Khalisha

Khalisha
Kekesalan Hendra



Khalisa saat ini sedang berdiri di depan pintu rumah keluarga Prayoga, Khalisa menarik nafasnya dan mengeluarkan nya dengan cepat, bertepatan dengan pintu yang terbuka.


Khalisa tersenyum saat seseorang membuka pintunya dengan senyuman menghiasi wajahnya.


''Kamu Khalisa kan?? Ayo masuk. ''


ucap Omah Maya dan membuat Khalisa langsung mengikutinya memasuki rumahnya.


Khalisa langsung mengikuti Omah Maya masuk kedalam rumah, ini kali kedua Khalisa bertamu kerumah ini.


Tuan Wili mengerutkan keningnya saat melihat istrinya memasuki rumah dengan gadis muda yang mengikutinya.


''Ayo Khalisa masuk dan jangan sungkan yaa. ''


ucap Omah Maya dan membuat Khalisa kikuk.


''Papa kenalkan dia Khalisa calon mantu keluarga kita loh Paa. ''


ucap Omah Maya dan membuat Khalisa melototkan matanya.


''Maksud Mama apaa?? ''


ucap Haris yang menghampiri ke ruang keluarga setelah memeriksa istrinya di dapur.


''Dia Khalisa pacar nya Danu. ''


ucap Omah Maya dan membuat Khalisa kembali melototkan matanya.


''Kirain Papa calon istrinya Hendra, tapi Danu gak memberitahukan kalau ada tamu datang dan malahan Danu pergi ke acara temannya. ''


ucap Opah Wili dan Omah Maya langsung mendelik menatap suaminya.


''Danu belum tahu kalau Khalisa mau datang, kamu hubungi anak kamu Haris suruh pulang. ''


ucap Omah Maya dan Haris mengangguk lalu menghubungi putranya.


Khalisa langsung di perkenalkan kepada Opah Wili dan Khalisa langsung mencium tangannya, lalu beralih ke Haris dan kembali mencium tangan Haris.


''Ehh.....Khalisa sudah sampai ternyata. ''


ucap Mama Melin saat menghampiri ke ruang keluarga.


''Iya Tante dan baru ajah sampai. ''


ucap Khalisa dan Melin tersenyum.


Khalisa langsung di ajak Melin ke ruang makan untuk membantunya menata makanan dan Khalisa mengiyakannya karena kurang nyaman berada di ruang keluarga.


''Maaf yaa Khalisa karena Tante mendadak mengundang kamu, Danu juga malah pergi dan semua salah Omah Maya yang mau memberi kejutan sama Danu dan Danu nya malah ada acara. ''


ucap Melin saat Khalisa mulai menyajikan makanan di meja makan.


''Gak apa apa ko Tante, lagian Khalisa juga datang bukan untuk Danu tapi datang menepati undangan makan malam dari Tante. ''


ucap Khalisa dan Melin tersenyum.


Haris sudah menghubungi Danu dan Danu langsung membatalkan acara dengan teman temannya karena dia memilih bertemu Khalisa yang sudah ada di rumahnya.


Haris juga menyusul sang adik ke kamarnya dan meminta segera bergabung untuk makan malam, Hendra belum mengetahui kalau Khalisa ada di rumahnya karena Haris tidak memberitahukannya.


Khalisa selesai membantu menata makanannya lalu menyiapkan minuman di gelas sambil menata di depan piring yang tersedia di atas meja makan, sedangkan Melin menuju ruang keluarga untuk memanggil keluarga yang lainnya karena makanan telah siap.


''Khalisa.....''


ucap Hendra yang tak menyangka ada Khalisa di kediamannya.


''Om Hendra.....''


jawan Khalisa sambil tersenyum membalas senyuman Hendra.


''Kamu dari kapan ada di rumah ini?? Kenapa gak memberitahuka ke saya?? ''


ucap Hendra sambil duduk di kursi meja makan menemani Khalisa yang sedang menyajikan air minum.


''Buat apa saya kabarin Om. ''


ucap Khalisa dan membuat Hendra menghela nafasnya.


''Loh kamu sejak kapan ada disini Hendra?? ''


ucap Omah Maya saat menghampiri ruang makan di ikuti keluarga lain.


ucap Hendra dan Omah Maya mengangguk.


''Makasih yaa Khalisa sudah membantu menyajikan makanan sama minumannya. ''


ucap Omah Maya dan Khalisa mengiyakannya.


