aneh menurut kepala pelayan namun tetap di buatkan.


Dua puluh menit kemudian pesanan Khalisa selesai, Khalisa langsung berbinar menatapnya dan langsung tersenyum saat kepala pelayan menyajikan di hadapannya.


''Silahkan Nona selamat menikmati. ''


ucap kepala pelayan dan Khalisa mengangguk.


Dari arah tangga kakek Permana mengerutkan keningnya melihat Khalisa duduk di kursi meja makan yang masih kosong karena memang belum waktunya sarapan pagi.


''Kamu lagi makan apa sayang?? ''


ucap Kakek Permana sambil duduk kursi meja makan di samping Khalisa.


''Makan jagung rebus Kakek, kakek mau coba?? ''


ucap Khalisa dan Kakek Permana menggelengkan kepalanya.


''Warnanya kenapa merah muda dan kenapa kejunya malah keju selai gitu?? ''


ucap Kakek Permana yang merasa aneh dengan makanan sang cucu.


''Kan pakai susu rasa strawberry, Khalisa gak mau les parut dan di ganti keju selai. ''


ucap Khalisa sambil memakan kembali makanannya.


''Ada ada ajah kamu ini, habiskan makanannya dan ingat harus makan nasi walaupun tiga suap. ''


ucap Kakek Permana dan Khalisa mengacungkan jempolnya.


Larisa menuruni tangga dan menghampiri Ayahnya dan putrinya yang sedang mengobrol di meja makan, Larisa menautkan alisnya melihat makanan yang sedang di makan sang putri.


''Anak kamu sedang aneh Lara, Jasuke nya malah versi dia sendiri. ''


ucap Kakek Permana saat melihat keherana Larisa melihat cucunya.


''Memangnya enak yah?? ''


ucap Larisa saat melihat putrinya memakan dengan lahap makanan di hadapannya.


''Mama mau coba?? sini Khalisa suapi. ''


ucap Khalisa sambil menyuapi mamanya dan mamanya menerimanya.


Larisa langsung mengunyah makanannya sambil menimbang nimbang rasanya, setelah tertelan Larisa langsung menatap kembali putrinya.


''Menurut kamu makanan ini enak?? ''


ucap Larisa dan Khalisa mengiyakannya.


''Ada ada saja kamu ini, kurang enak menurut mama dan dimana letak enaknya coba. ''


ucap Larisa sambil berjalan menuju dapur untuk meminta minuman untuk menghilangkan rasa aneh di mulutnya.


.


.


.


Bersambung.......