Khalisha

Khalisha
Khalisa



Dua minggu berlalu.....


Saat ini Om Marwan akan datang ke rumah kediaman Permana setelah di minta datang oleh Larisa, keadaan Haris dan Danu masih dalam kondisi kritis setelah dua minggu di lakukan perawatan intensif.


Kakek Permana langsung meminta Larisa berbicara pada calon suaminya untuk menunda pernikahannya karena saat ini sangat tidak mungkin melakukan pernikahan karena fokus keluarga saat ini hanya pada Haris dan Danu, karena bagaimana pun Haris juga Danu adalah keluarga dari Kakek Permana.


Khalisa sudah memeriksakan kandungannya kemarin lusa dan kabar bahagianya adalah, sikembar berjenis kelamin perempuan dan laki laki yang artinya Khalisa memiliki sepasang anak dalam kandungannya.


Khalisa saat ini sedang di buatkan makanan oleh Hendra, entah apa yang di inginkan Khalisa karena pagi pagi buta sudah sibuk meminta suaminya memasak makanannya dan Hendra dengan terpaksa memasak walaupun saat ini masih mengantuk.


''Pokonya Mas Hendra yang masak jangan menyuruh Bibi, aku yang akan menjadi mandornya langsung. ''


ultimatum Khalisa saat Hendra meminta bantuan pada pelayan.


''Kalau rasanya gak enak gimana Sayang?? Mas takut kamu sakit perut lagi. ''


ucap Hendra saat mulai memasukan bumbu pada nasi gorengnya.


''Banyak banget alesannya deh, nanti aku yang koreksi rasanya dan Mas jangan protes terus, anaknya ini yang mau bukan aku loh karena aku lebih baik makan masakan bibi ajah. ''


ucap Khalisa dan berhasil membuat Hendra diam.


Hendra langsung melanjutkan masakannya dan untungnya hanya nasi goreng bukan meminta di masakkan yang lainnya, Hendra memang bisa masak tapi gak sehebat Khalisa.


''Ada apa ini pagi pagi udah rame di dapur?? ''


ucap Larisa saat mendengar keributan di dapur.


''Cucu Mama mau di buatkan nasi goreng sama papanya. ''


jawab Khalisa dan membuat Larisa menatap sang menantu yang sedang memasak.


''Kamu harus memenuhinya Hendra, biar anak kalian gak ileran. ''


ucap Larisa dengan nada mengejek dan membuat Hendra mendelik.


''Om Marwan mau datang kesini jam berapa Mama?? tumben belum sibuk bikin makanan. ''


tanya Khalisa saat Mamanya duduk di hadapannya.


''Katanya saat jam makan siang dan kita semua akan makan siang di luar hari ini, kita turutin kemauan Om Marwan yaa sayang, Mama mau membicarakan tanggal pernikahan yang akan di undur sampai keadaan Kak Haris dan Danu pulih. ''


ucap Larisa dan Khalisa mengangguk.


''Nyogok ceritanya Mama, Khalisa yakin kalau Om Marwan akan menunggu dan gak akan mundur, kalau gak mau menunggu lebih baik mundur karena sudah ketebak kalau sifatnya tidak bisa bersaudara. ''


jelas Khalisa dan Larisa mengiyakannya.


''Mama juga sepemikiran sama kamu, Mama bukan membatalkan tapi tanggalnya belum di tentukan karena saat ini perhatian kita bukan untuk kesenangan saja, kita harus hormati keluarga kita yang sedang dalam musibah. ''


ucap Larisa dan Khalisa menyetujuinya.


Hendra menuangkan nasi goreng ke piring dan menyajikannya di depan Khalisa, Khalisa langsung berbinar menatapnya.


''Maaf Mama, Hendra membuatnya cuma satu porsi kalau Mama mau berdua ajah sama Khalisa. ''


ucap hendra dan Larisa menggelengkan kepalanya.


''Ngaco kamu ini dan lagian Mama gak mau memakan nasi goreng nya, sana kamu bersih bersih kusut banget wajahnya. ''


jawab Larisa dan membuat Hendra langsung berlalu menuju kamarnya.


''Mama mau coba gak?? ini enak banget loh. ''


ucap Khalisa yang memakan nasi gorengnya.


