
Tiba di kediaman Permana sudah lewat tengah hari, karena harus mampir ke kediaman Prayoga untuk mengambil barang barang milik Daren.
Khalisa memilih langsung ke kamar karena merasakan kurang nyaman dengan perut bawahnya, sedangkan Larisa memilih masuk ke ruang kerja karena pekerjaannya yang meminta di selesaikan.
Sedangkan Hendra langsung menuju perusahaan keluarganya karena banyak agenda kerja yang di tinggalkan oleh Papa dan Kakaknya.
Khalisa saat ini sedang menunggu kepulangan suaminya sambil membantu Daren mengerjakan tugas sekolahnya.
''Tante Khalisa.... Daren istirahat duluan gak apa apa kan?? besok sekolah pagi. ''
ucap Daren sambil merapihkan bukunya.
''Sudah sana istirahat Dan Tante gak apa apa di tinggal juga. ''
jawab Khalisa dan Daren langsung pamit menuju kamarnya.
''Mas Hendra mana yaa?? udah mau jam sepuluh tapi belum sampai juga. ''
keluh Khalisa saat melihat jam di dinding menunjukan waktu malam hari.
Khalisa rebahan di sofa sambil memainkan handphone nya, dia merasa tidak tenang karena suaminya belum ada kabar dan handphone nya juga gak aktif.
Hendra tiba di kediaman nya saat masuk tengah malam dan menghembuskan nafasnya saat melihat istrinya tertidur di sofa ruang keluarga dengan handphone di tangannya.
''Bangu Sayang..... ayo pindah ke kamar biar nyaman tidurnya. ''
ucap Hendra sambil mengusap pipi Khalisa dan perlahan mata Khalisa terbuka.
''Jam berapa sekarang Mas?? ''
ucap Khalisa sambil di bantu duduk oleh Hendra.
''Jam sebelas malam, ayo sayang kita pindah ke kamar yah. ''
''Kamu sudah makan Mas?? ''
''Sudah tadi sekalian meeting makan malam, kamu memangnya belum makan?? ''
''Sudah juga Mas tadi barengan Daren, Mama makan di ruang kerja. ''
''Ayo ke kamar, Mas juga mau bersih bersih. ''
ucap Hendra untuk kesekian kalinya dan Khalisa menggangguk sambil menerima uluran tangan suaminya.
Hendra menggandeng Khalisa menuju kamarnya dan saat sampai kamar, Khalisa duduk di ranjang sambil selonjoran menunggu suaminya yang sedang membersihkan tubuhnya.
Sepuluh menit berlalu akhirnya Hendra selesai dengan urusan kamar mandinya dan keluar dengan pakaian lengkap nya, Hendra tersenyum saat melihat istrinya duduk menatap ke arahnya.
Hendra langsung menghampiri Khalisa setelah selesai dengan cerminnya, Khalisa tersenyum dan merebahkan tubuhnya saat Hendra sudah merebahkan tubuhnya.
''Mas udah ngantuk belum?? ''
ucap Khalisa saat Hendra mengusap rambut nya.
''Kenapa memangnya?? kamu menginginkan sesuatu kah?? ''
jawab Hendra dan Khalisa menggelengkan kepalanya.
''Aku ikut bantu kamu kerja di kantor yaa?? boleh kan Mas?? ''
''Kamu cukup diam di rumah karena Mas masih mampu mengerjakan pekerjaannya, kamu mau suami kamu yang tampan ini di gantung sama Kakek Permana. ''
''Loh.... kenapa jadi Kakek?? apa urusannya juga?? kan aku mau bantu ringan kan kerjaan kamu. ''
''Kakek Permana akan marah kalau sampai tahu cucu kesayangannya bekerja membantu suaminya, lagian gak pantas kamu bekerja. ''
''Kok gak pantas, buktinya Mama kerja di perusahaan dan Kakek gak marah. ''
''Mama Lara memang pintar dalam berbisnis dan kamu juga pintar tapi dalam dunia peretasan, Mas hanya mau kamu diam saja di rumah sambut kedatangan Mas pulang kerja. ''
''Oke deh. ''
ucap Khalisa sambil menguap karena kantuk mulai menyerang kembali.
Hendra langsung mengusap punggung Khalisa, karena Khalisa saat ini membelakanginya supaya bisa di peluk oleh Hendra.
Di kamar Larisa saat ini.....
Larisa masih memainkan handphone nya karena saat ini sedang bertukar pesan dengan Melin, Melin memberitahukan kalau suami dan anaknya masih dalam penanganan medis, belum ada hasilnya karena pihak keluarga hanya menunggu di luar ruangan perawatan.
