
Khalisa dan Hendra sama sama bangun terlambat, waktu menunjukan pukul sepuluh pagi saat keduanya membuka mata.
Khalisa langsung membersihkan tubuhnya terlebih dahulu, sedangkan Hendra saat ini menerima telphone dari asistennya mengenai pekerjaan.
Khalisa keluar kamar mandi dengan keadaan segar dan melihat suaminya masih sibuk dengan panggilan telphone nya di balkon kamarnya.
''Mungkin sedang sibuk, makanya masih sibuk dengan handphone dan gak sadar dia gak pakai baju. ''
gumam Khalisa sambil mengambil dress khusus ibu hamil yang di sediakan Mamanya.
''Sayang..... Mas mau mandi dulu, siapkan pakaian santai jangan pakaian kantor. ''
ucap Hendra sambil berjalan menuju kamar mandi.
Khalisa langsung menyiapkan pakaian suaminya dan langsung merapihkan ranjangnya yang berantakan, Khalisa menghidupkan pendingin nya lalu membuka tirai jendela nya.
''Sebenarnya lapar sekali tapi Mas Hendra kan masih mandi, masa iya aku tinggal makan. ''
gumam Khalisa dalam hatinya sambil duduk menunggu suaminya selesai mandi.
Beberapa menit menunggu akhirnya pintu kamar mandi terbuka, Hendra tersenyum dan langsung memakai pakaian yang di siapkan istrinya.
''Ayo Sayang kita makan dulu, kamu pasti lapar kan sekarang?? ''
ucap Hendra saat sudah rapih dan mengulurkan tangannya untuk Khalisa.
Khalisa langsung menerima uluran tangan Hendra dan langsung menggandeng suaminya menuju meja makan, pelayan langsung menyiapkan makanan untuk keduanya.
''Suapi yah makannya?? biar kamu banyak makannya dan gak sedikit. ''
ucap Hendra dan Khalisa mengganggukan kepalanya setuju.
Hendra langsung tersenyum berterimakasih saat makanan sudah tersaji di meja makan, dengan telaten Hendra menyuapi Khalisa dan Khalisa pun begitu lahap menerima suapam dari suaminya.
''Kalian baru makan?? ini sudah mau jam sebelas lebih loh, ingat Khalisa kamu sedang hamil dan sangat membutuhkan nutrisi makanan juga, teratur makannya jangan telat. ''
ucap Kakek Permana saat keluar dari kamar nya dan melihat cucunya sedang makan di suapi suaminya.
''Iya Kakek maaf dan kedepannya gak akan terjadi seperti ini lagi. ''
jawab Hendra dan Kakek Permana mengangguk setuju.
''Lanjutkan makan kalian, kakek mau bertemu dengan Willi lalu makan siang. ''
ucap Kakek Permana dan kedua cucunya mengiyakannya.
''Salam dari Khalisa buat Papa Willi yah Kakek. ''
ucap khalisa dan Kakek Permana mengangguk tersenyum.
''Tadi Mba Melin menelphone, kita di suruh menginap di rumah Mama, Danu sama Kak Haris lagi ke kota sebelah dan Mas mengiyakannya, gimana kamu mau ikut menginap?? ''
ucap Hendra dan Khalisa langsung terdiam sambil mengunyah makanannya.
''Boleh deh Mas, kita menginap di rumah Mama Maya ajah, paling nanti tinggal ijin ke Mama sama Kakek saja kan beres. ''
ucap Khalisa dan Hendra mengiyakannya.
''Mas mau ke apartemen sebentar, kamu gak apa apa kan di tinggal sendiri?? ''
''Gak apa apa Mas kan di rumah banyak orang bukan hanya aku ajah. ''
''Mama sama Kakek kan gak ada maksudnya, mau langsung ke rumah Mama sekalian nunggu disana?? gimana mau gak?? ''
''Gak ahh.... nanti ajah barengan sama kamu ke rumah Mamanya. ''
''Oke kalau maunya begitu. ''
ucap Hendra sambil memberikan minum untuk Khalisa karena makan nya sudah selesai.
Hendra pamit dan langsung menuju mobilnya, sedangkan Khalisa kembali kedalam rumah untuk meminta bibi menyiapkan makanan yang akan di bawa ke rumah mertuanya.