''Habiskan sama kamu saja, pelan pelan dan tiupi biar gak panas. ''


jawab Larisa sambil menatap putrinya yang sedang mengunyah makanannya.


''Daren belum bungun yaa?? ''


''Semalam main game sama Mas Hendra sampai subuh jadi sekarang masih tidur kayanya. ''


ucap Khalisa dan membuat Larisa melototkan matanya.


''Kamu tega sekali sama suami kamu sayang, pantesan wajahnya kusut banget. ''


''Kan dede yang mau bukan aku Mama, lagian salah siapa main game ga kenal waktu. ''


''Iya iya karena Ibu Hamil itu maha benar. ''


ucap Larisa sambil beranjak menuju dapur.


Khalisa kembali melanjutkan makannya dan tidak memikirkan apapun lagi karena saat ini dia hanya ingin memakan nasi goreng yang di buatkan suaminya.


Di kamar Khalisa saat ini, Hendra melanjutkan tidurnya karena memang dia sangat mengantuk. Akibat bermain game dan tidak melihat waktu.


Sedangkan Khalisa membiarkan suaminya karena dia tahu kalau hari ini hari minggu dan tidak mempermasalhkannya, Khalisa memilih ke halaman belakang seperti biasa karena sinar matahari sudah nampak di kursinya yang biasa dia gunakan untuk berjemur.


''Sinar mataharinya sangat hangat sekali pagi ini, dede sehat sehat yaa di dalam dan kita berjuang bersama nantinya. ''


gumam Khalisa sambil mengusap perut yang terlihat membesar.


Larisa hanya tersenyum memperhatikan putrinya yang sedang asik dengan dunianya, Larisa duduk di kursinya sambil bertukar pesan dengan calon suami dan juga dengan Ayahnya.


Satu jam kemudian Khalisa menghampiri Mamanya dan meminum air yang di sediakan untuknya dalam botol, Khalisa terlihat berkeringat dan wajahnya memerah.


''Om Marwan jam berapa sampai nya Mama?? ''


ucap Khalisa membuyarkan kesibukan Mamanya.


''Sekarang baru berangkat dan kalau lancar di jalannya, jam makan siang sudah sampai dan kita langsung menuju restoran yang sudah Mama reservasi. ''


jawab Larissa dan Khalisa tersenyum mengangguk.


Larisa mengelus perut putrinya yang begitu menonjol di usia kehamilan tujuh bulannya karena memang ada dua janin dalam perutnya.


''Gerak gerak terus yaa kalau Mama pegang perutnya, kayanya bakal ngajak perang nantinya sama Mama ini dedenya. ''


ucap Larisa sambil tersenyum dan membuat Khalisa ikut tersenyum.


''Cuma sama Mas Hendra dede bayinya diam saat di pegang Mama, kayanya bakalan nurut sama Mas Hendra nantinya. ''


jawab Khalisa dan Larisa hanya mengangguk sambil mengelus perut Khalisa.


''Calon cucu Mama sepasang dan Mama bahagia sekali, apalagi saat Mama memberitahukannya sama Kakek kamu, dia langsung bahagia dan bilang harus ekstra jagain kamu juga kehamilan kamu. ''


''Pastinya Mama dan sebelumnya juga kakek sangat banyak aturan untuk Khalisa, jadi wajar pas sekarang tahu calon cucunya sepasang langsung deh peraturan nya bertambah. ''


''Kakek bilang dia ingin merasakan jadi Kakek yang tidak pernah dia rasakan saat kelahiran kamu sayang, Kakek ingin menyambut calon cucu buyutnya. ''


''Semoga kehadiran nya nanti membawa kebahagiaan di keluarga Kakek dan keluarga Papa Willi, aku juga sangat gak sabar nunggu launching dedenya. ''


''Kamu harus menuruti apapun yang Dokter anjurkan yaa sayang, jangan melahirkan normal karena takut terjadi sesuatu dengan kamu dan janinnya. ''


''Iya Mama, aku sama Mas Hendra sudah memutuskan untuk melakukan operasi karena dokternya bilang tekanan darah aku gak stabil terus saat di tensi. ''


''Makanya jangan banyak pikiran dan harus enjoy yaa, Mama ingin kamu dan kedua cucu Mama selamat saat nanti proses melahirkan. ''


''Amiin...... ''


kompak Ibu dan anak menjawabnya.


.


.


.


Bersambung......