''Sepertinya pernikahan aku sama Mas Marwan akan di undur sampai keadaan keluarga Mba Melin stabil, Ayah juga sibuk membantu disana. ''
ucap Larisa yang menyimpulkan semunya saat mendapatkan pesan dari kakak sepupunya.
''Mudah mudahan Mas Marwan menerimanya dan kalaupun gak memerima, aku akan mundur saja karena keluarga Mba Melin adalah kerabat terdekatku. ''
ucap Larisa kembali sambil menyimpan handphone nya dan langsung merebahkan tubuhnya yang tesara lelah mengantuk.
Pagi menjelang.......
Pagi ini di kediaman Permana sedikit berbeda karena Larisa mengurus keperluan Daren sekolah, karena memang sekolah Daren adalah sekolah internasional yang mengharuskan muridnya membawa bekal makan untuk istirahat dan Larisa yang menyiapkannya karena Khalisa tidak di perbolehkan olehnya.
''Bekal kamu sudah Tante siapkan Daren, nanti berangkat di antarkan supir dan pulang juga di jemput supir, kamu kasih tau pulang jam berapa ke supir yah biar gak saling menunggu. ''
ucap Larisa saat memberikan bekal untuk Daren.
''Iya Tante dan makasih yaa, nanti Daren akan kasih tahu paman supirnya. ''
jawab Daren sambil memakan sarapannya.
Khalisa di temani Hendra berjemur duduk di kursi nyaman yang di pesankan oleh Larisa, Sepanjang berjemur Babby di dalam kandungan Khalisa terus saja bergerak dan membuat Hendra langsung senang sambil mengusap ngusap perut istrinya.
''Kenapa gak sakit yah saat kamu usap perutnya Mas, biasanya sakit sedikit ngilu kalau keduanya bergerak gerak. ''
ucap Khalisa dan membuat Hendra tersenyum.
''Karena Babby nya tahu kalau ayahnya yang sedang mengusapnya, ikatan batin kami kuat sayang. ''
jawab Hendra sekenanya dan membuat Khalisa memanyunkan bibirnya.
''Bulan depan masuk tujuh bulan kan usia kandungan nya, bisa lihat jenis kelamin babby nya gak yaa?? ''
''Coba nanti di tanyakan saat pemeriksaan bulan depan yaah, kenapa gak kejutan saja sayang dan kenapa. pengen tahu jenis kelaminnya?? ''
''Biar aku bisa menyiapkan barang barang buat dedenya Mas, kan kalau tahu jenis kelaminnya nanti gampang memilih model juga warnanya. ''
''Benar juga yaah, pokonya mau laki laki atau perempuan nantinya, Mas akan sangat bahagia karena yang terpenting kamu juga kedua bayinya selamat dan kedua Babby nya sempurna. ''
''amiin semoga terkabul Mas, ayo kita masuk sekarang kamu harus ke kantor loh, belum mandi juga kamunya mas. ''
ucap Khalisa mengakhiri berjemurnya dan Hendra mengiyakannya.
Hendra dengan telaten menggandeng Khalisa masuk kedalam rumah, ternyata Daren akan pergi sekolah dan pamit pada Hendra juga Khalisa, Hendra langsung ke kamar dan Khalisa memilih menuju meja makan untuk memakan cemilan.
''Mama barengan Daren perginya?? ''
ucap Khalisa saat melihat Mamanya sudah siap berangkat.
''Mama mengemudikan mobil sendiri, Daren di antar supir dan nanti di jemput juga. ''
jawab Larisa dan Khalisa mengiyakannya.
''Yasudah Mama berangkat yah sayang, ingat jangan kecapean dan kalau mau apapun kamu minta buatkan sama pelayan. ''
ucap kembali Larisa untuk pamit menuju kantor.
''Iya Mama siap, Mama hati hati dan semangat kerjanya yaa....''
jawab Khalisa sambil mencium tangan Mamanya.
.
.
Bersambung.......
''Hai Kakak kakak semuanya, yuuk dukung ceritanya karena tinggal beberapa episode menuju ending loh, sesuai janji saya untuk memberikan hadiah nya, kategori yang di ambil nya adalah TOP FANS teratas yaa dan hanya di ambil posisi pertama, hadiahnya berupa voucher pulsa sebesar 50.000 ribu, yuuk dukung sebanyak banyaknya agar berada di posisi utama dan terimakasih sebelumnya, jangan lupa jaga kesehatannya. ''