Di perusahaan keluarga Permana saat ini.....
Larisa selesai dengan meetingnya dan langsung menuju ruangannya kembali, namun sekertarisnya memberitahukan ada tamu menunggunya di lobi utama.
ucap sekretaris nya dan Larisaa mengerutkan keningnya.
''Siapa namanya memang orang yang ada keperluan dengan saya?? ''
ucap Larisa yang penasaran dengan orang yang mencarinya.
''Namanya Pak Marwan dan beliau masih menunggu sedari ibu meeting. ''
ucap Sekertaris nya kembali dan membuat Larisa menghembuskan nafasnya.
''Persilahkan dia masuk dan buatkan minuman sama sediakan beberapa cemilan juga nanti. ''
ucap Larisa sambil berjalan menuju ruangannya.
''Untuk apa laki laki itu datang di luar pertemuan kerjasama?? Ayah gak ada lagi. ''
gumam Larisa sambil duduk di kursi kerjanya.
Tak lama menunggu pintu ruangannya terbuka dan ternyata sekertarisnya yang masuk di susul oleh tamunya.
''Terimakasih Rani dan jangan lupa pesanan saya tadi yah. ''
ucap Larisa dan sekertarisnya mengangguk.
''Silahkan duduk Pak Marwan, saya kira siapa yang datang bertamu. ''
ucap Larisa mempersilahkan tamunya.
''Maaf karena saya datang tidak sesuai jadwal seperti biasanya, kedatangan saya kesini bukan masalah pekerjaan dan tepatnya masalah pribadi. ''
ucap Marwan dan membuat Larisa terdiam.
''Maaf karena kedatangan saya mengganggu aktifitas Bu Larisa, tapi semua saya lakukan karena memang masalah ini lebih penting dari kerjasama kita. ''
ucap Marwan kembali saat Larisa hanya diam.
''Maksudnya masalah pribadi bagaimana yah Pak Marwan?? ''
ucap Larisa karena dia merasakan hal janggal saat tamu nya berucap.
''Anda pasti sudah mendengar dari Pak Permana, kalau saya memiliki perasaan terhadap anda Bu Larisa, Pak Permana bilang dia tidak bisa banyak membantu dan menyarankan saya untuk langsung menghampiri Bu Larisa secara pribadi, makanya saya sekarang ada di sini untuk membicarakannya. ''
jelas Marwan dan membuat Larisa terdiam.
''Maaf bukan saya menolak dengan itikad baik Pak Marwan, tapi untuk saat ini saya sedang fokus dengan putri saya yang sedang menunggu kelahiran calon cucu saya dan saya pribadi juga masih belum memikirkan masalah yang lain, maafkan saya. ''
''Iya saya mengerti dan saya akan menunggu sampai Bu Larisa siap saya lamar, saat ini saya tidak mencari kekasih tapi saya mencari calon istri dan kebetulan hati saya tertambat kepada Ibu Larisa, saya mencaritahu semua dan ternyata Ibu Larisa tidak terikat pernikahan, saya hanya berharap agar Anda mau memikirkannya dan berikan saya kesempatan. ''
''Pak Marwan saya saja bingun saat ini, terimakasih karena Anda memilih saya tapi saya minta waktu untuk memikirkan semuanya, saya saat ini sudah cukup dan tanpa pasangan pun gak pengaruh. ''
''Saya minta beri saya kesempatan dan percayalah saya gak bermaksud bermain main dengan sebuah ikatan, saya beri anda kesempatan satu minggu untuk memikirkan semuanya, minggu depan saya akan datang secara pribadi ke kediaman Pak Permana untuk menagih jawabannya. ''
ucap Marwan dan membuat Larisa semakin bingung menjawabnya.
Pintu kembali di ketuk ternyata Rani datang dengan membawa minuman juga beberapa cemilan yang di pesan oleh Larisa.
''Terimakasih Rani..... ''
ucap Larisa saat Rani selesai menyajikan makanannya di meja.
''Sama sama Buu.... saya permisi. ''
jawab Rani sambil menunduk dan segera keluar dari ruangan sang atasan.
''Silahkan di minum Pak Marwan biar sedikit santai dan gak terlalu serius. ''
ucap Larisa dan Marwan pun mengiyakannya lalu meminum minuman yang di siapkan.
.
.
Bersambung........