Khalisha

Khalisha
Pernikahan Khalisa dan Hendra



Khalisa terdiam saat di dalam mobil menuju pulang, dia sedang kesal karena kelakuan Hendra saat di ruangan pribadi Milik Hendra, Khalisa membuka matanya tepat dengan Hendra akan mencium nya.


Khalisa berontak dan meminta di antarkan pulang, Hendra hanya pasrah saat Khalisa mendiamkannya karena memang Khalisa sedang tidak labil emosinya.


''Om kenapa dieum ajah?? ''


ucap Khalisa dan membuat Hendra melirik ke arah Khalisa.


''Kalau saya bicara nanti salah lagi, makanya mendingan dieum ajah. ''


jawab Hendra yang memang mencari aman dari pada membuat Khalisa mengomel.


Khalisa langsung memalingkan wajahnya dan enggan menjawab ucapan Hendra, beberapa menit perjalanan akhirnya sampai di kediamannya.


Khalisa langsung turun dari mobil tanpa menunggu Hendra, ternyata di rumahnya kedatangan keluarga Omah Maya dan membuat Khalisa tersenyum sambil menghampiri Omah Maya.


''Bukannya istirahat di rumah malah jalan jalan, kamu di pingit dulu harusnya dan kenapa barengan Hendra lagi datangnya?? ''


omel Omah Maya saat Khalisa mencium tangannya dan Khalisa hanyan tersenyum.


''Kakek gak ijinin kalau Khalisa pergi srndiri, makanya di antar sama Om Hendra. ''


ucap Khalisa dan Omah Maya hanya tersenyum.


Hendra langsung duduk di samping Melin sambil melihat Kakak iparnya memilihkan beberapa perhiasan yang akan di gunakan oleh Khalisa.


''Makan dulu sana, Mama buatkan sayur yang kamu minta semalam. ''


ucap Lariasa saat putrinya duduk sambil memperhatikannya.


''Gak mau Mama, nanti ajah makannya boleh kan?? ''


ucap Khalisa dan Larisa mengiyakannya.


Khalisa mengikuti memilih beberapa perhiasan dan ikut berbaur dengan Mamanya dan Tante Melin, bahkan Khalisa memilih perhiasannya sendiri dan di setujui apapun pilihan yang di inginkannya.


.


.


Hari minggu tiba.....


Suasana kediaman Kakek Permana sedikit ramai karena hari ini akan di adakan akad pernikahan Khalisa dan Hendra, saat ini Khalisa masih di make over wajah oleh perias dan Khalisa sama sekali tidak protes hanya menerima nya.


Larisa dengan setia mendampingi putrinya yang sedang di rias wajahnya karena Larisa sendiri sudah selesai dengan wajah dan juga pakaiannya.


''Kenapa Sayang?? butuh sesuatu?? ''


ucap Larisa saat putrinya menatap ke arahnya.


''Mama boleh minta minuk gak?? Khalisa haus. ''


ucap Khalisa dan Mamanya mengangguk sambil beranjak menghampiri Khalisa setelah membawa minumnya.


''Jangan terlalu banyak minum nantinya kamu pipis terus loh. ''


ucap Larisa dan Khalisa hanya tersenyum.


Berbeda dengan Khalisa, saat ini Hendra sedang di perjalanan menuju kediaman Permana, Hendra duduk di himpit kedua orang tuanya, wajahnya terlihat sangat gugup dan sang Papa beberapa kali menyadarkan putranya.


''Awas ajah kalau sampai mengulang ucapan akad nya, Mama sunat kamu. ''


ucap Omah Maya dan membuat Hendra kesal.


''Mama jahat sekali doanya, harusnya doakan Hendra lancar bukannya mengulang kata. ''


ucap Hendra dan Mamanya hanya mengangkat bahunya.


''Sudah jangan ribut, sebentar lagi sampai di kediaman Permana, lebih baik kamu menghafal dan ingat kata demi katanya jangan sampai salah. ''


ucap Opah Wili yang melerai perdebatan anak juga istrinya dan Hendra hanya mengangguk patuh pada sang Papa.