''Selamat malam semuanya......''


ucap salam Danu dengan nada bagaianya sambil menghampiri Khalisa.


''Tumben kamu ucapkan salam biasanya masuk ajah kaya kucing. ''


ucap Melin dan membuat Danu memanyunkan bibrinya.


''Mama jangan membuat malu Danu depan pacar Danu dong. ''


ucap Danu dan membuat Melin mendelik.


''Sudah sudah jangan debat, kita mulai makan malamnya sekarang. ''


ucap opah Wili dan semua langsung mengangguk.


Khalisa duduk di samping Danu dengan tatapan Hendra yang mengintimidasi dirinya, Khalisa berusaha acuh dan melanjutkan makannya.


Setelah selesai makan malamnya, Khalisa membantu Melin merapihkan meja makan dengan pelayan juga membantunya, Khalisa sesekali mengobrol dengan Melin dan tidak membahas Danu.


Hendra menghampiri dan duduk di kursi meja makan, Melin menghela nafasnya karena Melin tahu kalau Sang adik ipar menaruh hati pada Khalisa namun anehnya Khalisa sama sekali tidak tertarik pada Hendra ataupun Danu.


''Sebenarnya tipe laki laki seperti apa yang di inginkan kamu Khalisa, Danu ataupun Hendra sama sama sempurna dalam hal materi ataupun fisik, tapi tidak ada yang Khalisa respon. ''


gumam Melin dalam hatinya sambil meminta Khalisa membawakan cemilan ke ruang keluarga dan di bantu oleh Hendra.


''Waah....Om Hendra baik yah mau membantu pacarnya Danu di saat Danu gak ada. ''


ucap Danu saat menuruni tangga dan berpapasan dengan Khalisa dab Om nya.


Hendra tidak menjawab dan memilih berjalan mendahului Khalisa yang terdiam dengan ucapan Danu.


Danu mengambil alih nampan yang di bawa Khalisa dan membawanya menuju ruang keluarga dimana keluarga besarnya sedang berkumpul, Omah Maya langsung meminta Khalisa duduk di sampingnya dan otomatis Danu pun mengikuti duduk di samping Khalisa.


''Kamu tinggal di daerah mana rumahnya Khalisa?? Orang tua kamu gak marah kalau kamu belum tiba di rumah?? ''


ucap Omah Maya dan membuat Khalisa terdiam.


''Khalisa tinggal sendirian di kota ini dan baru satu bulan lebih berada di kota ini, lagian Khalisa sudah tidak memiliki orang tua. ''


ucap Khalisa dan membuat Omah Maya langsung tersentak.


''Kamu jangan sedih yaa, mulai sekarang anggap kami semua keluarga kamu kan juga calon bagian dari keliarga Omah juga. ''


ucap Omah Maya dan Khalisa hanya tersenyum tipis.


''Terimakasih sebelumnya Omah, Khalisa senang karena di terima di keluarga ini Padahal Khalisa kan orang asing. ''


ucap Khalisa dan Omah Maya menggelengkan kepalanya.


Danu tersenyum menatap Khalisa yang sedang mengobrol dengan Omah nya, ada perasaan senang di hatinya karena Khalisa tidak menyangkal saat Danu mengaku kalau Khalisa adalah kekasihnya.


''Sudah malam Khalisa pamit pulang. ''


ucap Khalisa dan Omah Maya mengiyakannya.


Danu langsung memaksa mengantarkan Khalisa dan Khalisa pun terpaksa mengiyakan permintaan Danu karena desakan Omah Maya.


Hendra langsung kesal dan segera menuju kamarnya karena dia tidak bisa berbuat apapun, semua keluarga mengetahui kalau Khalisa kekasih Danu tapi Hendra meyakini kalau Khalisa tidak memiliki perasaan apapun kepada Danu.


Beberapa kali Hendra memperhatikan saat Khalisa terus menyingkirkan tangan Danu saat menggenggamnya dan Khalisa beberapa kali menghindari sentuhan Danu.


''Kamu akan menjadi milikku Khalisa dan tidak ada yang berhak atas kamu, baru kali ini aku terpikat dengan gadis dan rasanya sakit saat melihat kamu bersama pria lain. ''


gumam Hendra saat menatap ke arah jendela dan memperhatikan di Khalisa dari arah jendela kamarnya.


.


.


.


tbc.....