Perjalanan beberapa menit akhirnya sampai di kediaman Permana, Hendra langsung turun dari mobil setelah kedua orang tuanya turun.


Melin tersenyum melihat raut wajah adik iparnya yang terlihat tegang, biasanya wajah sang adik ipar dingin dan datar, namun saat ini sangat berubah.


Hendra di gandeng kedua orang tuanya memasuki kediaman utama Permana, ternyata benar di dalam ruangan utama hanya ada beberapa kerabat dekat Permana dan beberapa kerabat keluarga Prayoga yang ikut hadir menyusul.


Hendra langsung duduk di depan penghulu dan wali hakim yang akan menjadi wali nikah Khalisa, saat ini Khalisa sedang di himpit Larisa dan Melin menuju penghulu untuk bersanding dengan Hendra.


Khalisa begitu cantik setelah di make up yang natural di tambah kebaya yang menempel di wajahnya begitu elegant dan menambah kecantikan Khalisa.


Setelah Khalisa duduk di samping Hendra, penghulu pun langsung memulai akadnya, Hendra terlihat santai saat ini saat Khalisa duduk di sampingnya, Hendra begitu lantang mengucapkan akadnya dan membuat semua keluarga langsung menghela nafasnya karena lega.


Melin menghampiri pengantin membawakan sepasang cincin, Melin memberikan pertama cincin nyaa pada Hendra dan Hendra menerimanya langsung memasangkan pada Khalisa, Khalisa pun memasangkan nya kepada Hendra.


Khalisa mencium tangan Hendra dan di balas dengan ciuman kening oleh Hendra, setelah semua selesai dengan berkas dan yang lainnya, Khalisa dan Hendra langsung sungkeman pada kedua orang tuanya.


.


.


.


Saat ini Khalisa sedang duduk menerima ucapan selamat dari tamu yang hadir, Sepanjang menerima ucapan Khalisa terus tersenyum, Hendra pun ikut tersenyum.


setelah selesai dengan acara, Khalisa langsung di suapi makan oleh Hendra karena selama beberapa hari setelah keluar dari rumah sakit, Khalisa tidak makan dengan benar dan hanya Hendra lah yang bisa menyuapinya makan.


''Mau nambah lagi makannya?? ''


ucap Hendra saat Khalisa meminta minum.


''Om juga ikut makan jangan hanya menyuapi aku terus. ''


ucap Khalisa dan Hendra hanya tersenyum.


''Nanti saja kalau kamu sudah kenyang baru Saya makan. ''


ucap Hendra dan Khalisa mengangguk lalu menerima kembali suapannya.


Seluruh keluarga Hendra sudah pulang dan hanya Hendra yang tertinggal karena memang Hendra akan menetap di kediaman Permana.


''Hendra kamu makan sana jangan terus menyuapi Khalisa. ''


ucap Larisa saat melihat menantunya menyuapi putrinya.


''Nanti saja setelah Khalisa makannya kenyang saja, nanti malah gak mau makan. ''


ucap Hendra dan Larisa pun hanya menggelengkan kepalanya.


''Yasudahlah terserah kalian saja, pokonnya jangan telat makan yah dan minta bibi menyiapkan makanan biar hangat, Mama mau istirahat. ''


ucap Larisa dan Hendra hanya mengangguk.


Khalisa hanya diam dan mengunyah makanannya enggan menjawab ucapan Mamanya karena dia sedang dalam keadaan makan yang bisa di terima perutnya.


''Om.....kenapa kalau aku makan sendiri pasti ga enak rasanya?? tapi kalau makan di suapi sama Om pasti deh langsung terasa enak. ''


ucap Khalisa dan Hendra hanya mengangakat bahunya tanpa menjawab ucapan Khalisa.


''Itu hanya sugesti kamu ajah, jangan menyangkutkan semuanya dengan hal aneh aneh, sudah sekarang makan yang benar dan habiskan. ''


ucap Hendra dan Khalisa pun memanyunkan bibirnya.


.


.


.


Bersambung.......